TVRINews - New York, Amerika Serikat

Rooney memuji etos kerja Yamal yang rajin membantu pertahanan, serta berharap mampu mengatasi tekanan media demi menjaga karier panjangnya.

Tim nasional Spanyol akhirnya sukses mengamankan kemenangan pertama pada ajang Piala Dunia 2026 dalam pertandingan kedua Grup H. La Furia Roja berhasil menumbangkan perlawanan Arab Saudi dengan skor telak 4-0 di Atlanta Stadium, Minggu (21/6/2026) malam WIB.

Spanyol sebelumnya sempat ditahan imbang tanpa gol secara mengejutkan oleh Tanjung Hijau pada laga pembuka grup. Kegagalan memetik poin penuh pada pertandingan pertama tersebut sebagian besar disebabkan oleh rapatnya lini pertahanan lawan dan aksi gemilang kiper Vozinha.

Skuad asuhan Luis de la Fuente akhirnya berhasil membenahi penampilan lewat kemenangan atas Arab Saudi. Mikel Oyarzabal mencetak dua gol disusul Lamine Yamal dan gol bunuh diri dari Saudi Hassan Altambakti.

Yamal turun sejak menit pertama dan langsung membuka keran gol Spanyol sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan pada masa jeda babak pertama. Langkah tersebut sengaja diambil oleh tim pelatih demi menjaga kondisi fisik serta mengatur menit bermain Barcelona tersebut agar tidak kelelahan.

Pemain berusia 18 tahun tersebut mulai mencuri perhatian dunia sejak dua tahun lalu saat mengantar negaranya menjadi juara Euro. Dampak besar yang Yamal berikan langsung membuatnya kerap dibanding-bandingkan dengan megabintang Argentina, Lionel Messi.

Legenda tim nasional Inggris, Wayne Rooney, yang bertugas sebagai pengamat sepak bola di studio BBC tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Mantan penyerang Manchester United itu terlihat sangat antusias saat membahas bakat luar biasa yang dimiliki Yamal.

Rooney bahkan mencatat Yamal memikul tanggung jawab serta tingkat popularitas yang jauh lebih besar daripada Messi ketika pertama kali menembus skuad utama. Hal tersebut didasarkan pada situasi internal klub yang dihadapi kedua pemain saat memulai debut profesional mereka di usia muda.

"Hal yang sangat mengesankan bagi saya adalah ketika Messi masuk ke skuad utama Barcelona, di sana sudah ada banyak pemain top dan terjadi masa transisi dengan Ronaldinho. Kasus Yamal sangat berbeda karena dia masuk ke Barcelona dan Timnas Spanyol lalu langsung menjadikan kedua tim itu sebagai miliknya," ujar Rooney memberikan analisisnya.

"Dia adalah sosok pemain utama di dalam tim di mana semua orang kini menaruh harapan serta selalu melihat ke arahnya. Dia memiliki peran yang sangat besar dalam membawa Spanyol menjuarai Euro lalu, dan kini dia bisa menjadi bagian penting dalam potensi mereka memenangkan trofi Piala Dunia."

"Saat bermain di Euro tahun lalu, dia bahkan masih harus mengerjakan ujian sekolah menengahnya sehingga sekarang dia tidak perlu lagi mengkhawatirkan hal tersebut. Hal ini sangat mengesankan bagi saya dan kita semua tentu berharap dia bisa terus konsisten melakukan hal yang sama selama 15 hingga 20 tahun ke depan seperti Cristiano Ronaldo dan Messi," Rooney melanjutkan.

Selain itu Rooney juga menekankan etos kerja Yamal saat tim kehilangan penguasaan bola merupakan sebuah kelebihan yang jarang disorot oleh media. Karakter bertahan seperti ini dinilai sangat langka ditemukan pada sosok pemain bintang modern, termasuk penyerang andalan Prancis, Kylian Mbappe.

"Aksinya saat berlari mundur untuk membantu pertahanan tim merupakan hal luar biasa karena ketika Anda memiliki pemain bintang yang mau bekerja keras membantu lini belakang, dampak psikologis bagi anggota tim lainnya akan sangat besar," katanya. 

"Rekan-rekan setimnya akan berpikir bahwa seorang bintang saja mau membantu pertahanan, sehingga semua pemain lain merasa harus melakukan hal yang sama," ia menambahkan.

Rooney sejatinya sudah menjadi salah satu nama besar di dunia sepak bola setelah berhasil menembus skuad utama Inggris pada usia remaja. Meski demikian, ia secara terbuka menyebut sempat mengalami kesulitan besar dalam mengatasi tekanan ekspektasi tinggi yang datang seiring kesuksesannya.

Maka dari itu, Rooney menaruh harapan besar agar Yamal mampu menjaga kedisiplinan pribadinya di luar lapangan hijau. Dengan meniru jejak Messi dan Ronaldo, ia diyakini akan bisa menikmati karier yang panjang serta bertabur trofi bergengsi.

"Ketika saya berada di usia awal 20-an, saya sangat kesulitan mengatasi tekanan berat di dalam lapangan dan terlebih lagi tekanan di luar lapangan yang harus saya hadapi selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, Anda tentu berharap dia memiliki lingkungan tim yang tepat di sekelilingnya karena saat ini ia sudah menjadi seorang bintang global," ungkapnya.