TVRINews - Dallas, Amerika Serikat

Torehan rekor sebagai pencetak gol sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol juga menjadi kado ulang tahun Lionel Messi ke-39.

Empat tahun setelah mengantarkan Argentina mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar, Lionel Messi kembali menjadi pusat permainan Albiceleste. Alih-alih sekadar menjadi simbol atau legenda yang menjalani turnamen terakhirnya, ia justru masih menjadi pemain yang menentukan hasil pertandingan. 

Dua dekade sejak pertama kali tampil di Piala Dunia, Argentina tetap bergerak mengikuti irama Lionel Messi, dan sejauh ini, belum ada lawan yang mampu menghentikannya.

Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Kapten Argentina itu mencatatkan sejarah baru dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah membawa timnya mengalahkan Austria 2-0 pada laga kedua Grup J di Arlington, Texas, Senin (22/6/2026) waktu setempat. 

Kemenangan tersebut memastikan sang uara bertahan melangkah ke babak 32 besar dengan satu pertandingan tersisa.

Torehan rekor sebagai pencetak gol sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol juga menjadi kado ulang tahun Lionel Messi ke-39. Ia dilahirkan di Rosario, Argentina, pada 24 Juni 1987.

Messi sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti pada babak pertama. Namun kegagalan itu tidak memengaruhi penampilannya. Ia tetap mencetak dua gol yang memastikan Argentina meraih kemenangan sekaligus mengukir rekor baru.

Gol pertamanya lahir melalui penyelesaian satu sentuhan memanfaatkan umpan tarik rendah Facundo Medina. Gol itu membuatnya menyamai rekor legenda Brasil, Marta, dengan koleksi 17 gol di Piala Dunia secara keseluruhan (putra dan putri).

Pada masa tambahan waktu babak kedua, Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mengoleksi gol ke-18, sekaligus berdiri sendirian sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut.

Meski menjadi pusat perhatian, Messi tetap merespons pencapaian bersejarah itu dengan rendah hati. "Saya sangat lelah," ujar Messi ketika diminta memilih gol favoritnya sekaligus menggambarkan perasaannya setelah memecahkan rekor tersebut, dikutip dari Reuters.

Ia lebih memilih menyoroti pentingnya kemenangan bagi Argentina dibanding pencapaian pribadinya. "Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Ini kemenangan yang sangat penting, pertandingan yang sulit, dan kami harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Hasil ini memberi kami ketenangan menghadapi tantangan berikutnya," kata Messi.

Pemain Inter Miami itu mengakui pertandingan sebenarnya bisa berakhir lebih mudah andaikan ia berhasil mencetak gol dari titik penalti pada babak pertama. Namun ia tetap puas dengan bagaimana Argentina mampu mengendalikan jalannya laga setelah Austria tampil lebih baik usai turun minum.

"Sejujurnya, cara pertandingan ini berakhir sangat luar biasa. Saya memang memiliki peluang lewat penalti yang bisa memperbesar keunggulan, tetapi saya senang dengan hasil akhirnya dan juga dengan kerja keras seluruh tim," ujarnya.

Dua gol ke gawang Austria membuat Messi telah mengoleksi lima gol dalam dua pertandingan di Piala Dunia edisi kali ini, dan sementara memimpin daftar top-scorer turnamen. 

Seluruh gol Argentina sejauh ini juga berasal dari kaki sang kapten. Setelah mencetak hat-trick saat mengalahkan Aljazair pada laga pembuka, ia kembali menjadi penentu kemenangan atas Austria.

Produktivitas tersebut memperpanjang catatan impresif Messi yang kini selalu mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Sebelum turnamen dimulai, banyak pihak mempertanyakan apakah Argentina mampu mengelola kondisi fisik Messi yang tidak lagi muda. Namun, setelah dua pertandingan, pertanyaan itu berubah menjadi bagaimana cara menghentikan pemain yang terus menjadi pembeda di setiap laga.

Paredes dan Alvarez Puji Konsistensi Messi

Sementara itu gelandang Argentina, Leandro Paredes, mengaku tidak lagi terkejut melihat kualitas sang kapten yang terus tampil luar biasa.

"Ini benar-benar luar biasa. Dia selalu membuat kami terkejut di setiap sesi latihan dan setiap pertandingan. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami bisa menikmati kehadirannya setiap hari, bukan hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan, karena dia adalah pribadi yang luar biasa," kata Paredes kepada TyC Sports.

Penyerang Julian Alvarez juga memuji konsistensi Messi yang tetap berada di level tertinggi setelah dua dekade berkarier bersama tim nasional.

"Selama 20 tahun dia menjadi yang terbaik di dunia, yang terbaik sepanjang sejarah. Dan sampai sekarang, di usianya saat ini, dia masih terus menunjukkan bakatnya dan seluruh keajaiban yang dimilikinya," ujar Alvarez.