TVRINews – Jakarta

Deretan final Piala Dunia paling dramatis ini menghadirkan kisah yang terus dikenang sampai sekarang.

Setiap edisi Piala Dunia selalu menghadirkan cerita menarik. Namun, dari sekian banyak pertandingan yang tersaji, partai final selalu menjadi yang paling ditunggu. Dua tim terbaik mempertaruhkan segalanya demi merebut trofi paling prestisius.

Sepanjang 22 edisi Piala Dunia yang telah dilalui, beberapa partai final meninggalkan kisah dramatis. Kemenangan ditentukan lewat gol di menit akhir, bangkit dari ketertinggalan, hingga momen adu penalti yang menegangkan.

Berikut deretan final Piala Dunia paling dramatis sepanjang masa yang tidak hanya menentukan juara, tetapi juga meninggalkan jejak emosional bagi para penonton.

1. Piala Dunia 1954

Final Piala Dunia 1954 mempertemukan Jerman Barat vs Hungaria di Wankdorf Stadium, Bern, Swis. Jerman Barat tidak diunggulkan sebagai pemenang karena Hungaria memiliki generasi emas.

Enam menit pertandingan berjalan, Hungaria berhasil unggul lewat gol Ferenc Puskas. Belum reda ketegangan para penonton, giliran Zoltan Czibor menggandakan keunggulan Hungaria.

Jerman Barat tak tinggal diam. Maximilian Morlock memangkas ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-10. Tribune kembali bergemuruh dan membuat semangat para pemain kembali naik.

Helmut Rahn yang menjadi bintang Jerman Barat ketika itu keluar sebagai pahlawan. Ia mencetak gol pada menit ke-18 dan 84 yang memastikan kemenangan dramatis 3-2 atas Hungaria.

Duel ini dikenal dengan nama "Miracle of Bern". Jerman Barat yang awalnya tidak diunggulkan justru berhasil merebut trofi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya.

2. Piala Dunia 1966

Prestasi Inggris di Piala Dunia 1966 belum mampu diulang hingga saat ini. Menghadapi Jerman Barat pada laga final, skuad asuhan Alf Ramsey berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Bermain di Wembley Stadium, perjuangan Inggris untuk mengalahkan Jerman Barat tidaklah mudah. Para suporter tuan rumah dikejutkan dengan gol Helmut Haller pada menit ke-12.

Enam menit berselang, Geoff Hurst berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Pertandingan yang disaksikan lebih dari 96 ribu orang di tribune tersebut berlangsung sengit setelahnya. Inggris dan Jerman saling jual beli serangan.

Gol gelandang Inggris, Martin Peters pada menit ke-78 membuat para suporter bersorak gembira. Gelar juara sudah seperti dalam genggaman. Akan tetapi, satu menit sebelum waktu normal usai, Jerman memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan melalui gol Wolfgang Weber.

Ketegangan suporter semakin memuncak. Harapan dapat menjadi saksi Inggris juara Piala Dunia untuk pertama kali di kandang sendiri harus diredam terlebih dulu.

Pada babak tambahan, Hurst tampil sebagai pahlawan tim berjuluk The Three Lions. Ia mencetak dua gol krusial yang memastikan kemenangan Inggris atas Jerman Barat.

Salah satu golnya sempat memicu kontroversi karena bola dinilai belum sepenuhnya melewati garis gawang. Meski begitu, gol tersebut tetap disahkan dan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

3. Piala Dunia 1974

Final Piala Dunia 1974 menjadi salah satu kisah paling menyakitkan bagi Belanda. Sempat unggul lebih dulu, tim berjuluk De Oranje justru harus menelan kekalahan dari Jerman Barat di Olympiastadion, Munchen.

Belanda mengejutkan tuan rumah dengan langsung menyerang begitu wasit meniup peluit tanda laga dimulai. Johan Cruyff dilanggar di kotak penalti dan Johan Neeskens yang maju sebagai eksekutor sukses membawa Belanda unggul 1-0 pada menit ke-2.

Namun, Jerman Barat tidak tinggal diam. Perlahan mereka mulai keluar dari tekanan dan mengambil alih permainan. Hasilnya, pada menit ke-25, Paul Breitner menyamakan kedudukan lewat titik putih.

Sebelum babak pertama usai, Gerd Muller berhasil mencetak gol yang membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

4. Piala Dunia 1986

Final Piala Dunia 1986 mempertemukan Argentina dengan Jerman Barat. Duel yang berlangsung di Estadio Azteca, Meksiko ini menghadirkan drama luar biasa yang dikenang sampai sekarang.

Argentina yang diarsiteki Carlos Bilardo tampil meyakinkan sejak awal. Jose Luis Brown membuka keunggulan tim berjuluk Albiceleste pada menit ke-23. Pada babak kedua, keunggulan mereka bertambah setelah Jorge Valdano mencetak gol.

Dengan skor 2-0, Argentina tampak berada di ambang gelar juara. Namun, Jerman Barat yang dikenal sebagai tim bermental baja berhasil bangkit. Gol dari Karl-Heinz Rummenigge dan Rudi Voller berhasil membuat kedudukan sama kuat 2-2.

Diego Maradona yang menjadi salah satu bintang Piala Dunia 1986 menunjukkan kelasnya. Umpan brilian yang ia lepaskan berhasil dimaksimalkan oleh Jorge Burruchaga untuk memastikan Argentina keluar sebagai juara.

5. Piala Dunia 2006

Final Piala Dunia 2006 antara Italia vs Prancis tersaji di Olympiastadion, Berlin. Laga ini berlangsung ketat dan pemenangnya harus ditentukan melalui adu penalti. Tak cuma itu, ada juga perselisihan antarpemain yang meninggalkan kontroversi sampai sekarang.

Prancis memulai pertandingan dengan percaya diri. Zinedine Zidane membuka keunggulan lewat eksekusi penalti bergaya panenka. Akan tetapi, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Marco Materazzi menyamakan kedudukan melalui sundulan meneruskan umpan sepak pojok.

Dalam kedudukan imbang, kedua tim saling menekan, namun tak ada gol yang tercipta hingga waktu normal berakhir. Laga pun harus dilanjutkan ke babak tambahan, di mana tensi semakin meningkat.

Pada momen inilah terjadi perselisihan yang sampai sekarang terus diingat. Publik dikejutkan dengan insiden Zidane menanduk dada Materazzi. Tindakan itu membuatnya diganjar kartu merah dari wasit.

Dalam adu penalti, Italia tampil lebih tenang ketimbang Prancis dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Tim berjuluk Gli Azzurri berhasil meraih gelar juara Piala Dunia untuk keempat kalinya.

6. Piala Dunia 2010

Belanda berhadapan dengan Spanyol di final Piala Dunia 2010. Pertandingan yang digelar di Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan berlangsung sengit sejak menit awal.

Belanda mencoba tampil agresif dengan menekan pertahanan Spanyol. Beberapa kali mereka mampu menciptakan peluang, tetapi digagalkan oleh Iker Casillas yang tampil impresif di bawah mistar gawang tim berjuluk La Roja.

Tak ada gol yang mampu diciptakan kedua tim sepanjang waktu normal. Untuk menentukan pemenang, duel dilanjutkan ke babak tambahan. Ketegangan pun semakin meningkat.

Andres Iniesta menjadi pahlawan kemenangan Spanyol atas Belanda lewat golnya pada menit ke-116. Gol tersebut memastikan La Roja meraih gelar juara Piala Dunia untuk pertama kali.

7. Piala Dunia 2014

Memastikan gelar juara di babak tambahan juga terjadi di final Piala Dunia 2014. Jerman memaksa Argentina gigit jari dalam duel yang digelar di Maracana Stadium, Rio de Janeiro, Brasil.

Argentina yang diperkuat Lionel Messi lebih diunggulkan untuk keluar sebagai pemenang. Namun, setelah berbagai upaya, pemain berjuluk La Pulga masih belum mampu membobol gawang Jerman.

Mario Gotze kemudian menjadi pahlawan kemenangan Jerman pada partai puncak ini. Ia membobol gawang Argentina yang dikawal Sergio Romero pada menit ke-113.

Kemenangan ini memastikan Jerman meraih gelar Piala Dunia untuk keempat kalinya, sekaligus mengakhiri penantian selama 24 tahun.

8. Piala Dunia 2022

Enam gol tercipta dalam 120 menit pertandingan final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Prancis yang dihelat di Lusail Stadium, Qatar. Pemenang duel ini harus ditentukan lewat adu penalti.

Lionel Messi membawa Argentina unggul pada menit ke-23 lewat titik putih. Berselang 13 menit kemudian, Angel Di Maria menambah keunggulan Albiceleste atas Prancis.

Prancis coba tancap gas di babak kedua untuk mengejar ketertinggalan. Asa Les Bleus kembali hidup setelah Kylian Mbappe memperkecil ketertinggalan pada menit ke-80 lewat eksekusi penalti.

Semenit kemudian, Mbappe kembali membobol gawang Argentina yang dikawal Emiliano Martinez. Kedudukan imbang 2-2 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Messi menunjukkan aksi magisnya di babak tambahan dengan mencetak gol pada menit ke-108. Mbappe seolah tak mau kalah bersinar, eksekusi penalti pada menit ke-118 membuatnya mencetak hattrick.

Dalam adu penalti, empat eksekutor Argentina berhasil menjalankan tugas dengan baik, sementara dua algojo Prancis menemui kegagalan. Final ini dikenang sebagai salah satu yang paling menegangkan dalam sejarah Piala Dunia.