TVRINews - Jakarta, Indonesia

Ada 15 pemain dari 8 tim peserta Piala Dunia memiliki latar belakang yang erat dengan Amerika Serikat.

Amerika Serikat boleh jadi memiliki segalanya. Namun, soal pilihan hati membuat sejumlah pemain berpaling dari Paman Sam dan memilih negara lain. Setidaknya, inilah yang terjadi terhadap sejumlah pemain dari negara kontestan yang akan tampil di Piala Dunia 2026.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni 2026 nanti memang menjadi momen "pulang kampung" bagi para pemain yang memiliki darah Amerika Serikat.

Alasan para pemain ini memilih negara leluhur berbeda-beda. Situasi mereka juga berbeda. Ada yang lahir di Amerika Serikat tapi memilih negara asal orangtua. Atau ada yang meman lahir di luar Amerika Serikat dan punya kemungkinan bermain untuk The Stars and Stripes karena darah keluarga.

Berikut ini, TVRI menampilkan 15 pemain dari delapan tim kontestan yang memiliki pemain berlatar belakang Amerika Serikat, seperti tempat lahirnya hingga faktor keluarga. Mereka yang tidak memilih Amerika Serikat. Siapa saja para pemain tersebut?

1. Bosnia Herzegovina: Esmir Bajraktarevic

Sukses Bosnia Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menang adu penalti atas Italia, berarti pula membuat Esmir Bajraktarevic akan bermain di negeri kelahirannya, Amerika Serikat.

Ini menjadi cukup aneh karena sejak kecil dia sudah mengenal negeri kelahirannya ini. Bahkan, kariernya di klub New England Revolution sejak 2022 hingga 2025 sebelum dia pergi bergabung ke klub Belanda, PSV Eindhoven.

Esmir Bajraktarevic memang lahir di Winconsin, Amerika Serikat. Namun, pemain berusia 21 tahun ini memilih untuk memperkuat negara asal orangtuanya, Bosnia dan Herzegovina. Semua itu karena kisah keluarganya di masa lalu yang menggugah hatinya. Meski tidak mengalami namun Esmir Bajraktarevic memiliki bayangan yang kuat tentang perjuangan para orangtua dan keluarganya tentang tragedy 11 Juli 1995, saat terjadi pembantaian di Sebrenica, Bosnia.

Ketika itu, ribuan pria dan anak laki-laki dibunuh oleh tentara Serbia. Keluarga Esmir Bajraktarevic bersama sekitar 20 ribu warga lainnya meninggalkan kota tersebut. Esmir Bajraktarevic sendiri tentu belum lahir ketika itu. Setelah orangtuanya bermigrasi ke Amerika Serikat pada 2001, Esmir Bajraktarevic lahir pada 10 Maret 2005 di Wisconsin, Amerika Serikat.

2. Kanada: Jonathan David

Di Timnas Kanada ada Jonathan David, penyerang berusia 26 tahun. Bintang yang kini memperkuat Juventus tersebut sudah memilih Kanada sebagai timnas pilihannya meski dia lahir di New York, Amerika Serikat pada Januari 2000 silam.

Pilihan Jonathan David terhadap Kanada cukup unik karena dirinya memiliki kedekatan yang personal terhadap negara ini. Ya, meski lahir di New York, David sejak usia enam tahun tumbuh besar di Ottawa, Kanada.

Karena itulah, dia merasakan koneksi personal yang kuat dengan Kanada dibandingkan dengan kota atau negeri kelahirannya di Amerika Serikat. Kanada negeri yang menyambut orangtuanya yang merupakan migran dari Haiti. Karena itu, dia ingin membayar semua itu sebagai rasa terima kasihnya.

3. Inggris: Trent Alexander-Arnold

Ya, Trent Alexander-Arnold pernah memiliki kesempatan untuk bermain bersama Timnas Amerika Serikat kalau saja dia mau. Namun, tentu, dia telah memilih Timnas Inggris. Trent sudah bermain untuk The Three Lions sejak 2018 silam, 34 laga mencetak empat gol.

Namun, sebelum tahun tersebut, ada momen dia pernah memiliki kesempatan untuk memilih antara Amerika Serikat atau Inggris. Semua itu karena ibunya memiliki darah Amerika Serikat yang berasal dari neneknya, Doreen Carling.

Alexander-Arnold memenuhi syarat untuk bermain untuk Amerika Serikat sebelum melakukan debutnya untuk Inggris. Bisa tampil di Piala Dunia 2026 tentu akan membawanya ke tanah leluhur neneknya. Namun, hingga kini, bintang Real Madrid tersebut disebut-sebut masih kesulitan mendapatkan tempat di skuad Timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel.

4. Jerman: Nathan Brown


Bek kiri Eintracht Frankfurt, Nathaniel Brown, salah satu pemain masa depan Timnas Jerman. Pemain 22 tahun ini berpeluang untuk bermain di negeri kelahiran ayahnya, Amerika Serikat, pada Piala Dunia 2026 nanti.

Nathaniel Brown memang putra dari orangtua ayah asal Amerika Serikat dan ibu asal Jerman. Kariernya di Timnas Jerman dimulai pada 2025 lalu. Sejauh ini, Nathaniel Brown telah bermain dalam tiga pertandingan untuk Timnas Jerman dan dia masih memiliki peluang tampil bersama tim senior Jerman asuhan Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026.

5. Haiti: Derrick Etienne Jr., Belmar Joseph, Duke Lacroix, dan Fafa Picault

Haiti memiliki empat pemain yang lahir di Amerika Serikat. Etienne Jr., putra dari mantan pemain Timnas Haiti, Derrick Etienne, lahir di Richmond, Virginia, dan dibesarkan di New Jersey. Pemain sayap ini bahkan bermain di klub MLS. Namun, dia tidak dapat melupakan Haiti, negara orangtuanya.

Lalu ada Bilmar Joseph, gelandang 20 tahun dari New Jersey. Peluangnya untuk tampil di Piala Dunia 2026 memang lebih sulit karena dia baru tampil dalam beberapa laga dengan Timnas Haiti. Sementara itu, Duke Lacroix juga dibesarkan di New Jersey dan bersekolah di Lawrenceville School, Amerika Serikat. Debut bek sayap ini untuk Haiti terjadi pada 2023.

Fafa Picault lahir di New York dan memiliki momen ketika dia bisa memperkuat Amerika Serikat di semua tingkatan. Meski demikian, dia akhirnya memilih untuk membela Haiti.

6. Jepang: Zion Suzuki dan Taishi Nozowa

Bukan bermaksud membedakan warna kulit, namun cukup melihat Zion Suzuki jelas dia jauh dari profil asal Jepang. Yang menarik, Timnas Jepang memiliki dua kiper yang punya ikatan dengan Amerika Serikat. Selain Zion Suzuki ada Taishi Nozowa. 

Zion Suzuki, pemain 23 tahun, kini adalah kiper nomor 1 Jepang, lahir di Newark, New Jersey, dari ibu Jepang dan ayah Gana. Dia dibesarkan di Jepang dan selalu teguh membela tim Asia tersebut.

Sedangkan Taishi Nozawa adalah putra dari ibu Jepang dan ayah Amerika erikat dan belum melakukan debutnya di tim senior Jepang, tetapi bisa saja berupaya untuk masuk dalam tim asuhan Hajime Moriyasu, yang akan melakukan debutnya pada 14 Juni melawan Belanda di Stadion Dallas.

7. Meksiko: Julian Araujo, Brian Gutierrez, Richard Ledezma, dan Obed Vargas

Bukan situasi yang mengejutkan tentunya karena Amerika Serikat dan Meksiko adalah negara tetangga. Hanya, seringkali ada situasi ketika terjadi perebutan antara federasi sepak bola kedua negara ini terhadap pemain tertentu yang dinilai memiliki potensi bagus.

Sejauh ini, sentimen tersebut masih ada di level fans yang kadang memberikan kritikan pedas. Jika ada pemain muda bertaraf bintang yang memilih Meksiko, fans Amerika Serikat beberapa di antaranya menyatakan bahwa pemain tersebut "tidak berterima kasih" karena dia besar dan berkarier di Amerika Serikat.

Bahkan, keempat pemain tersebut di atas yaitu Julian Araujo, Brian Gutierrez, Richard Ledezma, dan Obed Vargas pernah bermain untuk tim nasional usia muda Amerika Serikat. Obed Vargas, kelahiran Alaska, mewakili Amerika Serikat di tim U-23 tetapi beralih ke Meksiko pada tahun 2024.

Julian Araujo adalah penduduk asli Kalifornia Selatan, tampil satu kali untuk tim senior AS sebelum bergabung dengan Meksiko secara permanen pada tahun 2021, sementara Richard Ledezma, penduduk asli Phoenix, juga pernah bermain satu kali untuk AS sebelum sepenuhnya bergabung dengan El Tri pada 2025.

Gutierrez, yang berasal dari daerah Chicago, menikmati dua pertandingan bersama AS sebelum beralih ke Meksiko pada akhir tahun 2025. Keempat pemain tersebut telah menunjukkan performa gemilang akhir-akhir ini di bawah pelatih Meksiko Javier Aguirre.

8. Selandia Baru: Tyler Bindon

Tyler Bindon lahir di Auckland, Selandia Baru. Ibunya Jenny dan ayahnya Grant Bindon. Kedua orangtuanya adalah atlet. Ibunya bermain 77 kali untk Timnas Wanita Selandia Baru sedangkan ayahnya juga kapten di Timnas voli Selandia Baru.

Dia pindah ke Kalifornia, Amerika Serikat pada usia 12 tahun ketika ibunya yang berkebangsaan Amerika Serikat diangkat menjadi pelatih tim sepak bola wanita di Universitas Kalifornia-Los Angeles.

Bek tengah berusia 21 tahun itu menghabiskan lima tahun di akademi LAFC dan dipanggil ke timnas U-19 Amerika Serikat. Ia menerima panggilan tersebut sebagian untuk menghormati kakeknya, Bill, seorang veteran Perang Vietnam yang dianugerahi dua Purple Heart atas pengabdiannya di Angkatan Darat AS. Meskipun demikian, hati Bindon selalu milik Selandia Baru meski dia memiliki darah Amerika Serikat yang kuat dari ibunya dan kakeknya.