TVRINews - Seattle, Amerika Serikat

Thibaut Courtois menilai Belgia tidak perlu khawatir bila dirinya mundur dari timnas karena kiper muda macam Senne Lammens dan Mike Penders bisa menggantikannya.

Kiper utama Belgia, Thibaut Courtois, mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri karier internasionalnya setelah Piala Dunia 2026. 

Penjaga gawang berusia 34 tahun itu mengaku peluang untuk pensiun dari tim nasional setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko lebih besar dibandingkan melanjutkan pengabdiannya bersama Belgia.

Courtois menyampaikan hal tersebut saat Belgia bersiap menghadapi Mesir pada laga perdana Grup G di Seattle. Pemain Real Madrid itu telah menjadi bagian penting Timnas Belgia selama lebih dari satu dekade sejak menjalani debut internasional pada 2011. Hingga kini, ia telah mengoleksi 109 penampilan bersama tim berjulukan De Rode Duivels tersebut.

Meski belum mengambil keputusan final, Courtois mengakui bahwa dirinya mulai memikirkan masa depan karena faktor usia dan kondisi fisik. Ia mengatakan bahwa kesempatan untuk terus bermain bagi Belgia setelah Piala Dunia 2026 masih terbuka, tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu.

“Saya tidak tahu apakah sekarang waktu yang tepat untuk membicarakan masa depan. Tetapi kemungkinan saya tidak melanjutkan setelah turnamen ini lebih besar daripada kemungkinan saya tetap bermain,” ujar Courtois kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Jumat (12/6/2026).

“Saya masih ingin bermain beberapa tahun lagi. Namun, pada saat yang sama saya juga harus menjaga tubuh. Keluarga saya berada di sini karena ini bisa menjadi turnamen terakhir saya,” ia menambahkan.

Meski demikian, Courtois tidak menutup kemungkinan untuk bertahan lebih lama apabila Belgia mampu tampil impresif di Piala Dunia 2026. Menurutnya, suasana positif di dalam skuad juga akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keputusan.

“Jika kami menjalani Piala Dunia yang bagus, tentu saja itu akan memengaruhi keputusan saya. Jika saya masih merasakan atmosfer yang baik di dalam tim, semuanya masih mungkin. Setelah turnamen nanti, saya perlu berdiskusi dengan pelatih, Direktur Teknik Vincent Mannaert, dan tim dokter,” katanya.

Courtois juga mengungkapkan bahwa pada era pelatih sebelumnya, Domenico Tedesco, ia sempat diberi kesempatan untuk melewatkan beberapa jeda internasional. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari manfaat tambahan waktu istirahat bagi kondisi fisiknya.

“Saya menyadari bahwa selama jeda internasional itu saya bisa beristirahat dan berlatih dengan tenang di pusat kebugaran. Selain itu, dalam satu setengah tahun terakhir saya mengalami lebih banyak masalah fisik kecil dan cedera. Situasi itu membuat saya secara alami mulai memikirkan masa depan,” ia menuturkan.

Courtois bahkan menilai Belgia tidak perlu khawatir apabila dirinya memutuskan mundur dari tim nasional karena sejumlah kiper muda mulai menunjukkan potensi besar.

“Saya mulai mempertimbangkan untuk menyerahkan tongkat estafet. Kami memiliki banyak talenta muda seperti Senne Lammens dan Mike Penders,” ucap Courtois.

Fokus Dulu ke Piala Dunia 2026

Untuk saat ini, fokus Thibaut Courtois tetap tertuju pada Piala Dunia 2026. Ia mengaku berada dalam kondisi prima dan sangat antusias menyambut pertandingan melawan Mesir.

“Ya, saya sangat bersemangat, sama seperti seluruh anggota tim. Saya merasa sangat baik dan tidak sabar untuk segera bermain. Saya juga bekerja sangat keras untuk kembali pulih pada musim semi lalu," Courtois menuturkan. 

"Cedera quadriceps yang saya alami memang sangat disayangkan karena saat itu saya merasa hampir tidak bisa dihentikan. Namun sekarang saya siap mempertahankan level permainan saya dan tetap fokus,” ia menegaskan.

Selain menghadapi Mesir pada 15 Juni, Belgia juga akan berjumpa Iran dan Selandia Baru pada fase Grup G Piala Dunia 2026, masing-masing pada 21 Juni dan 26 Juni mendatang.