Bintang NBA dari klub Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo, menyukai Cristiano Ronaldo (inset) karena kesamaan pola pikir dalam membangun karier. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Inglewood, Amerika Serikat
Bintang NBA Giannis Antetokounmpo lebih menyukai Cristiano Ronaldo ketimbang Lionel Messi karena kesamaan pola pikir dalam membangun karier.
Di setiap olahraga populer, penggemar maupun para ahli selalu mencoba mencari siapa yang atlet cabang tersebut yang berhak mendapatkan gelar “The Greatest”, alias Yang Terbaik.
Hal itu juga terjadi di sepak bola sampai saat ini. Sudah tidak terhitung lagi berapa jumlah debat untuk menentukan siapa yang di antara Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi yang berhak menyandang gelar GOAT atau “Greatest of All Time”, Yang Terbaik Sepanjang Masa.
Bintang liga bola basket terbaik dunia, NBA, Giannis Antetokounmpo, belum lama ini menyatakan pendiriannya tentang masalah ini dan menjelaskan mengapa dia lebih menyukai pemain nyentrik asal Portugal, Ronaldo.
Antetokounmpo berbicara tentang sepak bola bukanlah hal yang aneh. Lagipula, dia orang Eropa. Sebelum mulai berjaya di bola basket, power forward Milwaukee Bucks itu banyak bermain sepak bola selama masa mudanya di Yunani. Kecintaan itu berlanjut hingga kini.
Meskipun Greek Freak (julukan Giannis) paling familiar dengan kancah sepak bola Eropa, ia telah menyesuaikan diri dengan permainan Amerika melalui MLS. Saat ini ia bahkan menjadi bagian dari kelompok minoritas pemilik saham klub Nashville SC.
Peraih gelar Pemain Terbaik NBA (MVP) 2019 dan 2020 ini tentu saja suka mengikuti narasi yang sedang tren dalam olahraga ini dan subjek Ronaldo melawan Messi hanyalah wacana yang tak pernah berakhir.
“Bagi saya, saya lebih mudah dekat dan terkait dengan orang-orang yang mirip dengan saya,” kata Antetokounmpo kepada wartawan di Media Day NBA All-Star 2026 di Inglewood, California, AS, beberapa waktu lalu.
“Kerja keras, disiplin, menjaga tubuh, konsisten, dia sudah 41 tahun, bukan? Namun masih bisa bermain dengan level tinggi. Jadi, pola pikir saya lebih dekat dengan pola pikir Cristiano Ronaldo.”
Pernyataan juara NBA 2021 itu tentu akan membuat sebagian penggemarnya – yang juga fan Messi – merasa tidak senang. Namun, Antetokounmpo tidak merendahkan salah satu dari mereka (Ronaldo dan Messi) demi yang lain.
Pendapat Giannis tentu tidak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan Messi itu salah, melainkan karena kemampuan Ronaldo yang terhubung dengan dirinya sendiri sebagai lebih dari sekadar atlet.
Giannis bahkan mengakui bahwa bakat luar biasa Messi mungkin cukup untuk menjadikannya pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.
“Saya kira Messi memiliki bakat murni. Dengan kerja keras dan disiplin sepanjang karier, ia mampu konsisten berada di atas. Ia mungkin pemain terbaik sepanjang masa,” tutur Antetokounmpo.
Ronaldo telah bekerja tanpa henti untuk mendongkrak dirinya menjadi salah satu atlet dengan bentuk fisik terbaik di dunia.
Bahkan di usia yang sudah di atas 40 tahun, kapten timnas Portugal itu masih salah satu atlet dengan kondisi terbaik di dunia. Semua itu tidak ia raih dalam semalam. Butuh dedikasi level ekstrem dan kerja keras terus menerus.
Antetokounmpo sangat memahami bagaimana rasanya melakukan apa yang sudah dikerjakan Ronaldo, mengingat itulah yang dibutuhkan untuk mencapai posisinya sekarang di NBA.
Dari situ, untuk bersikap adil, ia menyarankan perdebatan tentang GOAT dalam sepak bola seharusnya selalu menjadi kasus “selera masing-masing”.