Kapten Timnas Jerman, Joshua Kimmich. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - New York, Amerika Serikat
Layanan transportasi hasil patungan para pemain Jerman ini ditargetkan mampu mengakomodasi sebanyak 4.000 suporter pemegang tiket pertandingan.
Lonjakan biaya operasional dan akomodasi sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 yang dikritik banyak pihak karena dinilai terlalu mahal memicu aksi nyata dari skuad tim nasional Jerman. Demi meringankan beban finansial para pendukung setianya, armada Die Mannschaft berinisiatif menyediakan fasilitas bus gratis untuk laga kontra Ekuador, 26 Juni mendatang.
Langkah solutif ini diambil setelah adanya gelombang protes terkait inflasi harga tiket transportasi umum di kota-kota penyelenggara, khususnya di kawasan New York dan New Jersey. Pihak manajemen tim berharap bantuan tersebut dapat menjaga kehadiran basis suporter Jerman di stadion untuk membakar semangat bertanding para pemain.
Gelombang kritik mengenai tingginya biaya yang harus dikeluarkan penonton di Piala Dunia 2026 sebenarnya sudah mengemuka sejak beberapa bulan sebelum turnamen akbar ini resmi dimulai. Selain banderol tiket masuk stadion yang harganya dinilai tidak terkendali, biaya transportasi lokal dari penginapan menuju arena pertandingan juga menjadi sorotan tajam.
Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di wilayah New York dan New Jersey yang memegang peran vital sebagai salah satu kota tuan rumah utama sekaligus lokasi laga final. Saat ini saja, tarif tiket bus menuju ke kawasan New York Stadium sudah dipatok menyentuh angka 20 dolar AS atau sekitar Rp360 ribu untuk sekali perjalanan.
Kenaikan tarif yang paling tidak masuk akal terlihat pada moda transportasi kereta api khusus yang dikelola oleh otoritas setempat. Tiket kereta NJ Transit pergi-pulang, para suporter kini harus merogoh kocek sedalam 98 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta.
Lonjakan ini terasa sangat mencekik kantong wisatawan mengingat pada hari-hari normal di luar turnamen, harga tiket untuk rute yang sama hanya berada di angka 12,9 dolar AS atau sekitar Rp232 ribu. Situasi ini langsung memicu keluhan massal dari ribuan suporter asing yang datang dari berbagai belahan dunia untuk mengawal tim nasional mereka.
Para pemain Jerman menyadari sepenuhnya ongkos transportasi lokal yang melambung tinggi ini berpotensi menjadi salah satu komponen beban perjalanan terbesar bagi penggemar mereka. Bagi publik sepak bola Jerman, realitas tersebut terasa sangat kontras dan berbanding terbalik dengan kenyamanan yang dirasakan pada turnamen internasional sebelumnya.
Ketika Jerman bertindak sebagai tuan rumah Piala Eropa 2024, pihak pemerintah memberlakukan kebijakan ramah dompet dengan menggratiskan seluruh angkutan umum bagi pemegang tiket pertandingan. Perbedaan regulasi yang mencolok di Amerika Serikat ini memaksa para pemain senior untuk turun tangan mencari jalan keluar secara mandiri.
Diinisiasi langsung oleh jajaran pemain senior dan dipimpin oleh kapten, Joshua Kimmich, skuad Jerman sepakat menyisihkan dana pribadi untuk membantu memangkas biaya perjalanan fan. Langkah konkret tersebut diumumkan melalui surat elektronik massal kepada seluruh anggota kelompok suporter resmi tim nasional Jerman.
Dalam pesan digital tersebut, skuad Jerman menyatakan telah menyewa armada bus khusus yang dapat dinikmati secara gratis oleh para pendukung yang sudah memegang tiket laga. Fasilitas itu ditargetkan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi bagi sekitar 4.000 suporter yang akan memerahkan tribune stadion.
Layanan transportasi gratis ini disiapkan secara khusus untuk pertandingan ketiga Die Mannschaft di fase grup melawan Ekuador yang bertempat di New York Stadium. Duel ini akan menentukan bagi langkah Jerman setelah terlebih dahulu menyelesaikan tantangan dari Curacao dan Pantai Gading.
"Dukungan kalian berarti segalanya buat kami. Kami sepenuhnya menyadari pengorbanan-pengorbanan kalian untuk bergabung dengan kami musim panas ini, terutama secara finansial," tulis email yang dikirimkan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) ke para suporternya.
Para pemain menegaskan aksi ini merupakan bentuk timbal balik atas loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan fan yang rela terbang melintasi Samudra Atlantik. Mereka berharap inisiatif tersebut dapat sedikit mengurangi beban pikiran para suporter di tengah tingginya biaya hidup di New York.
"Itulah sebabnya, sebagai sebuah tim, kami ingin memberikan sesuatu sebagai balasan dan membantu kalian terkait perjalanan yang menantang ke stadion di New York. Untuk pertandingan grup melawan Ekuador pada 25 Juni di New Jersey, kami sudah mengatur layanan bus antar-jemput gratis untuk kalian."
Langkah simpatik yang ditunjukkan skuad Jerman langsung mendapat apresiasi luas dari berbagai komunitas suporter di Eropa. Gerakan ini dinilai sebagai contoh nyata dari hubungan emosional yang sehat antara pesepak bola profesional dan para pendukungnya.
"Kami harap ini membuat sebagian kecil dari perjalanan besar kita sedikit lebih mudah. Sampai jumpa di New York! Dari tim nasional kalian," demikian bunyi kalimat penutup dalam surat elektronik yang bernada hangat tersebut.
Mengingat kuota yang disediakan terbatas untuk 4.000 orang, pihak DFB memberlakukan sistem seleksi yang ketat namun tetap adil bagi seluruh pemohon. Jika jumlah pendaftar bus gratis ini melebihi kapasitas kursi yang tersedia, maka penentuan pemenang dilakukan secara acak lewat sistem pengundian.