TVRINews - Seattle, Amerika Serikat

Axel Witsel merupakan salah satu pemain dengan karier internasional terpanjang yang tampil di Piala Dunia tahun ini. Ia adalah bagian dari generasi emas Belgia pada 2014 dan 2018.

Gelandang senior Belgia, Axel Witsel, merasakan adanya semangat baru di dalam skuad negaranya menjelang Piala Dunia 2026. Pemain berusia 37 tahun itu yakin Belgia telah belajar dari kegagalan pada edisi sebelumnya dan kini memiliki peluang untuk tampil lebih baik di turnamen yang berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Witsel merupakan salah satu pemain dengan karier internasional terpanjang yang tampil di Piala Dunia tahun ini. Ia melakoni debut bersama Tim Nasional Belgia pada 2008 dan kini menjalani penampilan keempatnya di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Sepanjang kariernya, Witsel menjadi bagian dari generasi emas Belgia yang berhasil mencapai perempat final Piala Dunia 2014 di Brasil dan menembus semifinal pada edisi 2018 di Rusia. Namun, ia juga merasakan kekecewaan saat Belgia tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar, hasil yang jauh di bawah ekspektasi publik.

Setelah kegagalan tersebut, Witsel sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional. Namun, ia kemudian dibujuk untuk kembali memperkuat Belgia pada Piala Eropa 2024. Meski saat itu lebih banyak berperan sebagai pelapis, ia kembali mendapat tempat dalam skuad yang dibawa ke Piala Dunia 2026.

“Saya sangat senang berada di sini. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk tampil di empat Piala Dunia, dan saya bangga dengan pencapaian itu,” ujar Witsel kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6/2026).

“Ketika saya melihat skuad ini, mungkin situasinya mirip dengan tim Belgia pada 2014 di Brasil. Ada perpaduan antara pemain berpengalaman dan generasi baru, serta atmosfer yang sangat baik di dalam kelompok,” ia menambahkan.

Witsel juga memberikan pujian kepada pelatih Belgia, Rudi Garcia, yang mulai menangani tim pada awal tahun lalu. Menurutnya, pelatih asal Prancis itu berhasil membangkitkan kembali energi dan semangat di dalam skuad. “Rudi Garcia berhasil memberikan energi baru kepada seluruh tim,” kata Witsel.

“Begitu saya kembali ke Timnas Belgia saat ini, saya langsung merasakan sesuatu yang positif, semacam percikan semangat tambahan, terutama sejak awal persiapan kami," ia menambahkan. 

Witsel juga tidak menyesal membatalkan keputusannya sendiri yang sempat menyatakan pensiun dari tim nasional usai Piala Dunia 2022 lalu. "Bermain di Piala Dunia tetap merupakan level tertinggi dalam sepak bola. Saya menyadari betapa pentingnya menjadi bagian dari ajang sebesar ini.”

Meski statusnya kini tidak lagi sebagai pemain inti yang tak tergantikan, Witsel mengaku menerima peran barunya dengan lapang dada. Setelah mengalami degradasi bersama klub Spanyol, Girona FC, pada akhir musim lalu, ia lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti di tim nasional.

“Saya tahu peran saya sekarang berbeda dibandingkan sebelumnya. Pelatih tahu bahwa dia bisa mengandalkan saya, baik sebagai starter maupun ketika masuk dari bangku cadangan. Saya siap membantu tim, dan itulah alasan saya berada di sini,” ujarnya.

Menurut Witsel, kekuatan terbesar Belgia saat ini bukan hanya kualitas individu pemain, melainkan kekompakan yang terbangun di ruang ganti.

“Hal yang paling penting adalah tim. Tidak ada ego di dalam skuad ini. Kami bukan tipe kelompok seperti itu. Karena itulah suasana di dalam tim sangat baik,” ia menegaskan.

Belgia akan memulai perjuangan mereka di Grup G dengan menghadapi Mesir di Seattle pada Senin waktu setempat atau Selasa (16/6/2026) pagi WIB. Laga tersebut akan menjadi ujian pertama bagi skuad asuhan Rudi Garcia untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar telah bangkit dari kekecewaan empat tahun lalu dan siap menjadi salah satu kuda hitam di Piala Dunia 2026.