TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Carlo Ancelotti menjanjikan perkembangan Brasil di laga Piala Dunia 2026 berikutnya.

Brasil harus puas bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium pada Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Pelatih Carlo Ancelotti meminta publik tidak terburu-buru memberi penilaian.

Tak sedikit yang mengkritik performa Brasil. Penyerang Maroko, Ismael Saibari, lebih dulu mencetak gol pada menit ke-21. Beruntung, berselang 11 kemudian Vinicius Junior mampu menyamakan kedudukan dan bertahan hingga laga usai.

Ancelotti tak memungkiri, hasil ini jauh dari harapan publik dan timnya sendiri. Ia melihat para pemain terlihat sedikit cemas dan gugup di menit-menit awal babak pertama.

Juru taktik asal Italia itu memaklumi situasi yang dialami para pemain. Ia ingin anak asuhnya bangkit dan memperbaiki segala kekurangan yang ada di dalam tim untuk laga berikutnya.

“Saya pikir ini adalah pertandingan yang sulit, terutama di awal. Saya rasa tim sedikit cemas dan gugup. Kami tidak bermain dengan baik, tetapi kami tidak boleh kehilangan semangat. Ini adalah pertandingan pertama di Piala Dunia dan kami tidak bisa berharap tim tampil sempurna sejak awal,” kata Ancelotti, dikutip dari France24.

Secara keseluruhan, Ancelotti menilai performa tim berjuluk Canarinha saat menghadapi Maroko tidaklah buruk. Di babak kedua mereka memperbaiki gaya bermain dan berhasil menciptakan beberapa peluang berbahaya.

Rasa optimistis yang ditunjukkan Ancelotti bukannya tanpa alasan. Brasil masih memiliki dua pertandingan lagi di Grup C melawan Skotlandia dan Haiti, dan momen itu akan dimaksimalkan untuk mencari formula terbaik.

“Itulah hasil yang kami dapatkan. Hasilnya tidak buruk, tetapi kami akan terus berkembang mulai pertandingan kedua. Anda tidak memenangkan Piala Dunia hanya berdasarkan pertandingan pertama,” ujarnya.

Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan membawa beban yang berat. Vinicius dan kawan-kawan diharap mampu mengakhiri penantian merebut gelar juara turnamen sepak bola terakbar sejagat ini.

Terakhir kali Brasil mampu menduduki podium puncak adalah Piala Dunia 2002. Namun dalam edisi-edisi setelah itu, mereka selalu mengalami kegagalan untuk mengulang prestasi serupa.