TVRINews – San Fransisco, Amerika Serikat

Penggunaan teknologi VAR dalam pertandingan Qatar vs Swis banyak dipertanyakan.

Pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 Qatar vs Swis yang berlangsung di San Francisco Bay Area, Amerika Serikat pada Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu (14/6/2026) dini hari WIB, menyisakan kontroversi besar terkait keputusan video assistant referee (VAR) yang berujung pada penalti.

Pada menit ke-17, Swis mendapatkan penalti dari wasit karena Remo Freuler berbenturan dengan kiper Qatar, Mahmud Abunada. Breel Embolo yang menjadi algojo sukses menuntaskan tugasnya dengan baik.

Namun, dalam tayangan ulang proses terjadinya penalti, Freuler terlihat sudah berada dalam posisi off-side terlebih dulu. VAR kemudian melakukan pemeriksaan, tetapi tidak menampilkan visualisasi garis off-side kepada publik.

Situasi tersebut memicu kritik dari sejumlah pengamat sepak bola. Mantan pemain Inggris, Gary Neville, mempertanyakan alasan FIFA tidak menunjukkan bukti visual dari teknologi yang digunakan.

"Mereka memiliki bukti dari keputusan otomatis itu. Mengapa mereka tidak menunjukkannya kepada kami?" kata Neville, dikutip dari Talk Sport.

Kritik juga datang dari mantan penyerang Arsenal, Ian Wright, yang menyebut tidak adanya penayangan visual off-side sebagai sesuatu yang "memalukan". Turnamen sebesar Piala Dunia mestinya mampu memperlihatkan kecanggihan teknologi pertandingan.

Sementara komentator ITV, Lee Dixon, mengaku terkejut keputusan penalti tetap diberlakukan oleh wasit. "Pasti ada yang salah dengan monitor saya," ujarnya.

Mantan wasit FIFA, Keith Hackett, ikut menyoroti insiden tersebut melalui media sosial X. Ia menilai wasit semestinya menganulis gol Swis karena Freuler terlebih dulu dalam posisi off-side. "Gol ini seharusnya dianulir karena off-side. Teknologinya gagal," tulisnya.

Di tengah gelombang kritik tersebut, analis perwasitan ITV, Christina Unkel, justru membela keputusan yang diambil. Menurutnya, FIFA hanya menampilkan grafik offside semi-otomatis jika VAR mengubah keputusan wasit di lapangan.

"Teknologi yang diterapkan di Piala Dunia ini berada pada level yang lebih tinggi sehingga hasilnya akan lebih tajam dan lebih presisi," kata Unkel.

Qatar akhirnya terhindar dari kekalahan berkat sundulan Boualem Khoukhi pada menit ke-94. Gol tersebut memastikan kedua tim harus puas bermain imbang 1-1 pada laga pertama di Grup B Piala Dunia 2026.