TVRINews – New Jersey, Amerika Serikat

Brasil terlambat panas saat menghadapi Maroko dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026.

Vinicius Junior mengakui Brasil memulai pertandingan melawan Maroko dengan buruk. Mereka terlambat panas sehingga lawan berhasil mendominasi penguasaan bola dan mencetak gol lebih dulu.

Duel Grup C Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New Jersey Stadium pada Sabtu (13/6/2026) waktu setempat atau Minggu (14/6/2026) pagi WIB tersebut berkesudahan dengan skor imbang 1-1.

Ismael Saibari membuka keunggulan Maroko pada menit ke-21. Berselang 11 menit, tembakan keras Vinicius dari dalam kotak penalti berhasil membuat kedudukan menjadi imbang.

Penyerang Real Madrid itu mengatakan, tidak mudah untuk menjalani pertandingan pertama di Piala Dunia. Para pemain masih terlihat tegang dan itu memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

"Kami memulai pertandingan dengan sangat buruk. Kami kebobolan gol pertama dan setelah itu terjadi, sulit untuk kembali menemukan ritme permainan. Ini pertandingan pertama dan memang selalu sulit," kata Vinicius usai pertandingan, dikutip dari France24.

Meski gagal mengamankan tiga poin, Vinicius menolak pesimistis dengan langkah Brasil selanjutnya. Masih tersisa dua pertandingan melawan Skotlandia dan Haiti di Grup C, dan ia yakin permainan tim akan berkembang.

"Kami harus berkembang dan terus bertumbuh karena kompetisi ini baru saja dimulai. Ini adalah Piala Dunia, tidak ada pertandingan yang mudah," tutur pemain berusia 25 tahun tersebut.

Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan menyandang beban berat. Skuad asuhan Carlo Ancelotti diharap mampu menghentikan penantian gelar juara yang terakhir kali didapat pada 2002.

Vinicius tak mau terlalu banyak bicara mengenai segala kemungkinan yang akan dialami Brasil dalam turnamen kali ini. Yang penting menurutnya adalah tim segera bangkit dan memperbaiki segala kekurangan.

"Saya rasa tidak banyak yang bisa dikatakan sekarang. Saya pikir kami benar-benar harus meningkatkan permainan kami," ujarnya.

Catatan statistik memperlihatkan betapa ketatnya pertandingan Brasil vs Maroko. Tim berjuluk Canarinha melakukan penguasaan bola sebanyak 51 persen, berbanding 49 persen milik Maroko.

Dalam urusan melepaskan tembakan ke gawang lawan, perbedaannya juga tipis. Brasil melakukannya 13 kali dengan lima yang mengarah ke sasaran. Sementara Maroko membukukan tiga tembakan mengarah ke sasaran dari 14 kali percobaan.