Timnas Swis Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Jakarta
Swis sudah lama tidak memenangi pertandingan babak gugur Piala Dunia.
Swis menorehkan sejarah baru usai mengalahkan Aljazair dengan skor 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Kanada, Jumat (3/7/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan mereka melangkah lebih jauh, tetapi juga mengakhiri penantian selama 88 tahun.
Terakhir kali Swis memenangi laga babak gugur Piala Dunia adalah pada edisi 1938. Setelah itu, mereka tujuh kali lolos dari fase grup, tetapi selalu tersingkir pada pertandingan pertama.
Kemenangan atas Aljazair juga membuat Swis mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil meraih tiga kemenangan beruntun di ajang Piala Dunia.
Di balik keberhasilan tersebut, nama Breel Embolo kembali menjadi sorotan. Penyerang berusia 29 tahun itu membuka keunggulan tim sekaligus menambah koleksi golnya di Piala Dunia menjadi empat.
Torehan tersebut membuat Embolo kini hanya kalah dari Josef Hugi (enam gol) dan Xherdan Shaqiri (lima gol) dalam daftar pencetak gol terbanyak Swis di Piala Dunia.
Tak hanya itu, gol ke gawang Aljazair juga menjadi gol pembukanya yang ketiga di Piala Dunia. Catatan tersebut menjadikan Embolo sebagai pemain Swis dengan jumlah gol pembuka terbanyak dalam sejarah turnamen.
Johan Manzambi pun ikut mencuri perhatian. Umpan gol yang ia berikan kepada Embolo membuatnya menjadi pemain Swis pertama yang terlibat langsung dalam lima gol di satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik rinci Opta dimulai pada 1966.
Pencapaian itu terasa semakin istimewa karena Manzambi baru berusia 20 tahun 261 hari. Ia menjadi pemain termuda yang mencatat lima kontribusi gol di Piala Dunia sejak 1966. Bahkan, di abad ke-21, hanya Thomas Muller (Jerman) yang mampu membukukan kontribusi lebih banyak saat masih berusia di bawah 21 tahun, yakni delapan kontribusi gol pada Piala Dunia 2010.
Laga ini juga menjadi momen bersejarah bagi Granit Xhaka. Gelandang sekaligus kapten Swis itu mencatatkan penampilan internasional ke-150 bersama tim nasional, menjadikannya pemain pertama yang mencapai angka tersebut dalam sejarah negaranya.
Produktivitas Swis juga layak mendapat apresiasi. Dua gol yang mereka cetak ke gawang Aljazair menjadi kali pertama mereka mencetak dua gol dalam satu pertandingan babak gugur Piala Dunia sejak menghadapi Austria pada 1954. Bedanya, jika saat itu Swis harus menyerah 5-7.