Bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Toronto, Kanada
Usai memastikan kemenangan dramatis Portugal atas Kroasia, Cristiano Ronaldo memilih meredam semua pembicaraan mengenai masa depannya.
Cristiano Ronaldo belum ingin membahas masa depannya bersama Timnas Portugal setelah membawa Selecao das Quinas menyingkirkan Kroasia dengan skor 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Laga yang berlangsung di Toronto Stadium, Kanada, Kamis (2/7/2026) waktu setempat itu diwarnai berbagai spekulasi mengenai kemungkinan turnamen ini menjadi penampilan terakhir sang megabintang bersama tim nasional.
Spekulasi tersebut mencuat hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Kakak perempuan Ronaldo, Katia Aveiro, menyebut Piala Dunia 2026 merupakan "last dance" atau tarian persembahan terakhir Cristiano Ronaldo bersama Portugal.
Pernyataan itu langsung menjadi perbincangan luas mengingat usia Ronaldo yang telah menginjak 41 tahun.
Namun, usai memastikan kemenangan dramatis atas Kroasia, Ronaldo memilih meredam semua pembicaraan mengenai masa depannya. Menurutnya, saat ini fokus sepenuhnya adalah membawa Portugal melangkah sejauh mungkin di Piala Dunia.
"Masa depan saya bukanlah hal yang penting saat ini. Saya akan punya waktu untuk membicarakannya. Setelah kami menang atau kalah, saya akan berbicara dengan keluarga saya, lalu saya akan membuat keputusan terbaik," pria berjulukan CR7 itu menuturkan kepada Sport TV, dikutip Jumat (3/7/2026).
"Saya tidak lagi membuat keputusan dalam situasi yang emosional. Sekarang semuanya dilakukan dengan tenang. Saat ini, yang terpenting adalah menikmati momen yang ada," Ronaldo menambahkan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap berbagai spekulasi yang berkembang sebelum pertandingan. Ronaldo menegaskan dirinya tidak ingin mengambil keputusan besar ketika emosinya masih dipengaruhi hasil pertandingan.
Pada laga melawan Kroasia, pemain Al Nassr itu kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin tim. Meski tidak bermain penuh, ia tetap memberikan kontribusi penting dengan mencetak gol melalui titik penalti pada babak kedua.
Gol tersebut menjadi momentum yang mengubah jalannya pertandingan setelah Kroasia sempat menyamakan kedudukan dan membuat Portugal berada dalam tekanan.
Penampilan Ronaldo pun mendapat apresiasi dari FIFA yang menobatkannya sebagai Player of the Match. Meski demikian, berbeda dari biasanya, kapten Portugal itu tidak melayani wawancara di mixed zone dan hanya berbicara kepada pemegang hak siar resmi.
Saat diminta mengulas jalannya pertandingan, Ronaldo mengakui Portugal harus berjuang keras untuk mengatasi perlawanan Kroasia yang tampil disiplin dan berbahaya terutama setelah jeda.
"Hari ini kami harus tahu bagaimana caranya menderita. Untuk memenangkan kompetisi sebesar ini, Anda harus tahu bagaimana menderita. Pertandingan hari ini sangat menghibur bagi para penggemar," ujar mantan bintang Real Madrid dan Manchester United itu.
"Kami mengendalikan permainan dengan cukup baik pada babak pertama, tetapi babak kedua menjadi lebih kacau. Mereka mencetak gol, kami sedikit gugup, tetapi titik balik secara emosional datang ketika kami berhasil mengeksekusi penalti," ia menambahkan.
"Sejak saat itu pertandingan menjadi lebih mudah. Kami masih mengalami beberapa kesulitan, tetapi memang seperti itulah kompetisi ini, dan kami harus terus melangkah maju," ujar Ronaldo.
Portugal sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang babak pertama dengan penguasaan bola yang lebih baik. Tim asuhan Roberto MartÃnez mampu mengontrol tempo permainan dan beberapa kali mengancam pertahanan Kroasia melalui kombinasi lini tengah dan pergerakan para penyerang.
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah jauh lebih terbuka. Kroasia meningkatkan intensitas serangan dan berhasil mencetak gol penyama kedudukan sehingga membuat Portugal sempat kehilangan ritme permainan. Situasi itu membuat laga berlangsung lebih emosional dengan kedua tim saling menciptakan peluang.
Momentum kemudian datang ketika Portugal memperoleh hadiah penalti. Ronaldo yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Gol tersebut sekaligus menjadi suntikan moral bagi rekan-rekannya hingga mampu mengendalikan pertandingan kembali, dan akhirnya unggul 2-1 melalui gol pemain pengganti, Goncalo Ramos, pada masa injury time.