TVRINews - New York, Amerika Serikat

Dalam usia 39 tahun, peluang Messi tampil kembali di Piala Dunia 2030 sangat kecil. Namun, ia belum memberikan keputusan resmi terkait masa depannya di Timnas Argentina. 

Lionel Messi mengakui rasa sakit yang dialaminya setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026 begitu dalam. 

La Albiceleste harus menerima kekalahan 0-1 dari Spanyol pada laga final di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, setelah Ferran Torres mencetak gol penentu kemenangan pada masa perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal mengulang kesuksesan yang mereka raih pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Bagi Messi, hasil ini juga memperpanjang catatan pahitnya di partai puncak turnamen sepak bola terbesar dunia. Sebelumnya, Argentina kalah 0-1 dari Jerman pada final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Dalam usia 39 tahun, peluang bintang Argentina itu untuk tampil kembali di Piala Dunia 2030 sangat kecil. Namun, pemain Inter Miami itu belum memberikan keputusan resmi terkait masa depannya bersama tim nasional Argentina.

Melalui unggahan terbarunya di media sosial, Messi mengungkapkan betapa berat menerima kegagalan tersebut. "Rasa sakitnya sangat dalam, dan luka ini akan membutuhkan waktu untuk sembuh. Namun, saya juga tetap berpegang pada semua hal baik yang kami dapatkan," kata Messi melalui caption foto di akun media sosial resminya.

Kapten Argentina itu mengatakan perjalanan timnya di Piala Dunia 2026 tetap menjadi sesuatu yang patut dibanggakan. Menurut Messi, perjuangan para pemain Argentina sepanjang turnamen akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

"Pertandingan-pertandingan yang kami balikkan dengan memberikan segalanya, momen-momen yang akan tetap ada dalam ingatan kami selamanya, serta dukungan dari seluruh negara yang, bersama kerja keras dan usaha tim ini, membawa kami kembali berada di antara tim-tim terbaik dunia," ujar Messi.

Argentina memang menunjukkan mental juara sepanjang turnamen. Mereka berhasil melewati laga-laga sulit di fase gugur, termasuk melakukan comeback melawan Mesir dan Inggris sebelum akhirnya takluk dari Spanyol di final.

Messi tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026 dengan kontribusi delapan gol dan empat asis. Ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan Argentina hingga mencapai final untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir Piala Dunia.

Meski gagal menjadi juara, Messi menilai pencapaian Argentina tetap luar biasa karena mampu mencapai dua final Piala Dunia secara beruntun.

"Sulit untuk sepenuhnya menghargai pencapaian kami saat ini, tetapi kelompok ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut," katanya. Messi juga mengapresiasi dukungan masyarakat Argentina yang terus memberikan semangat kepada tim Albiceleste.

"Terima kasih dari lubuk hati saya untuk setiap ucapan dan pesan yang diberikan. Sekali lagi, kami berhasil menyatukan sebuah negara dan berdiri bersama, berbagi kebanggaan luar biasa sebagai orang Argentina," ucapnya.

Selain itu, Messi turut memberikan penghormatan kepada Spanyol yang berhasil menjadi juara dunia untuk kedua kalinya setelah kemenangan pertama pada 2010.

"Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilan memenangkan kejuaraan ini," Messi menuliskan.

Enzo Fernandez Juga Sampaikan Pesan

Sementara itu, gelandang Argentina, Enzo Fernandez, juga menyampaikan pesan setelah pertandingan. Enzo mendapat kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua karena pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi dan harus meninggalkan lapangan.

Melalui media sosial, Enzo mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya sudah memberikan segalanya untuk Argentina.

"Selama bertahun-tahun, kelompok ini telah mewakili kami dengan cara terbaik. Ini mengajarkan bahwa berkompetisi bukan hanya tentang menang; tetapi tentang memberikan segalanya untuk jersei ini dan tidak pernah menyerah," demikian pernyataan Enzo.

Ia menambahkan bahwa para pemain Argentina tetap bangga dengan perjuangan mereka sepanjang turnamen. "Kami berjuang demi negara ini dengan kebanggaan, kerendahan hati, dan komitmen," ujar Enzo.

Usai laga final, FIFA juga menunjuk jaksa disiplin dan etika untuk menyelidiki insiden keributan antara pemain kedua tim setelah peluit akhir berbunyi.