Timnas Panama bersiap menatap Piala Dunia FIFA 2026 dengan penuh optimisme. Turnamen kali ini menjadi yang kedua sepanjang sejarah bagi Los Canaleros, setelah debut mereka pada edisi 2018.

Panama di bawah arahan pelatih asal Denmark, Thomas Christiansen, menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi zona CONCACAF. Mereka mencatatkan empat kemenangan dari empat laga di fase grup pertama, lalu melanjutkan tren positif dengan tidak terkalahkan di fase grup kedua untuk memastikan tiket ke putaran final dengan relatif nyaman.

Beberapa tim seperti Suriname, Guatemala, dan El Salvador harus tersingkir dalam proses tersebut. Panama pun bergabung dengan Haiti, Curacao, serta tiga tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—sebagai wakil kawasan.

Pada penampilan sebelumnya di Piala Dunia 2018, Panama harus menelan tiga kekalahan di fase grup, masing-masing dari Belgia, Inggris, dan Tunisia. Meski demikian, mereka tetap mencatat sejarah dengan mencetak dua gol pertama di ajang tersebut.

Performa Panama terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Meski sempat kalah melalui adu penalti dari Honduras di ajang Piala Emas CONCACAF, mereka mencatat rekor tak terkalahkan dalam 12 pertandingan kompetitif sepanjang 2025. Kekalahan dari Meksiko dalam laga uji coba pada Januari menjadi satu-satunya noda dalam 14 pertandingan terakhir mereka.

Tergabung di Grup L pada penyisihan grup Piala Dunia 2026, Panama akan menghadapi salah satu unggulan grup, Inggris, dalam laga yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni. Meski tidak diunggulkan, skuad Panama dikenal memiliki pengalaman yang cukup mumpuni.

Selain Inggris, Panama juga harus bisa mengatasi dua tim kuat lainnya, Gana dan Kroasia, untuk lolos dari penyisihan grup.

Dalam skuad terbaru untuk laga uji coba Maret melawan Afrika Selatan, terdapat setidaknya tiga pemain yang telah mencatat lebih dari 100 caps bersama tim nasional. Kapten tim, Anibal Godoy, bahkan telah mengoleksi 159 penampilan internasional.

Selain itu, bek berusia 35 tahun Eric Davis menjadi satu-satunya pemain dalam skuad yang saat ini bermain di liga domestik Panama. Selebihnya, mayoritas pemain tersebar di berbagai klub di kawasan Amerika dan dunia berbahasa Spanyol, mencerminkan karakter tim yang sarat pengalaman internasional.

Dengan kombinasi pengalaman dan momentum positif, Panama berharap bisa melampaui pencapaian mereka di 2018 dan menciptakan sejarah baru di panggung dunia.