Skuad Vatreni, julukan Timnas Kroasia, menunjukkan saat lolos ke Piala Dunia 2026 dengan relatif mudah, memenangkan hampir semua pertandingan di Grup L, dengan hanya satu hasil imbang melawan Timnas Republik Ceko.

Kroasia di atas kertas mungkin tidak termasuk yang terkuat di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu. Namun, dengan catatan finis sebagai runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada 2022, Kroasia tetap layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat.

Namun demikian, Piala Dunia kali ini kemungkinan besar akan menjadi panggung terakhir bagi Luka Modric. Gelandang berusia 40 tahun itu diperkirakan tidak akan tampil lagi di turnamen besar berikutnya.

Tapi, Modric bukanlah satu-satunya pemain berpengalaman dalam skuad ini. Nama-nama seperti Ivan Perisic (37 tahun) dan Andrej Kramaric (34 tahun) masih menjadi bagian penting tim dan tetap masuk dalam skuad untuk kamp pelatihan bulan Maret.

Sementara itu, bek muda berbakat Josko Gvardiol menjadi salah satu pemain paling menjanjikan di skuad. Sayangnya, Gvardiol sedang mengalami cedera dan saat ini masih menjalani pemulihan agar bisa berlaga di Piala Dunia 2026, 11 Juni-19 Juli mendatang.

Pada posisi penjaga gawang, Dominik Livakovic yang menjadi pahlawan adu penalti Kroasia pada 2022 masih tetap menjadi bagian dari tim. Saat ini, ia bermain untuk Dinamo Zagreb sebagai pemain pinjaman dari Fenerbahce.

Dari sisi pelatih, karier Zlatko Dalic bersama skuad Vatreni nyaris berakhir bahkan sebelum benar-benar dimulai. Saat ia ditunjuk sebagai pelatih pada 2017, kontraknya disertai syarat bahwa jika Kroasia gagal lolos ke Piala Dunia 2018, posisinya akan dievaluasi oleh federasi.

Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Kroasia tidak hanya berhasil lolos, tetapi juga melaju hingga final Piala Dunia 2018, termasuk kemenangan dramatis atas Timnas Inggris di semifinal.

Empat tahun kemudian, Dalic kembali membawa Kroasia ke semifinal di Qatar. Kali ini, mereka hanya kalah dari juara akhirnya, Timnas Argentina.

Meski performa Kroasia dalam dua edisi terakhir Piala Eropa kurang memuaskan, federasi tampaknya kembali berharap Dalic mampu menghadirkan “keajaiban Piala Dunia” di Amerika Utara.

Modric Luar Biasa

Turnamen ini terasa seperti akan menjadi penampilan terakhir Luka Modric di level internasional, meskipun anggapan tersebut sudah muncul selama beberapa tahun terakhir dan belum juga terbukti.

Peraih Ballon d'Or 2018 itu telah menjadi sosok luar biasa bagi negaranya. Ia memimpin Kroasia mencapai dua semifinal Piala Dunia berturut-turut, serta membawa timnya melaju hingga final pada 2018.

Dengan karier yang begitu gemilang, Modric tentu akan menutup perjalanan sepak bolanya dengan rasa bangga yang besar.