TVRINews – Kansas City, Amerika Serikat

Breel Embolo diusir keluar lapangan oleh wasit dalam pertandingan melawan Argentina.

Breel Embolo mengakhiri kisahnya di Piala Dunia 2026 dengan tangisan. Penyerang berusia 29 tahun tersebut diusir keluar lapangan oleh wasit dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swis di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Embolo mendapat kartu kuning keduanya saat pertandingan memasuki menit ke-72, atau lima menit sebelum Swis berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak Dan Ndoye. Ia dinyatakan melakukan diving oleh wasit Joao Pedro Silva Pinheiro saat berduel dengan gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Awalnya wasit menganggap Paredes melakukan pelanggaran terhadap Embolo dan memberikannya kartu kuning. Namun, dari ruangan Video Assistant Referee (VAR) ada permintaan agar dilakukan tinjauan ulang melalui layar monitor karena Embolo terindikasi melakukan diving.

Setelah dilakukan tinjauan, wasit mengubah keputusannya. Embolo terlihat telah menjatuhkan diri terlebih dulu sebelum terjadi kontak fisik dengan Paredes. Insiden itu membuatnya dianggap diving dan layak mendapat kartu kuning.

Pemain Swis yang terkejut dengan keputusan wasit langsung melakukan protes. Namun, Pinheiro yang berasal dari Portugal tetap pada keputusannya. Ia menginstruksikan Embolo untuk meninggalkan lapangan, karena pada menit ke-44 sudah menerima hukuman serupa.

Keputusan wasit tersebut membuat Embolo menangis. Ia harus meninggalkan rekan setimnya berjuang dengan 10 pemain menghadapi Argentina yang sebelumnya dapat mereka beri tekanan.

Situasi tersebut berhasil dimanfaatkan Argentina. Lionel Messi dan kawan-kawan berbalik menekan, dan berhasil mencetak dua gol di babak tambahan melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez. Skor akhir duel ini 3-1 untuk kemenangan Argentina.

Pelatih Swis, Murat Yakin, merasa anak asuhnya diperlakukan tidak adil oleh wasit. Diusirnya Embolo keluar lapangan mengubah segalanya, dan mimpi untuk bisa menembus semifinal sirna begitu saja.

"Kami dihukum karena aturan yang menurut saya sama sekali tidak dapat diterima. Saya tidak mengerti, ini sangat menyakitkan," kata Yakin usai pertandingan, dikutip dari Reuters.

"Aturan ini menghancurkan permainan kami hari ini. Dan sayangnya kami harus menerimanya," pelatih berusia 51 tahun itu menambahkan.

Embolo selalu jadi starter lini depan Swis sejak laga perdana Grup B Piala Dunia 2026 melawan Qatar. Melalui enam pertandingan, ia menyumbangkan dua gol dan dua asis untuk tim berjuluk Nati.

Dalam keikutsertaannya di Piala Dunia 2026, Embolo harus melalui drama sulitnya mendapatkan izin masuk ke wilayah Amerika Serikat. Ia tertahan di Bandara Zurich karena adanya permasalahan pada dokumen keimigrasian.

Otoritas bandara mencekal keberangkatan Embolo karena sistem mendeteksi adanya kejanggalan yang memerlukan investigasi lanjutan. Alhasil, ia batal ikut terbang bersama rombongan skuad Swis lainnya.