Tim nasional Austria memiliki rekor unik di Piala Dunia, laga terbanyak tidak pernah mencatat hasil imbang 0-0. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Kansas City, Amerika Serikat
Austria akan menghadapi Spanyol di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Inglewood, Los Angeles, AS.
Mengawali kampanye dari Grup J, Tim Nasional Austria memang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 dengan finis di posisi kedua—di bawah Argentina—hanya berkat selisih gol yang lebih baik daripada posisi ketiga—yang juga melaju ke 32 besar, Aljazair.
Kendati begitu, setelah duel terakhir grup nan sengit melawan Aljazair yang berakhir imbang 3-3 di Kansas City, Amerika Serikat (AS), Minggu (28/06/2026) pagi WIB, Das Nationalteam percaya diri mampu menyulitkan Spanyol yang sudah menunggu di 32 besar pada 2 Juli nanti di Los Angeles Stadium, AS.
Hal itu diungkapkan salah satu pemain senior Austria, David Alaba, sosok yang sangat paham mengenai sepak bola Spanyol.
Sebagai pemain yang selalu tampil sejak awal dalam setiap pertandingan Austria di Piala Dunia serta telah menghabiskan lima musim terakhir di Spanyol bersama Real Madrid, ia berbicara dengan penuh keyakinan dan wawasan.
“Pertandingan ini sangat berarti. Mereka adalah tim yang istimewa, tim dengan kualitas tinggi dalam skuadnya. Sudah pasti ini akan menjadi laga yang sangat berat bagi kami. Lihat saja nanti,” ucap Alaba mengenai arti penting melawan Spanyol, usai laga melawan Aljazair.
Penyerang Austria, Michael Gregoritsch, juga memiliki pandangan serupa. “Kami bukan favorit, namun kami kemiliki peluang sedikit,” tutur penyerang klub Bundesliga, FC Augsburg, itu seperti dikutip media Spanyol, as.com.
Kendati begitu, Alaba juga memiliki keyakinan bahwa Das Nationalteam mampu menantang Spanyol didasari oleh performa solid mereka di turnamen Piala Dunia.
Skuad Austria telah menunjukkan struktur pertahanan yang kokoh, ketajaman dalam penguasaan bola, serta disiplin taktis, yang memberikan mereka peluang nyata di fase gugur.
Menjelang laga fase gugur melawan Spanyol, pandangan Alaba menyoroti perkembangan Austria di bawah sistem permainan mereka. Austria memiliki selisih gol yang impresif serta opsi serangan berbahaya melalui pemain seperti Marko Arnautovic.
Pemain seperti Alaba bisa menjadi sosok kunci dan pemimpin berpengalaman, kemampuannya dalam membaca permainan serta mengoordinasikan lini belakang sangat krusial bagi ketangguhan pertahanan Austria.
Austria sejatinya merupakan ancaman nyata bagi Spanyol di babak 32 besar. Di bawah asuhan Ralf Rangnick, Das Nationalteam tampil sangat terorganisasi, gigih dalam melakukan tekanan, serta berbahaya dalam situasi transisi.
Spanyol melangkah ke fase gugur setelah penampilan yang kurang meyakinkan di babak penyisihan grup, meskipun berhasil tidak kebobolan di tiga laga fase grupnya.
Pun begitu, lini serang juara Piala Dunia 2010 itu kerap kesulitan memanfaatkan peluang saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat, dan mereka juga menunjukkan kerentanan terhadap serangan balik cepat yang terencana.
Jika Austria bermain dengan garis pertahanan rendah dan melancarkan serangan balik kilat, mereka memiliki kemampuan ofensif yang tepat untuk mengeksploitasi garis pertahanan tinggi yang kerap diterapkan Spanyol.
Di atas kertas, Spanyol memang masih lebih diunggulkan. Namun, jika La Roja tampil di bawah performa terbaik atau gagal menembus lini tengah Austria, Austria memiliki kualitas yang lebih dari cukup untuk menciptakan kejutan besar.