Vozinha, membuat 7 penyelamatan dalam debut Tanjung Hijau di Piala Dunia menghadapi favorit juara, Spanyol. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Penyisihan grup menampilkan pemain yang memiliki peran penting bagi sukses timnya melangkah ke 32 besar.
Fase grup Piala Dunia 2026 telah berakhir. Total 72 pertandingan sudah digelar sejak fase grup turnamen ini resmi bergulir pada 11 Juni lalu dan selesai pada Sabtu (27/6/2026) atau Minggu pagi WIB. Kini, Piala Dunia 2026 memasuki babak baru, 32 besar.
Total 32 tim telah mendapatkan tempatnya di fase ini. Semua pertandingan akan sangat menarik tentunya karena mempertemukan bukan hanya antartim Eropa melainkan juga akan menampilkan duel antara sepak bola Eropa dan Amerika Selatan, atau Afrika vs Amerika tengah. Jepang dan Australia menjadi wakil Asia yang berhasil melangkah ke fase ini.
Tim Samurai Biru akan menghadapi Brasil, sebuah laga yang menjanjikan pertarungan menarik antara kekuatan sepak bola Amerika Selatan dan Asia yang tengah terus berkembang dan semakin kuat.
Sepanjang pertarungan fase grup, banyak momen yang telah terjadi. Performa heroik, gol-gol mengesankan, kegembiraan, atau kekecewaan. Kemenangan telak, rekor, dan berbagai fakta yang menarik.
Terkait selesainya fase grup Piala Dunia 2026 pula, TVRI menampilkan Best XI fase grup, atau pemain yang tampil terbaik di posisinya sepanjang fase ini bergulir. Siapa saja mereka? Berikut ini Best XI fase grup Piala Dunia 2026 dengan menggunakan pola 4-3-3:
Kiper: Vozinha (Tanjung Hijau)
Semua tentu setuju kiper ini ditempatkan di bawah mistar dari Best XI. Penjaga gawang Timnas Tanjung Hijau, Vozinha, menyita perhatian besar saat mengawal gawang timnya menghadapi Spanyol.
Vozinha yang berusia 40 tahun, membuat kejutan dengan meredam sejumlah bola tembakan serangan Spanyol dalam laga 15 Juni lalu yang bergulir di Stadion Atlanta Stadium. Total, menurut statistik setelah laga itu, Vozinha telah melakukan 7 penyelamatan krusial! Kunci sukses Tanjung Hijau juga karena dirinya di bawah mistar. Dalam tiga laga fase grup, gawangnya hanya kebobolan saat lawan Uruguai di pertandingan yang berakhir 2-2.
Bek Kanan: Alex Freeman (Amerika Serikat)
Dalam laga terakhir Amerika Serikat di Grup D lawan Turki, Alex Freeman diturunkan sebagai cadangan oleh pelatih Mauricio Pochettino, tepatnya di menit ke-77. Amerika Serikat pun kalah 2-3. Boleh jadi ini hanya kebetulan. Namun, ini menunjukkan Alex Freeman sangat penting bagi Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 ini.
Dia diturunkan di posisi bek kanan di laga lawan Paraguai. Pada pertandingan pertama itu, pemain berusia 21 tahun ini memberikan asis dalam kemenangan 4-1. Di laga kedua lawan Australia saat menang 2-0, Alex Freeman main sebagai bek kanan, dan mencetak satu gol.
Bek Tengah: Aymeric Laporte (Spanyol)
Bek berusia 32 tahun yang mendapat kepercayaan dari pelatih Luis de la Fuente. Spanyol sukses ke 32 besar salah satunya karena pertahanan mereka yang kokoh. Spanyol adalah satu-satunya tim bersama Meksiko yang sepanjang fase grup tidak kemasukan. Tiga laga tiga clean sheet dan pencapaian tersebut karena kehadiran Aymeric Laporte di jantung pertahanan.
Tampil penuh dalam tiga laga fase grup, bintang Athletic Bilbao ini juga mengukir pencapaian dengan asis yang diciptakannya Ketika Spanyol menggulung Arab Saudi di laga kedua dalam kemenangan 4-0. Asis tersebut diberikan untuk terciptanya gol Mikel Oyarzabal.
Bek Tengah: Dayot Upamecano (Prancis)
Bek tengah Bayern Munchen ini salah satu kunci keberhasilan Prancis meraih kemenangan di tiga laga fase grup. Penampilannya yang kokoh, kecepatan, dan penguasaan bola yang luar biasa menjadi aspek dari keberhasilan Prancis dalam mengamankan pertahanan mereka.
Prancis meraih kemenangan 3-1 atas Senegal, 3-0 lawan Irak, dan 4-1 menghadapi Norwegia. Dia tampil penuh 90 menit lebih di dua laga pertama fase grup dan bermain 76 menit di laga lawan Norwegia.
Bek Kiri: Richie Laryea (Kanada)
Menurut situs Guardian, Richie Laryea adalah bek kiri dengan Teknik dan kemampuan mengesankan di Piala Dunia 2026 ini. Salah satu keunggulannya adalah fleksibilitas defensifnya yang memungkinkan dirinya menggantikan tugas rekan setimnya, Alphonso Davies, di posisi bek kiri.
Seperti diketahui, Alphonso Davies, kapten Kanada adalah pemain andalan dan harapan negerinya yang merupakan satu satu tuan rumah di turnamen ini. Namun, Alphonso Davies masih absen karena cedera. Pelatih Jesse Marsch memberikan tugas tersebut kepada pemain berusia 31 dari klub Toronto. Hasilnya Richie Laryea dapat menjalankan tugas tersebut dengan sangat baik. Padahal, posisi aslinya adalah bek kanan.
Gelandang Kanan: Lionel Messi (Argentina)
Hat-trick di laga pertama fase grup lawan Aljazair, 2 gol di laga kedua lawan Austria, dan 1 gol di laga terakhir fase grup lawan Yordania. Total, Lionel Messi telah mengukir lima gol sementara Piala Dunia 2026 baru tahap akhir dari fase grup.
Untuk posisi gelandang serang tiada lain tentunya kapten dan penyerang Timnas Argentina ini. Dari tiga laga tersebut, Lionel Messi bahkan tidak turun penuh semuanya. Di laga lawan Yordania, dia tampil dari bangku cadangan dan bermain di posisi second striker.
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
Tengah: Felix Nmecha (Jerman)
Jelang Piala Dunia 2026, nama Felix Nmecha luput dari perhatian. Isu tentang Timnas Jerman yang menarik perhatian negeri ini lebih banyak seputar tentang kontroversi kembalinya Manuel Neuer di bawah mistar Die Mannschaft.
Kini, nama Felix Nmecha, bintang Borussia Dortmund muncul ke permukaan. Dia adalah pemain yang menjadi pilar penting di lini tengah tim asuhan Julian Nagelsmann ini, bermain sebagai pivot di depan pertahanan bersama Aleksandar Pavlovic. Dari tiga laga fase grup, pemain berusia 25 tahun ini mencetak satu gol dan memberikan dua asis.
Gelandang Kiri: Cody Gakpo (Belanda)
Belanda berhasil ke 32 besar dengan rapor mengesankan. Mencetak 10 gol dari tiga laga fase grup. Cody Gakpo mencetak dua di antaranya yaitu ketika memukul Swedia dengan skor 5-1. Pada laga itu pula, dia memberikan satu asis.
Bermain sebagai sayap kiri dalam pola 4-3-3, Cody Gakpo menjadi mesin seerangan Belanda di sisi sayap yang membuat Oranje memiliki kekuatan besar dalam melakukan tekanan. Kondisi fisik dan performa Cody Gakpo menjadi bagian penting dari sukses Belanda lolos sebagai juara grup.
Sayap Kanan: Kylian Mbappe (Prancis)
Fase grup menjadi momen Kylian Mbappe sepanjang Piala Dunia 2026 ini bergulir. Penyerang Timnas Prancis ini telah mengoleksi 4 gol. Dia mencetak dua gol ke gawang Senegal dan dua gol lawan Irak. Sedangkan di laga lawan Norwegia, Kylian Mbappe memberikan dua asis.
Perannya untuk Timnas Prancis di tiga laga awal Piala Dunia 2026 menempatkannya sebagai salah satu pemain terbaik sejauh ini di Piala Dunia. Dia mengawali gol Prancis di Piala Dunia ini pada laga pertama lawan Senegal, memecah kebuntuan setelah laga berjalan 66 menit.
Penyerang Tengah: Erling Haaland (Norwegia)
Piala Dunia 2026 adalah debut penyerang Norwegia ini. Namun, Erling Haaland seperti pemain yang sudah lama bermain di Piala Dunia. Pada laga lawan Irak di pertandingan pertama, dia tidak hanya mencetak dua gol melainkan memberikan satu asis dalam kemenangan 4-1 timnya.
Erling Haaland kemudian mencetak dua gol yang membawa Norwegia menang 3-2 atas Senegal. Menempatkannya sebagai penyerang tengah dengan rapor tersebut, sangat tepat tentunya. Penyerang yang memberikan teror bagi setiap pemain belakang.
Penyerang Norwegia, Erling Haaland.
Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
Sayap Kiri: Vinicius Junior (Brasil)
Vinicius Junior membuktikan bahwa ini bisa menjadi era dirinya di Timnas Brasil. Penyerang Real Madrid ini tampil sebagai starter di tiga laga Brasil dalam fase grup. Dari tiga laga itu pula, dia menandainya dengan gol atau asis.
Menghadapi Maroko, Brasil memang tidak meraih hasil maksimal namun Vinicius Junior yang mencetak satu-satunya gol di laga itu dalam pertandingan yang berakhir 1-1. Kemudian dia mencetak 1 gol dan 1 asis lawan Haiti, dan 2 gol ke gawang Skotlandia.
Alternatif Sayap Kanan: Ousmane Dembele (Prancis)
Posisi sayap kanan juga pas untuk Ousmane Dembele. Dalam tiga laga fase grup, Ousmane Dembele bermain dua kali sebagai sayap kanan termasuk lawan Norwegia saat mencetak hat-trick. Sekali dia bermain sebagai second striker di laga lawan Senegal. Bintang Paris Saint-Germain ini sangat efektif dan mematikan jika diturunkan sebagai penyerang sayap kanan.
Selain hat-trick ke gawang Norwegia, Ousmane Dembele mencetak satu gol dan memberikan satu asis di laga lawan Irak. Posisi ini memang sangat cocok untuk bintang berusia 29 tahun ini. Salah satu kunci sukses Prancis melangkah ke fase 32 besar.
Pelatih: Javier Aguirre (Meksiko) dan Ronald Koeman (Belanda)
Javier Aguirre kiranya pantas mendapatkan tempat di pinggir lapangan untuk Best XI fase grup Piala Dunia 2026. Pelatih lainnya yang juga pantas berada di posisi ini adalah Ronald Koeman, pelatih Timnas Belanda.
Jika melihat hasil yang diraih, Javier Aguirre tentu lebih baik dengan mengoleksi tiga kemenangan dari tiga laga. Meksiko juga mencetak 6 gol dan tanpa kemasukan, rekor yang 100 persen sempurna. Namun catatan Ronald Koeman yang membawa Belanda melalui fase grup juga luar biasa.
Mempertimbangkan dua lawan Belanda yang dihadapi Belanda di Grup F yaitu Jepang dan Swedia, rapor dua kali menang dan 1 kali imbang juga hasil yang masuk dalam kategori maksimal. Ronald Koeman juga membuat Belanda menjadi tim yang produktif dengan mengoleksi 10 gol.
Best XI Fase Grup Piala Dunia 2026:
Pola: 4-3-3
Kiper: Vozinha (Tanjung Hijau)
Belakang: Alex Freeman (Amerika Serikat), Aymeric Laporte (Spanyol), Dayot Upamecano (Prancis), Richie Layrea (Kanada)
Tengah: Felix Nmecha (Jerman), Lionel Messi (Argentina), Cody Gakpo (Belanda)
Depan: Kylian Mbappe/Ousmane Dembele (Prancis), Erling Haaland (Norwegia), Vinicius Junior (Brasil)