Bintang Timnas Spanyol dan Barcelona, Lamine Yamal, dengan trofi Laureus. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – London, Inggris
Tim nasional berkejaran dengan waktu untuk memulihkan Lamine Yamal dari cedera hamstring jelang Piala Dunia 2026.
Cedera hamstring yang dialami Lamine Yamal harus ditangani sebaik mungkin. Tenaga penyerang berusia 17 tahun itu sangat dibutuhkan tim nasional Spanyol untuk Piala Dunia 2026.
Lamine Yamal mengalami cedera saat membela Barcelona dalam lanjutan La Liga melawan Celta Vigo di Camp Nou, Kamis (23/4/2026). Dari pemeriksaan lanjutan yang dilakukan tim medis Barcelona, diperkirakan butuh waktu sekitar enam hingga delapan pekan untuk pemulihan.
Pihak klub berharap proses pemulihan bisa lebih cepat karena Yamal ingin berpartisipasi di Piala Dunia 2026. Namun, mereka menyimpan kekhawatiran cedera ini akan berdampak jangka panjang jika sang pemain dipaksa bermain lebih cepat.
Komunikasi dilakukan Barcelona dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Mereka bersepakat akan mengawal proses pemulihan cedera Yamal bersama-sama. Sejumlah opsi dibuat, salah satunya tidak menyertakan pemain jebolan akademi La Masia itu di uji coba jelang turnamen dimulai.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memilih untuk bersabar menanti Yamal benar-benar pulih dari cedera dan tak ada risiko kambuhan. Tapi yang pasti, Yamal takkan dikeluarkan dari skuad tim berjuluk La Roja.
"Prioritas utama kami adalah menghadirkan tim terbaik pada saat yang menentukan," kata pelatih berusia 64 tahun tersebut, dikutip dari Sports Illustrated, Rabu (6/5/2026).
Memuji Kecerdasan Lamine Yamal
Peran Yamal dalam skuad Spanyol dalam beberapa tahun terakhir sangat penting, terutama saat menjuarai EURO 2024. Mantan penyerang tim nasional Prancis, Thierry Henry, sangat kagum dengan bakat yang dimiliki Yamal.
Di usia yang masih sangat muda, Yamal mampu menunjukkan ketenangan yang luar biasa ketika berada di atas lapangan. Ia menjadi bukti pentingnya mengutamakan permainan kolektif ketimbang individu.
Ia masih ingat betul bagaimana Yamal menunjukkan kecerdasan bermain saat laga semifinal EURO 2024 melawan Prancis. Ada momen melancarkan serangan balik, namun ia memilih untuk memperlambat tempo permainan demi menjaga keunggulan Spanyol.
"Pada usia 17 tahun, ia memiliki kecerdasan untuk memperlambat permainan, untuk mengontrol tempo, karena itulah yang terbaik untuk tim. Orang-orang fokus pada keterampilannya, tetapi yang membuat saya kagum adalah kecerdasannya," tutur Henry, dikutip dari Marca.
Sejak saat itu, Henry selalu memantau perkembangan Yamal baik bersama Spanyol dan Barcelona. Ia berharap kondisinya bisa kembali 100 persen agar dapat menampilkan performa terbaik.
"Saya harap ia berada di puncak performanya, karena di Piala Dunia, kita menginginkan pemain terbaik dalam kondisi prima. Kita tahu dia pemain yang luar biasa," ujarnya.