TVRINews – Edinburgh, Skotlandia

Scott McTominay telah bertransformasi menjadi salah satu mesin gol Tim Nasional Skotlandia dan bakal diandalkan di Piala Dunia 2026. 

Di era pertengahan tahun 1970-an sampai 1980-an, Skotlandia menjadi salah satu kekuatan sepak bola di Eropa. Dalam kurun waktu 16 tahun, mereka tidak pernah absen di Piala Dunia. 

Namun memasuki era awal hingga akhir 1990-an, kekuatan Tartan Army mulai meredup hingga hanya dua kali lolos ke turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. 

Ya, setelah turnamen di Prancis pada 1998, Skotlandia butuh hampir tiga dekade—tepatnya 28 tahun—untuk kembali berlaga di Piala Dunia.

Salah satu sosok kunci yang membuat Skotlandia lolos ke Piala Dunia ke-9 (setelah 1954, 1958, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1998) adalah Scott McTominay, gelandang yang bermain di SSC Napoli di Liga Italia Serie A.

Selalu menjadi pilihan utama pelatih Steve Clarke di lini tengah, McTominay tidak pernah absen di enam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan mencetak dua gol dan satu assist

Dalam kemenangan 4-2 Skotlandia atas Denmark pada laga terakhir kualifikasi, 25 November 2025, McTominay mencetak gol lewat tendangan salto spektakuler yang menjadi pembuka skor. 

Transformasi Luar Biasa di Napoli

McTominay meninggalkan Manchester United untuk bergabung dengan Napoli pada Agustus 2024 dengan nilai transfer 25,7 juta poundsterling. 

Di bawah polesan pelatih Napoli, Antonio Conte, McTominay bertransformasi dari gelandang box-to-box level “biasa saja” menjadi pencetak gol elite yang kuat berduel berkat fisik prima. 

Hasilnya jelas. McTominay menjadi motor Napoli saat memenangi gelar Serie A 2024-2025 yang menjadi musim perdananya. Ia lantas menyabet gelar Serie A Footballer of the Year, menjadi orang Skotlandia pertama yang memenangi gelar Pemain Terbaik Serie A. McTominay juga masuk nominasi Ballon d'Or 2025.

Statistik Impresif

Pada musim perdananya di Napoli, 2024-2025, McTominay mencetak 12 gol dari 34 pertandingan liga, tertinggi di antara para gelandang di Serie A saat itu. Torehan itu juga yang tertinggi untuk seorang gelandang debutan dalam 20 tahun terakhir Serie A. 

Sedangkan musim 2025-2026 ini, sampai awal Mei, McTominay sudah mencetak 9 gol (plus 3 assist) dalam 30 pertandingan Serie A. Jumlah gol itu untuk sementara menjadi yang tertinggi di antara gelandang tengah di Serie A.

Secara umum, McTominay saat ini merupakan gelandang tengah dengan gol terbanyak di lima liga top Eropa sejak kedatangannya ke Italia. 

Situs data FotMob mencatat, di Serie A musim ini McTominay mencatat angka expected goals (xG)—kemungkinan gol yang dicetak oleh seorang pemain dari berapa peluang yang ia ciptakan—mencapai 9,92 dari 33 tembakan ke gawang (rata-rata 3,1 per laga) dan 14 sundulan tepat sasaran.

McTominay juga melepaskan hingga 1.025 operan berhasil dengan akurasi operan hingga 91 persen. Ia juga menciptakan 20 peluang. 

Di Liga Champions musim ini, McTominay dimainkan di 8 pertandingan dengan mencetak 4 gol dan akurasi operan mencapai 89%.

Dengan tinggi hingga 193 cm, keunggulan McTominay ada pada kemampuan kuat dalam duel udara baik dalam posisi menyerang maupun bertahan (memenangi 81% menurut FotMob), akurasi operan yang tinggi (88–90%), dan pekerja keras. 

Tipe dan Gaya Permainan

McTominay dikenal sebagai gelandang yang dominan secara fisik dan “serba bisa”. Meskipun sebelumnya bertugas untuk mematahkan serangan lawan sebagai gelandang bertahan (pemain nomor 6) di Manchester United, di Napoli ia diberi kebebasan oleh Conte untuk beroperasi lebih ke depan.

McTominay dikenal sebagai gelandang pencetak gol berkat pergerakannya yang cerdas dan perhitungan waktu yang tepat kapan harus memasuki kotak penalti. 

Ia juga dikenal klinis dalam penyelesaian akhir, baik di luar maupun dalam kotak penalti. Karena posturnya yang tinggi, McTominay juga sangat berbahaya dalam duel udara di kotak penalti lawan. 

McTominay kini juga mendapatkan reputasi sebagai “clutchplayer karena kemampuannya mencetak gol-gol penting yang bisa menentukan kemenangan di waktu tambahan.

Terlepas dari perannya yang kini lebih maju, kendati sudah berusia 29 tahun, McTominay tetap mempertahankan keunggulan fisiknya, menggunakan tinggi dan kekuatannya untuk membantu mematahkan serangan lawan dan bertindak sebagai pemain bertahan yang andal saat dibutuhkan.

Peran di Timnas Skotlandia

Baik di klub maupun Tim Nasional Skotlandia, McTominay digambarkan sebagai favorit penggemar dan “jantung” tim. Kedekatan dengan penggemar membuat fans Napoli memberikan nama panggilan “McFratm” (McBrother) untuk McTominay. 

McTominay sudah 69 kali memperkuat Timnas Skotlandia sejak debut pada 23 Maret 2018. Total, McTominay sudah mencetak 14 gol dan 4 assist untuk skuad negaranya.

Separuh dari golnya, 7, dibuat McTominay saat menjadi pencetak gol terbanyak Skotlandia di kualifikasi Euro 2024, termasuk brace mengesankan ke gawang Spanyol. 

Skuad Skotlandia terbilang minim bintang dibanding tim-tim Eropa lainnya yang turun di Piala Dunia 2026. Namun, pelatih Steve Clarke terkenal mampu memaksimalkan materi yang ada untuk menjadi kekuatan besar. 

Selain McTominay, beberapa pemain kunci Skotlandia untuk Piala Dunia FIFA 2026 termasuk kapten Andy Robertson (Liverpool) di posisi bek kiri, gelandang John McGinn (Aston Villa) untuk kepemimpinan dan gol, serta Billy Gilmour (Napoli) untuk mengontrol tempo permainan. Jangan lupakan juga bek Kieran Tierney (Arsenal) dan sayap kanan muda bertalenta Ben Doak (AFC Bournemouth). 

Dengan komposisi skuad yang ada, rasanya tidak salah jika Tartan Army bisa menorehkan pencapaian lebih baik di Piala Dunia 2026 ini, setelah di delapan edisi sebelumnya mereka tidak pernah lolos dari fase grup.