Pelatih Skotlandia, Steve Clarke Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Edinburgh, Skotlandia
Sebagai pelatih, Steve Clarke dikenal akan ketenangan, kedekatan dengan pemain, dan mampu memaksimalkan materi pemain yang ada. Itu akan dibuktikannya bersama Skotlandia di Piala Dunia 2026.
Mungkin banyak yang belum mengetahui seperti apa Stephen “Steve” Clarke saat mulai dipercaya menjadi pelatih kepala Tim Nasional Skotlandia pada 20 Mei 2019 (dikontrak sampai 31 Juli 2026).
Para pemain Kilmarnock FC, klub terakhir asal Skotlandia yang ditanganinya sebelum melatih Tartan Army, mungkin bisa menjelaskan seperti apa karakter Clarke.
Kemampuan pria asli Skotlandia itu memberikan kesan mendalam pada para pemain telah menjadi landasan kerja manajerialnya, yang mencapai puncaknya – untuk saat ini – dengan menjadi orang pertama yang memimpin Skotlandia ke Piala Dunia dalam lebih dari dua dekade.
Oleh orang-orang yang dekat dengannya, Clarke digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan tertutup. Seorang pria yang sedikit bicara adalah bagaimana Clarke sering digambarkan secara umum, yang dapat menimbulkan aura misteri.
Clarke terkenal karena sikapnya yang tenang—dan cenderung merendah. Pelatih yang tidak banyak menunjukkan emosi ini telah memberikan banyak alasan bagi penggemar Skotlandia untuk tersenyum sejak mengambil alih kepemimpinan sekitar tujuh tahun lalu.
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen besar ketiga yang dipimpin Clarke bersama Timnas Skotlandia—usai Kejuaraan Eropa 2020 dan 2024—setelah 23 tahun tanpa satu pun penampilan di Piala Dunia maupun Euro.
Tidak ada pelatih dalam sejarah Skotlandia yang sebelumnya berhasil meraih tiga kualifikasi seperti yang dilakukan pria berusia 62 tahun ini. Jika Clarke benar-benar pensiun setelah Piala Dunia ini, ia akan menjadi salah satu pelatih terhebat—bahkan bisa yang terhebat—yang pernah memegang peran tersebut.
Clarke telah mendasarkan kesuksesannya pada gaya pragmatis dan loyalitas kepada inti pemain yang terpercaya. Konsistensi pemilihan pemain tersebut tampaknya akan terlihat jelas saat Skotlandia kembali ke panggung dunia setelah lama dinantikan.
Kenyang Pengalaman sebagai Asisten dan Pelatih di Inggris
Pengalaman Clarke sebagai pelatih mungkin tidak sebanyak manajer lain di Piala Dunia 2026. Namun, Clarke kenyang menjadi asisten sejumlah nama pelatih top mulai Ruud Gullit (51 laga), Sir Bobby Robson (45), Jose Mourinho (185), Avram Grant (54), Luiz Felipe Scolari (3), Gianfranco Zola (80), Kenny Dalglish (74), Roy Hodgson (31), Rafael Benitez (27), hingga Roberto Di Matteo (12).
Clarke paling banyak mendapatkan gelar saat masih menjadi asisten pelatih di Chelsea, yakni dua Liga Primer (2004-2005, 2005-2006), Piala FA (2006-2007), dan Piala Liga Inggris (2004-2005).
Clark juga cukup sukses saat menjadi pelatih dan salah satu indikatornya adalah persentase kemenangan. Di West Bromwich Albion, ia mencatat 31,67 persentase kemenangan (dari 60 laga), Reading 35,85 persen (53), dan Kilmarnock 50,63 persen (79).
Di Skotlandia, hingga jeda internasional FIFA pada 31 Maret lalu, Clarke sudah menjalani 76 pertandingan dengan catatan 33 kali kemenangan, 16 imbang, dan 27 kekalahan dengan persentase kemenangan mencapai 43,42 persen.
Tipe dan Gaya Melatih
Clarke dikenal sebagai manajer yang pragmatis, disiplin dalam bertahan, dan metodis yang fokus pada membangun kekompakan tim yang kuat dan mentalitas yang tangguh serta sulit dikalahkan.
Dikenal karena kemampuan membawa stabilitas dan membangun struktur, gaya manajemennya seringkali melibatkan persiapan yang cermat dan preferensi untuk adaptasi taktis berdasarkan ketersediaan pemain.
Clarke kerap membangun tim dari belakang, memprioritaskan struktur dan organisasi untuk memastikan lini pertahanan sulit ditembus. Model ini sukses diterapkannya di Kilmarnock dan Skotlandia sejauh ini.
Meskipun sering memakai formasi tiga bek (3-4-2-1 atau 5-4-1) di Skotlandia untuk memaksimalkan pertahanan yang solid dan memakai dua bek sayap, ia mampu beradaptasi untuk memperkuat tim dengan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1.
Clarke lebih menyukai skuad yang stabil untuk membina hubungan pribadi dan profesional di lapangan, daripada terus-menerus melakukan perubahan.
Clarke juga dipuji karena mampu membangun mentalitas yang kuat dalam Timnas Skotlandia, mengatasi sejarah kegugupan di saat-saat penting dan menumbuhkan “antisipasi kesuksesan” daripada rasa takut akan kegagalan.
Selain itu, Clarke menekankan pentingnya kejujuran dan kerja keras pada staf dan pemainnya, yang dipengaruhi oleh pengalamannya sendiri di dunia kerja sebelum terjun ke dunia sepak bola.
Biodata Steve Clarke
Nama: Stephen “Steve” Clarke
Kelahiran: Saltcoats, Ayrshire, Skotlandia, 29 Agustus 1963 (62)
Karier Melatih:
- Asisten pelatih Newcastle (Sep 1998 – Jun 2000)
- Caretaker pelatih Newcastle (Agus 1999)
- Akademi Chelsea (Jul 2000 – Jun 2004)
- Asisten pelatih Chelsea (Jul 2004 – Sep 2008)
- Asisten pelatih West Ham (Sep 2008 – Jun 2010)
- Asisten pelatih Liverpool (Jan 2010 – Jun 2012)
- Pelatih West Brom (Jun 2012 – Des 2013)
- Pelatih Reading (Des 2014 – Des 2015)
- Asisten pelatih Aston Villa (Jun 2016 – Okt 2016)
- Caretaker pelatih Aston Villa (Okt 2016)
- Pelatih Kilmarnock FC (Okt 2017 – Mei 2019)
- Pelatih Skotlandia (Mei 2019 – sekarang)
Prestasi sebagai Pelatih:
Skotlandia:
- Putaran final Piala Dunia 2026
- Putaran final Kejuaraan Eropa (Euro) 2020
- Putaran final Kejuaraan Eropa 2024
- UEFA Nations League – League B (1) 2022-2023