TVRINews – Beverly Hills, Amerika Serikat

Situs web penjualan kembali milik FIFA baru-baru ini mengiklankan empat tiket untuk final tanggal 19 Juli di New York dengan harga lebih dari 2 juta dolar AS per tiket.

Turnamen sepak bola antarnegara terbesar di kolong jagat, Piala Dunia, akan dimulai 36 hari lagi di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Namun, sangat tingginya harga tiket masih menjadi masalah krusial karena akan terkait dengan sukses atau tidaknya gelaran. 

Selasa (5/5/2026) kemarin, Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino kembali menegaskan bila pihaknya harus mematuhi sekaligus mengambil keuntungan dari sejumlah Undang-Undang di AS yang mengizinkan tiket bisa dijual kembali hingga ribuan dolar AS di atas harga asli (awal).

Kebijakan FIFA soal harga tiket Piala Dunia 2026 tersebut jelas menuai kritik. Salah satunya dari organisasi penggemar yang tergabung dalam Football Supporters Europe (FSE), yang menyebut menyebut struktur harga tersebut “sangat mahal” dan menjadi sebuah “pengkhianatan besar” (baik terhadap sepak bola maupun penonton).

Ujungnya, pada bulan Maret lalu FSE mengajukan gugatan terhadap FIFA ke Komisi Eropa terkait “harga tiket yang berlebihan” untuk Piala Dunia 2026.

Sebagai informasi, situs web penjualan kembali tiket Piala Dunia milik badan sepak bola tertinggi itu, FIFA Marketplace, pekan lalu mengiklankan empat tiket untuk final 19 Juli di New York dengan harga lebih dari 2 juta dolar AS (sekitar Rp34,74 miliar) per tiket.

Saat berbicara di Milken Institute Global Conference di Beverly Hills, California, AS, Infantino mengatakan melambungnya harga tiket merefleksikan tingginya permintaan untuk menonton langsung Piala Dunia.

“Jika beberapa orang menjual kembali tiket final seharga 2 juta dolar AS, pertama, itu tidak berarti tiket tersebut benar-benar berharga 2 juta dolar AS. Kedua, itu tidak berarti seseorang akan membeli tiket tersebut,” kata Infantino seperti dikutip AFP

“Dan jika seseorang membeli tiket final seharga 2 juta dolar AS, saya pribadi akan membawakannya hot dog dan Coca-Cola untuk memastikan dia mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.”

Kelompok penggemar lantas membandingkan perbedaan harga tiket turnamen sepak bola pada musim panas ini dengan Piala Dunia Qatar 2022.

Tiket termahal untuk final pada tahun 2022 sekitar 1.600 dolar AS pada harga aslinya. Sedangkan pada tahun 2026, tiket termahal untuk final sekitar 11.000 AS pada harga aslinya.

Komparasi yang dilakukan FSE itu ternyata tidak membuat Infantino “tersentuh”. Pria berpaspor Swis, Italia, dan Lebanon itu tetap bersikeras bahwa kenaikan harga tiket yang tajam tersebut dapat dibenarkan.

“Anda harus harus melihat pasar. Saat ini Piala Dunia berada di pasar di mana hiburan paling maju di dunia. Jadi Anda harus menerapkan harga pasar,” ujar Infantino.

“Di AS, penjualan kembali tiket juga diperbolehkan. Jadi jika Anda menjual tiket dengan harga yang terlalu rendah, tiket ini pasti akan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. 

“Sebenarnya, meskipun beberapa orang mengatakan bahwa harga tiket yang kami tetapkan tinggi, tiket tersebut tetap berakhir di pasar penjualan kembali dengan harga yang lebih tinggi, lebih dari dua kali lipat harga kami.” 

Infantino mengatakan bahwa FIFA menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket untuk Piala Dunia tahun 2026. Jumlah itu 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan permintaan tiket gabungan untuk Piala Dunia 2018 dan 2022 yang jumlahnya kurang dari 50 juta. 

Pemimpin FIFA itu menambahkan bahwa 25 persen tiket untuk fase grup dihargai di bawah 300 dolar AS (Rp5,2 juta). 

“Anda tidak bisa menonton pertandingan sepak bola perguruan tinggi di AS, apalagi pertandingan profesional tingkat atas, dengan harga kurang dari 300 dolar AS. Ini adalah laga Piala Dunia,” tutur Infantino.