Ilustrasi Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Mexico City, Meksiko
Harga tiket Piala Dunia 2026 yang sangat mahal membuat banyak suporter Meksiko merasa kecewa dan tersisih.
Meksiko akan mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah tiga edisi Piala Dunia. Sebelumnya, mereka sudah pernah menggelar turnamen sepak bola paling bergengsi ini pada 1970 dan 1986.
Masyarakat Meksiko awalnya antusias menyambut Piala Dunia 2026, di mana mereka menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada. Namun, ketika FIFA mengumumkan penjualan tiket, justru kekecewaan yang muncul.
Francisco Javier Ferreira, warga Meksiko berusia 70 tahun, mengaku tidak dapat membeli tiket pertandingan Piala Dunia kali ini. Padahal di dua edisi sebelumnya, ia berkesempatan menyaksikan langsung di stadion.
Harga tiket yang tinggi, keterbatasan jumlah pertandingan di Meksiko, serta sulitnya akses pembelian menjadi penyebab utama. Menurutnya, hanya kalangan tertentu yang mampu menjangkau harga tersebut.
“Dalam realitas ekonomi Meksiko, hanya orang-orang yang memiliki kemampuan finansial besar yang bisa masuk,” ujar Ferreira, dikutip dari CNN, Rabu (6/5/2026).
Dari total 104 pertandingan yang digelar di Piala Dunia 2026, hanya 13 laga yang digelar di Meksiko. Salah satunya adalah pertandingan pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca.
Harga tiket untuk pertandingan tersebut berkisar antara 3.000 dolar AS (sekitar Rp52 juta) hingga 10.000 dolar AS (sekitar Rp174 juta). Angka tersebut jauh di atas kemampuan Ferreira yang hanya memiliki pendapatan sekitar 1.000 dolar AS (Rp17 juta) per bulan.
Ferreira menilai atmosfer Piala Dunia kali ini berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Masyarakat Meksiko tidak lagi merasa menjadi tuan rumah seutuhnya.
“Rasanya tidak sama seperti dua Piala Dunia sebelumnya. Piala Dunia ini pada dasarnya milik Amerika Serikat. Tidak terasa seperti milik Meksiko. Begitulah yang saya rasakan karena bahkan harga tiket pun di luar jangkauan semua orang,” ujarnya.
Perihal mahalnya harga tiket bukan hanya dikeluhkan masyarakat Meksiko. Suporter dari negara lain yang ingin mendukung tim kebanggaan di Piala Dunia 2026 juga merasakan hal sama.
Mereka mengkritik FIFA yang dianggap tidak lagi berpihak kepada suporter. Penetapan harga dinamis yang diberlakukan untuk tiket Piala Dunia 2026 dinilai sebagai penyebab utama kenaikan.
Kritik yang datang tak membuat FIFA mengubah kebijakan. Mereka menegaskan bahwa sistem penjualan tiket telah mengikuti standar pasar internasional dan tidak melanggar aturan di negara tuan rumah.
Di tengah sulitnya masyarakat menjangkau Piala Dunia 2026, berbagai protes juga bermunculan di sekitar stadion. Sejumlah anak muda Meksiko memblokir jalan dengan bermain sepak bola sebagai bentuk protes. “Piala Dunia ini telah menjadi elitis,” ujar para pengunjuk rasa.