Mohamed Ouahbi dalam konferensi pers pengangkatannya sebagai pelatih Timnas Maroko, Kamis (5/3/2026). Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Rabat, Maroko
Mohamed Ouahbi menggantikan Walid Regragui yang meroketkan Maroko, tapi Maroko menatap masa depan cerah bersama pelatih baru.
Walid Regragui merupakan otak di balik keberhasilan Maroko menjadi semifinalis Piala Dunia 2022. Menggantikannya tentu bukan perkara gampang buat Maroko. Mohamed Ouahbi menggenggam tanggung jawab besar itu setelah Regragui mengundurkan diri pada awal Maret.
Tugas Ouahbi, terutama di Piala Dunia 2026 dalam waktu yang tidak lama lagi, jelas berat. PR susah Ouahbi bukan semata melampaui profil tinggi Regragui. The Atlas Lions, julukan Maroko, tampil trengginas di tangan Regragui. Empat tahun lalu, dua tim Semenanjung Iberia, Spanyol dan Portugal, terkapar di tangan Maroko.
Tak mengherankan bila beban besar digantungkan pada pundak Ouahbi di Piala Dunia 2026 nanti. Tanggung jawab itu bisa tampak lebih masif lagi karena latar belakang Ouahbi yang bahkan bukan mantan pemain. Karier Mohamed Ouahbi justru dimulai sebagai seorang guru di Belgia.
Mohamed Ouahbi lahir di Schaerbeek, Belgia, pada 7 September 1976, dari pasangan asal Maroko. Tumbuh di kota kelahirannya itu, Ouahbi di usia 10 tahun semakin menggemari sepak bola setelah menyaksikan Piala Dunia 1986.
Di Meksiko 1986, Maroko untuk pertama kalinya dalam sejarah mampu menembus 16 besar turnamen terakbar ini. Selain itu, Belgia ada di sana, dan finis sebagai semifinalis. Keluarga Ouahbi memberikan dukungan kepada kedua tim.
Dalam perjalanan hidupnya, Mohamed Ouahbi menjadi seorang guru di Schaerbeek. Akan tetapi, minatnya terhadap sepak bola tidak padam.
Falsafah Bola Pedagogis
Pak Guru Ouahbi kemudian beralih profesi mengikuti renjana atau hasratnya. Jadilah ia sosok yang mencoba memadukan kemahiran mendidik murid dengan penanganan sepak bola.
Perjalanan Mohamed Ouahbi dalam kepelatihan sepak bola diawali dengan melatih tim muda Maccabi Brussels. Selama enam tahun di sana, Ouahbi merancang sesi latihan sesuai usia dan mendapatkan pengalaman dalam mengamati pemain, perencanaan, dan penilaian pemain.
Di klub itu pula Ouahbi bisa mengembangkan kemampuan memimpin dan komunikasi tanpa pandang bulu di lingkungan dengan keragaman tinggi. Tak pelak, periode awal ini menjadi fondasi bagi falsafah kepelatihan Ouahbi, yang menggunakan pendekatan pendidikan.
Pada 2003, Ouahbi bergabung ke Anderlecht. Dimulai di tim U-9, pelatih yang kini berumur 49 tahun itu secara bertahap dipercaya melatih Anderlecht U-10 sampai U-21. Beberapa nama tenar mencuat dari tim besutannya antara lain Charly Musonda Jr. dan Adnan Januzaj.
Di UEFA Youth League 2014/15, ia membawa Anderlecht ke semifinal. Pada awal Liga Pro Belgia 2015/16, Ouahbi menjadi asisten pelatih tim pertama Anderlecht. Di musim tersebut, Anderlecht finis runner-up dan bisa berlaga di Liga Champion. Usai bosnya, Besnik Hasi, didepak pada Mei 2016, Ouahbi kembali menangani tim junior Anderlecht.
Titik penting kariernya hadir pada 2018. Setelah membawa Anderlecht U-17 juara Liga Belgia U-17 2017/18, Mohamed Ouahbi memperoleh UEFA Pro Licence.
Pada 2021, Ouahbi memutuskan keluar setelah 17 tahun berada di Anderlecht. Sempat menjadi asisten pelatih di klub Arab Saudi, Al-Fateh, tanah leluhur memanggilnya.
Kampiun Dunia Junior
Pada Maret 2022, Ouahbi terpilih untuk menukangi Maroko U-20. Melalui sejumlah turnamen, penanganannya di Singa Atlas Muda menghasilkan pencapaian impresif.
Di Piala Afrika U-20 2025, Maroko U-20 menjadi runner-up setelah mengalahkan tuan rumah Mesir U-20 dan kalah dari Afrika Selatan U-20 di final.
Tak ayal, rekam jejak Ouahbi yang membuat penunjukannya tampak masuk akal adalah kesuksesan Maroko U-20 di turnamen berikutnya. Proyeksi masa depan tampak menjadi latar pilihan Maroko pada Ouahbi.
Di akhir 2025, Ouahbi membawa Maroko U-20 tampil sebagai juara Piala Dunia U-20 yang dihelat di Cili. Setelah menekuk Spanyol dan Brasil di fase grup, Singa Atlas Muda mengungguli Prancis lewat adu penalti di semifinal. Gelar pertama buat Maroko U-20, dan kedua di Afrika setelah Gana U-20 pada 2009, dipastikan setelah menundukkan Argentina di final. Inilah keberhasilan besar Ouahbi yang membawanya ke Maroko senior.
Dari kesuksesan tersebut, masa depan Maroko tampak cerah. Othmane Maama yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia U-20 itu. Zakaria Zabiri top-scorer. Yassine Gesim digadang-gadang sebagai calon pengatur serangan masa depan Maroko.
Orientasi Hasil Penting
Trofi junior itu membuktikan hasil pembinaan apik yang dilakukan Mohamed Ouahbi. Orientasi pada hasil alias pragmatisme menawarkan kesuksesan di masa depan. Maroko senior menanti tangan dingin Ouahbi.
Mohamed Ouahbi menyatakan bahwa dirinya akan bekerja serius, rendah hati, bertekad, dan yang terpenting, dengan patriotisme. "Saya ingin menghasilkan tim yang membuat rakyat Maroko bangga," tuturnya.
Untuk menciptakan tim hebat, Ouahbi bakal berpegang pada falsafahnya. Untuk segi teknis, penanganan Mohamed Ouahbi berfokus pada pertahanan yang kukuh. Timnya akan membiarkan lawan menguasai pertandingan, tapi senantiasa mengintai saat yang tepat buat meluncurkan serangan balik yang mematikan. Ya, Ouahbi tampak tidak meninggalkan begitu saja kecenderungan defensif dan lesatan serangan balik mematikan dari era Regragui.
Apalagi, sang bos anyar, setelah trofi dunia junior, mengutip ucapan Carlo Ancelotti, yang tak jauh dari pilhan pragmatis. "Singa berlari untuk makan. Kijang berlari agar tidak dimakan. Keduanya berlari untuk mencapai tujuan," ujarnya seperti dikutip dari Morocco World News. Pada akhirnya, hasil akhir adalah yang diperhitungkan.
Indikasi berikutnya, seiring pengalamannya, adalah pernyataan Ouahbi bahwa dirinya tidak akan membedakan pemain berdasarkan usia. "Performa yang akan menentukan," kata Ouahbi. Maroko tampak akan semakin menarik dan energik di tangan Mohamed Ouahbi.
Biodata
Nama: Mohamed Ouahbi
Kelahiran: Schaerbeek, Belgia, 7 September 1976 (49 tahun)
Karier Bermain:
-
Karier Melatih:
- Maccabi Brussels [junior] (1997–2003)
- Anderlecht [junior] (2003-2014)
- Anderlecht U-21 (2014–2015)
- Anderlecht [asisten pelatih] (2015-2016)
- Maroko U-20 (2022-2025)
- Maroko U-23 (2025 - sekarang)
- Maroko (2026 – sekarang)
Prestasi sebagai Pelatih:
Maroko U-20
- Piala Dunia U-20 (2005)