Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 Mahruzar Nasution tampak tengah mengarahkan latihan teknik dasar kepada anak-anak SSB dalam coaching clinic Bola Gembira untuk menyambut Piala Dunia FIFA 2026 di TVRI. (TVRI/Tri Cahyo Nugroho) Foto: TVRI/Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Jakarta, Indonesia
Menyambut Piala Dunia 2026, TVRI menggelar coaching clinic yang diikuti beberapa sekolah sepak bola (SSB) dengan tema Semangat Bola Gembira, Mengasah Bakat Menuju Prestasi.
Mengambil lokasi di lapangan mini soccer di kantor pusat Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Senayan, Jakarta, Jumat (22/05/2026), stasiun televisi milik Pemerintah Indonesia itu menggelar Coaching Clinic Bola Gembira dalam rangka menyambut Piala Dunia 2026.
Sebagai pemegang hak penyiaran seluruh 104 pertandingan Piala Dunia di Indonesia mulai 11 Juni sampai 19 Juli di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, TVRI merasa perlu menanamkan kembali nilai-nilai sepak bola kepada anak-anak.
Coaching Clinic Bola Gembira itu sendiri diikuti lima sekolah sepak bola (SSB) di wilayah Jakarta dan sekitarnya, yakni SSB Persema Marunda, Bimba AIUEO Soccer School, SSB Putri JP Jakarta, SSB T. Eleven, dan SSB BSSB (Bukan Sekadar Sepak Bola).
Coaching clinic tersebut dipimpin oleh Mahruzar Nasution, mantan asisten pelatih Tim Nasional Indonesia U-19. Selain coaching clinic, digelar pula fun match sebanyak tiga pertandingan dengan masing-masing berdurasi 2x10 menit.
“Sepak bola bukan sekadar olahraga fisik melainkan tentang kerja keras, disiplin, kerja sama tim, plus strategi, dan yang paling utama usia dini adalah kegembiraan dalam bermain,” tutur Retno Wulan Kartiko Purbodjati, Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI, dalam sambutannya.
“Oleh karena itu TVRI hadir membawa sebuah komitmen besar melalui tagline Bola Gembira. Tagline ini merupakan representasi dari semangat TVRI yang secara resmi dipercaya menjadi official broadcaster Piala Dunia FIFA 2026.”
Sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan, TVRI pun menyerahkan piagam kepada seluruh SSB yang terlibat dalam acara Coaching Clinic Bola Gembira ini.
“Semoga sinergi ini terus berlangsung dan kita tingkatkan dalam berbagai pengembangan di masa mendatang. Selamat bermain dan berlatih buat anak-anak, mari gaungkan Semangat Bola Gembira Mengasah Bakat Menuju Prestasi,” ucap Retno.
Selain untuk menyambut Piala Dunia 2026, lewat coaching clinic ini para pesepak bola belia diharapkan dapat menyerap ilmu, teknik, pola pikir, hingga karakter dalam sepak bola dari ahli sekaliber pelatih tim nasional.
Sebelum memulai coaching clinic, Mahruzar meminta seluruh pemain SSB tersebut untuk melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya cedera maupun otot tegang.
Sebelum pemanasan, ia juga menjelaskan bila anak-anak SSB itu sangat mungkin di masa depan turun di ajang sekelas Piala Dunia. “Kakak-kakak kalian sudah pernah melakukannya di level usia di bawah 17 (U-17). Kalian juga bisa mengikuti dan bahkan melampaui torehan mereka di masa depan,” ujarnya.
Setelah pemanasan, coach Mahruzar memimpin beberapa latihan dasar, utamanya operan (pass) yang selama ini merupakan salah satu dasar permainan sepak bola yang kurang dikuasai anak-anak.
Dalam kesempatan itu, Mahruzar juga sempat beberapa kali berteriak untuk mengingatkan anak-anak tentang pentingnya disiplin mematuhi aturan dan arahan dari pelatih.
Setelah semua rangkaian latihan ringan dan dasar, anak-anak itu pun bertanding dalam fun match berdurasi 2x10 menit. Kendati sifatnya senang-senang, anak-anak SSB tersebut terlihat semangat dan mati-matian bermain agar timnya mampu memenangi laga.