Nestor Lorenzo, belajar dari Jose Pekerman hingga menjadi pelatih yang disegani dan dinanti di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Bogota, Kolombia
Nestor Lorenzo menjadikan Kolombia sebagai salah satu calon pembuat kejutan di Piala Dunia 2026.
Di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol, Kolombia tampil konsisten untuk bisa nangkring di peringkat ketiga klasemen akhir. Walau sama-sama mengoleksi 28 poin, tim berjulukan Los Cafeteros atau Penanam Kopi ini unggul dibandingkan tiga tim lain. Kolombia unggul produktivitas gol dibandingkan Uruguai walau selisih gol mereka sama. Kolombia unggul selisih gol dari Brasil dan Paraguai.
Kolombia bisa mencetak 28 gol, hanya kalah dari Argentina di kualifikasi Amerika Selatan. Fakta ini memperlihatkan Kolombia tampil menyerang di bawah arahan Nestor Lorenzo.
Sang pelatih boleh saja mantan bek. Namun, perjalanannya di dunia kepelatihan mengasah pola ofensif pada diri Nestor Lorenzo. Kecenderungan itu boleh jadi ia pelajari dari mentor utamanya, Jose Pekerman.
Eks Bek Albiceleste
Saat bermain, Nestor Lorenzo merupakan produk akademi Argentinos Juniors. Empat tahun di tim senior klub di La Paternal, Buenos Aires, itu, Lorenzo pindah ke klub Italia, Bari, pada 1989. Setelah tampil di Piala Dunia 1990 di Negeri Piza, Lorenzo direkrut legenda Argentina, Osvaldo "Ossie" Ardiles, ke Swindon Town. Ardiles gercep menyusul kegagalan pendekatan Brian Clough untuk memboyong Lorenzo ke Nottingham Forest.
Selama dua musim di Swindon, semusim pertama sebagai pemain pinjaman, Nestor Lorenzo tampil 27 kali dengan torehan 2 gol. Setelah kontraknya berakhir, bek kelahiran Villa Celina itu kembali ke Argentina.
Lorenzo membela San Lorenzo selama dua musim. Sebelum pensiun bermain pada 1998, ia berada semusim di setiap empat klub berikutnya, Banfield, Ferro Carril Oeste, Boca Juniors, dan Quilmes.
Nestor Lorenzo tercatat 13 kali memperkuat Timnas Argentina senior. Sebelumnya, sang bek tengah tampil membela Argentina U-23 di Olimpiade 1988. Debutnya untuk Albiceleste senior hadir pada 6 Juli 1988 dalam uji coba dengan Arab Saudi yang berakhir 2-2.
Piala Dunia juga bukan hal asing buat Nestor Lorenzo. Ia masuk dalam 23 nama yang dibawa Carlos Bilardo di Piala Dunia 1990 dan tampil di dua laga fase grup. Argentina mengakhiri turnamen Italia 1990 sebagai runner-up.
Asisten Pekerman
Setelah gantung sepatu, Nestor Lorenzo menjadi asisten Jose Pekerman di Argentina U-20 pada 2000-2001. Ia kemudian menjadi asisten Carlos Aimar di CD Leganes, sebelum bergabung dengan Pekerman di Timnas Argentina pada 2004.
Kiprah membantu dan menarik pelajaran dari Jose Pekerman berlanjut di dua klub Meksiko, Toluca dan Tigres UANL, serta di Timnas Kolombia pada 2012-2019.
Kesempatan menjadi pelatih tim pertama akhirnya datang. Per 16 Desember 2020, Nestor Lorenzo resmi menukangi klub Peru, FBC Melgar. Setelah start buruk di Fase 1 dengan finis sebagai juru kunci di grup, Melgar finis di peringkat 4 Fase 2 dan lolos ke Copa Sudamericana 2022.
Di bawah asuhan Lorenzo, Melgar memenangi turnamen Apertura 2022 pada Juli. Namun, pelatih kelahiran 26 Februari 1966 ini hengkang setelah meloloskan Melgar ke perempat final Copa Sudamericana.
Peningkatan Pesat
Keberadaan Nestor Lorenzo di Timnas Kolombia dimulai pada 2 Juni 2022 dengan ikatan selama empat tahun, walau ia tetap menangani Melgar sampai Juli.
Los Cafeteros memperlihatkan kemajuan dalam penanganan Nestor Lorenzo. Pada 20 Juni 2023, Kolombia menang atas Jerman untuk pertama kali dalam sejarah dengan skor 2-0 dengan penampilan dominan.
Lebih lanjut, sampai Juli 2024, Kolombia tak terkalahkan dalam 28 pertandingan dengan kemenangan menawan atas Jerman, Brasil, Uruguai, dan Spanyol. Pencapaian besar Los Cafeteros di bawah Lorenzo berikutnya berupa final Copa America 2024 untuk pertama kali dalam 23 tahun. Di turnamen ini, Kolombia mengemas 12 gol, rekor tertinggi mereka, meski akhirnya kalah melalui perpanjangan waktu dari Argentina.
Catatan mengesankan Nestor Lorenzo belum berhenti. Kolombia lolos ke Piala Dunia 2026. Melihat kiprah sejauh ini bersama Lorenzo, Los Cafeteros bersiap memberikan kejutan lebih lanjut di Piala Dunia 2026.
Bila diibaratkan kopi, Nestor Lorenzo telah mendapatkan resep yang pas buat Kolombia. Beberapa hal layak dinantikan dari Kolombia seiring keberhasilan Lorenzo menularkan falsafahnya. The New York Times menilai Kolombia di bawah Lorenzo dapat mengombinasikan permainan menyerang yang mengedepankan penguasaan bola dengan taktik yang terbilang pragmatis. Lorenzo dapat memastikan garis tekanan tinggi, aliran bola di lini tengah yang kreatif, dan organisasi pertahanan yang solid.
Nantikan permainan yang tidak monoton dari Kolombia. Formasi dasar Lorenzo 4-2-3-1 sering berubah menjadi 4-3-3 untuk mendorong peran pengatur serangan pada James Rodriguez dan sayap cepat seperti Luis Diaz. Kolombia bakal menarik.
Biodata
Nama: Nestor Gabriel Lorenzo
Kelahiran: Villa Celina, Argentina, 26 Februari 1966 (60 tahun)
Karier Bermain
- Argentinos Juniors (1985-1989)
- Bari (1989-1990)
- Swindon Town (1990-1992)
- San Lorenzo (1992-1994)
- Banfield (1994-1995)
- Ferro Carril Oeste (1995-1996)
- Boca Juniors (1996-1997)
- Quilmes (1997-1998)
Karier Timnas
- Argentina U-23 (1988)
- Argentina (1988-1990)
Karier Pelatih
- Argentina U-20 [asisten] (2000-2001)
- Leganes [asisten] (2003-2004)
- Argentina [asisten] (2004-2006)
- Toluca [asisten] (2007-2008)
- Tigres UANL [asisten] (2009)
- Kolombia [asisten] (2012-2019)
- Melgar (2021-2022)
- Kolombia (2022-sekarang)
Prestasi
Pemain
Argentinos Juniors
- Copa Interamericana: 1985
Bari
- Mitropa Cup: 1990
Argentina
- Runner-up Piala Dunia 1990
Pelatih
FBC Melgar
- Torneo Apertura: 2022
Kolombia
- Runner-up Copa America 2024