TVRINews - New York, Amerika Serikat

Gomez mendesak Pochettino untuk menghadapi para pemain secara langsung demi menghormati impian seumur hidup yang telah mereka perjuangkan hingga saat ini.

Mantan bintang tim nasional Amerika Serikat (AS), Herculez Gomez, mengkritik keras pelatih Mauricio Pochettino. Kritik tersebut dilayangkan terkait cara Pochettino memberi tahu para pemain mengenai terpilih atau tidaknya mereka ke dalam skuad yang berisi 26 pemain untuk Piala Dunia 2026.

Sebuah laporan dari The Athletic muncul menyusul pengumuman resmi skuad pada sehari lalu. Laporan itu mengungkapkan bahwa 55 pemain yang masuk dalam daftar sementara AS hanya diberi tahu melalui email oleh Pochettino mengenai status mereka untuk Piala Dunia 2026.

Beberapa nama besar secara mengejutkan dicoret dari skuad, termasuk gelandang serang Diego Luna dan rekan setimnya di Real Salt Lake, Zavier Gozo. Selain kedua nama tersebut, absennya Tanner Tessmann juga menjadi kejutan besar yang tidak disangka-sangka.

Saat laporan tentang Pochettino yang mengirim email mencuat, Gomez langsung bereaksi keras. Pria yang pernah membela Timnas AS pada periode 2007–2013 tersebut tanpa ragu menyebut tindakan sang pelatih sebagai hal yang kejam.

Gomez yang kini aktif sebagai analis studio untuk ESPN, meluapkan kekesalannya secara lebih mendalam kepada Pochettino pada acara Futbol Americas pada Selasa (26/5/2026). Ia menilai seluruh proses tersebut salah, terutama jika melihat bagaimana kasus pencoretan Luna ditangani.

"Ini tidak bisa dimaafkan. Bagi [Diego Luna] yang merupakan salah satu dari tiga pemain dengan penampilan terbanyak di bawah asuhan Mauricio Pochettino, dan harus mengetahui [pencoretan] ini lewat email, itu benar-benar salah," kata Gomez.

"Seorang pemain yang diandalkan oleh Federasi Sepak Bola AS, baik dari segi mentalitas maupun menit bermain. Anda bahkan menonjolkannya sebagai pemain yang punya nyali karena dia bermain dengan hidung patah."

"Anda menggunakannya dalam iklan Piala Dunia saat dia bermain di putaran final Piala Dunia, juga dalam iklan merek olahraga. Anda memanfaatkannya untuk mengangkat pamor liga Anda [MLS] serta tim nasional yang terikat dengannya, jadi ini sungguh salah."

Setelah itu, Gomez membagikan pengalaman pribadinya saat dicoret dari skuad Piala Dunia 2014 di Brasil oleh pelatih Jurgen Klinsmann. Pengalaman masa lalu tersebut ia bandingkan dengan situasi yang dialami para pemain Timnas AS saat ini.

"Saya menerima pesan suara berdurasi 2,5 menit dari Jurgen Klinsmann yang berterima kasih karena telah membantu mereka lolos ke Piala Dunia, meskipun saya akhirnya tidak ikut berangkat," kenangnya.

"Saat itu saya sudah tidak bermain untuk tim nasional selama lebih dari setahun dan lutut saya pun sudah habis. Namun, dia merasa perlu—sebagai bentuk profesionalisme—untuk memberi tahu saya langsung, dan itu sangat berarti bagi saya."

"Jadi, ketika saya membaca bahwa mereka [para pemain] diberitahu tidak berangkat hanya melalui email, ini mungkin hanya sekadar tempat mencari uang bagi Pochettino dan mungkin begitulah cara dia memperlakukannya."

"Namun bagi para pemain ini, Anda sedang mengakhiri sebuah impian, Anda mengakhiri sesuatu yang telah mereka perjuangkan sepanjang hidup mereka dengan sebuah email, dan mereka layak mendapatkan yang lebih dari itu."

Sebelumnya, Gomez juga sempat meluapkan kekecewaannya melalui sebuah unggahan di media sosial X. Melalui platform tersebut, ia menegaskan pentingnya seorang pelatih menghadapi pemainnya secara langsung.

"Menurut laporan ini, para pemain diberitahu melalui email bahwa impian Piala Dunia mereka telah berakhir. Ini kejam jika memang benar terjadi."

"Hadapi pemain Anda dan berikan rasa hormat yang layak mereka dapatkan. Bahkan mereka yang berhasil menembus tim pun berhak mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekadar email. #USMNT."