Ilustrasi Bandara Internasional John F. Kennedy, Amerika Serikat. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - New York, Amerika Serikat
Piala Dunia 2026 yang menyisakan kurang dari 80 hari, situasi ini dinilai genting karena staf baru dipastikan belum bisa bertugas saat ajang sepak bola terbesar itu berlangsung.
Para suporter yang berencana menyaksikan Piala Dunia 2026 musim panas ini di Amerika Serikat (AS) terancam menghadapi gangguan besar. Penutupan sebagian kegiatan pemerintah yang masih berlangsung memicu peringatan akan terjadinya situasi darurat di berbagai bandara nasional.
Otoritas transportasi setempat memperingatkan Kongres AS mengenai potensi munculnya situasi tersebut. Kondisi ini dipicu oleh krisis jumlah personel keamanan di lini terdepan yang berbenturan dengan kedatangan jutaan suporter saat Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni mendatang.
Pelaksana Tugas Kepala Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), Ha Nguyen McNeill, mengungkapkan di hadapan komite DPR AS bahwa lebih dari 480 petugas telah mengundurkan diri sejak kebuntuan anggaran dimulai pada pertengahan Februari. Akibat krisis ini, puluhan ribu pekerja terpaksa bekerja tanpa dibayar.
"Alasannya sederhana, mereka sudah tidak mampu lagi membiayai operasional pribadi hanya untuk datang bekerja," kata McNeill dikutip The Standard.
Dampak dari krisis ini mulai dirasakan di lapangan dengan catatan rekor antrean terpanjang. Di beberapa bandara, penumpang bahkan harus menunggu lebih dari empat jam hanya untuk melewati pos pemeriksaan keamanan.
Situasi makin keruh dengan meningkatnya laporan kekerasan terhadap staf bandara. Menanggapi kondisi ini, Presiden AS, Donald Trump, telah mengerahkan agen imigrasi federal untuk membantu tugas TSA dan menyatakan kesiapannya untuk menerjunkan pasukan Garda Nasional jika diperlukan.
"Seiring penutupan anggaran yang terus berlarut, kami khawatir akan terus kehilangan karyawan berbakat dan berpengalaman yang memilih pindah ke pekerjaan lain demi gaji yang pasti," ucapnya.
Masalah tidak berhenti pada pengunduran diri staf. McNeill menjelaskan proses rekrutmen pun terhambat. Petugas baru memerlukan waktu pelatihan selama empat hingga enam bulan sebelum mendapatkan sertifikasi untuk bertugas di pos pemeriksaan.
"Dengan kondisi saat ini, petugas yang baru direkrut tidak akan bisa bertugas di pos pemeriksaan sampai ajang Piala Dunia 2026 berakhir," ungkapnya.
"Ini adalah situasi yang genting. Kita menghadapi risiko badai sempurna antara kekurangan staf yang parah dan lonjakan jutaan penumpang di bandara untuk pertandingan Piala Dunia dalam waktu kurang dari 80 hari lagi," ia menambahkan.