TVRINews - Dallas, Amerika Serikat

Dwigol yang layak bagi Harry Kane yang bekerja keras di laga pertama Inggris yang berakhir dengan kemenangan pertama di Piala Dunia 2026.

Inggris memulai perjalanan mewujudkan ambisi kampiun lagi setelah enam dekade lalu dengan kemenangan 4-2 atas rival sebenua, Kroasia. Tiga angka dari Dallas Stadium pada Rabu (17/6/2026) ini akan berharga untuk kelanjutan kiprah Tim Tiga Singa di Grup L. 

FIFA menilai Harry Kane sebagai pemain terbaik pertandingan ini. Sang ujung tombak dan kapten ini mempersembahkan dua gol. Kane membuka skor melalui titik putih, yang sempat diulang karena wasit menilai kiper Kroasia maju terlebih dahulu di eksekusi pertama.

Gol penalti pada menit ke-12 ini memberikan catatan tersendiri buat Harry Kane. Ini menjadi penalti keenam dirinya, yang merupakan tersering di Piala Dunia. Kane menyamai jumlah penalti Lionel Messi, tapi lebih unggul soal eksekusi.

Eks penyerang Tottenham ini menjadi pencetak gol penalti terbanyak, di luar adu penalti, dalam sejarah Piala Dunia. Total eksekusi sukses Kane di turnamen empat tahunan ini sejumlah lima buah. Messi gagal dua kali sehingga hanya membukukan empat gol dari titik putih.

Setengah jam kemudian, Harry Kane kembali membawa Inggris unggul usai menyantap operan Declan Rice. Dwigol mengantarkan Kane pada rekor di Inggris. Ia menyamai koleksi gol penyerang legendaris, Gary Lineker, di Piala Dunia. Kedua penyerang telah mengemas 10 gol Piala Dunia. Lineker mengumpulkan 10 gol di dua edisi Piala Dunia, yakni 1986 dan 1990.


Etos Kerja Keras

Harry Kane meneruskan kiprah bagusnya di Bayern Munchen musim ini. Dua gol menjadi torehan yang layak bagi penyerang berusia 32 tahun tersebut di laga ini melihat etos kerjanya. Di Dallas Stadium, Kane terlihat berlari sepanjang pertandingan.

Ketajaman sang kapten, tentu bersama dua gol lagi yang dipersembahkan Jude Bellingham dan Marcus Rashford, lebih dari cukup untuk menutupi kekurangan di lini belakang. Kiprah membantu pertahanan bahkan ia lakukan secara harfiah.

Saat injury time, Kane secara menakjubkan melemparkan badannya untuk menahan tembakan keras Josko Gvardiol dengan perutnya di dalam kotak penalti. Gawang Jordan Pickford tidak kebobolan lebih banyak.

Kualitas kepemimpinan Harry Kane dapat terasa pula pada komentarnya setelah laga. Sang kapten melayangkan penghargaan untuk bos Thomas Tuchel dan para rekannya. 

"Pujian untuk manajer, ia berkata saat half-time, kira-kira, 'Jadi, kalau kalah, kita kalah dengan gaya kita'. Anda lihat sendiri bagaimana permainan kami di babak kedua. Kami tampil dengan gas penuh dan mereka tidak bisa mengatasinya. Itulah level yang harus kami sajikan di setiap laga.

"Setiap pemain juga layak mendapatkan penghargaan. Laga pertama di turnamen, hasil hebat atas tim top. Intensitas yang kami tampilkan, itulah kekuatan terbesar kami. Kami harus lebih membiasakan diri di level itu pada turnamen ini," ucap Kane kepada ITV seperti dikutip FIFA.