Pelatih Meksiko, Javier Aguirre (kiri) dan pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Gelandang Afrika Selatan, Themba Zwane, dijatuhi sanksi larangan tampil dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, berencana mengajukan banding atas hukuman skorsing tiga pertandingan yang dijatuhkan FIFA kepada Themba Zwane. Gelandang andalan tim berjuluk Bafana Bafana itu dinyatakan melakukan pelanggaran serius dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 melawan Meksiko.
Broos menilai sanksi tersebut terlalu berat. Juru taktik asal Belgia itu membandingkannya dengan insiden yang melibatkan Lionel Messi saat Argentina menang 3-0 atas Aljazair dalam pertandingan Grup J, Rabu (17/6/2026).
Zwane mendapat kartu merah dari wasit pada menit ke-84 setelah dianggap memukul wajah pemain Meksiko, Roberto Alvarado. Dari insiden tersebut, ada hukuman tambahan berupa larangan bermain dalam tiga laga dari Komite Disiplin FIFA, karena dianggap sebagai pelanggaran serius.
Keputusan itu membuat Zwane dipastikan absen pada dua pertandingan Afrika Selatan berikutnya di Grup A menghadapi Republik Ceko dan Korea Selatan. Situasi ini tentu saja tidak menguntungkan bagi Broos, karena harus kehilangan pemain starter.
Menjelang pertandingan melawan Republik Ceko di Atlanta Stadium, Amerika Serikat pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat, Broos mempertanyakan konsistensi penerapan aturan disiplin FIFA. Ia menilai harusnya Messi juga mendapat hukuman tambahan karena menginjak betis kapten Aljazair, Aissa Mandi.
Menurut Broos, jika Messi bisa lolos dari hukuman, semestinya hal yang sama berlaku untuk Zwane. Situasi ini membuat pelatih berusia 74 tahun tersebut merasa anak asuhnya diperlakukan tidak adil oleh FIFA, dan akan mengajukan banding.
“Saya pikir kartu merah itu terlalu berat. Saya sudah melihat kembali insiden yang melibatkan Themba dan menurut saya itu bukan kartu merah. Ketika saya melihat apa yang terjadi dengan Messi, saya tidak setuju dengan keputusan tersebut,” ujar Broos, dikutip dari AP.
Rekaman tayangan ulang menunjukkan sepatu Messi mengenai betis Mandi. Namun, wasit tidak memberikan hukuman dan video assistant referee (VAR) juga tidak melakukan intervensi terhadap insiden tersebut.
Broos menegaskan dirinya tidak menginginkan Messi mendapat kartu merah, tetapi mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap dua insiden yang dinilainya serupa.
“Saya tidak ingin Messi mendapat kartu merah karena pemain seperti itu harus berada di lapangan, dan Anda melihat sendiri kemarin betapa luar biasanya dia. Tetapi, ya, apa bedanya dengan kasus ini?” katanya.