TVRINews - Massachusetts, Amerika Serikat

Bagi Mbappe, Piala Dunia adalah panggung para bintang, dan Neymar adalah salah satu yang terbesar.

Debat mengenai masa depan Neymar bersama Brasil kembali memanas setelah bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, turut memberikan komentarnya. Penyerang andalan Prancis tersebut menegaskan dirinya tidak bisa membayangkan sebuah turnamen sebesar Piala Dunia berlangsung tanpa kehadiran sosok superstar Selecao tersebut.

Pernyataan Mbappe ini muncul di tengah tekanan publik yang kian meningkat terhadap pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Pria asal Italia tersebut kini didesak untuk memanggil kembali Neymar ke dalam skuad, sementara Mbappe memberikan dukungan penuh bagi mantan rekan setimnya untuk membuktikan kebugaran fisik tepat waktu menuju Piala Dunia 2026.

Dukungan moral ini dilontarkan Mbappe saat dunia sepak bola terus mempertanyakan keputusan berani Ancelotti yang meninggalkan Neymar dari daftar skuad terbaru. Nama eks Barcelona tersebut tidak masuk rombongan pemain untuk uji coba Brasil melawan Prancis dan Kroasia.

“Piala Dunia adalah kompetisi para bintang. Semua bintang ada di sana, dan bagi saya Neymar adalah salah satu yang terbesar. Saya tidak bisa membayangkan Piala Dunia tanpa Neymar,” kata Mbappe kepada Globo Esporte menjelang laga persahabatan antara Prancis kontra Brasil yang digelar di Stadion Gillette, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.

“Tetapi pada akhirnya, saya tidak bisa menentang mantan pelatih saya, Carlo Ancelotti. Saya harus menghormati keputusannya," Mbappe melanjutkan.

Perdebatan juga menyentuh topik mengenai siapa pemegang takhta utama di skuad Brasil saat ini, apakah tetap Neymar atau sudah beralih ke Vinicius Jr. Menanggapi hal tersebut, Mbappe memberikan pandangan yang seimbang mengenai transisi kepemimpinan di tubuh tim peraih lima gelar juara dunia itu.

Mbappe berpendapat Brasil tidak harus memilih salah satu. Akan tetapi, Tim Samba bisa mengakomodasi kehebatan keduanya secara bersamaan. 

“Saya pikir itu bisa menjadi milik keduanya. Vini sekarang perlu mengambil langkah lain bersama tim nasional, tetapi Neymar tetaplah Neymar. Dia adalah pemain yang fantastis,” tuturnya.

Meski banyak pihak meragukan kondisi fisik Neymar yang kian rentan cedera, Mbappe tetap memiliki keyakinan kuat bahwa pemain berusia 34 tahun itu tampil di Piala Dunnia 2026. Keyakinan ini didasari oleh kedekatan personal yang mereka bangun selama enam tahun berseragam Paris Saint-Germain.

Selama merumput bersama di Paris, Mbappe mengaku telah mempelajari banyak hal dari gaya bermain dan mentalitas kompetitif Neymar. Pengalaman tersebut membuatnya mampu melihat api semangat dalam diri pemain Santos tersebut yang mungkin mulai diragukan atau diabaikan oleh pengamat sepak bola lainnya.

“Bagi saya, Neymar adalah pemain yang membuat perbedaan. Saya bermain dengannya, saya belajar banyak darinya. Kita harus melihat bagaimana kondisinya, tapi saya mengenalnya: dia akan siap, dia akan ada di sana,” ungkapnya.

Menjelang laga uji coba antara Prancis dan Brasil, Mbappe menolak anggapan timnya lebih difavoritkan meskipun lawan sedang dilanda drama pemilihan pemain. Ia memandang Brasil tetap raksasa sepak bola yang memiliki mentalitas juara sangat kental dan sulit ditaklukkan.

“Anda tidak pernah bisa menjadi favorit melawan tim dengan lima bintang di jerseynya. Itu mustahil. Brasil adalah kekuatan terbesar dalam sepak bola. Bagi kami, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas dan bersiap memenangkan Piala Dunia 2026,” jelasnya.

Sentimen optimis Mbappe ini ternyata sejalan dengan keinginan para legenda sepak bola Brasil seperti Romario dan Ronaldo Nazario. Kedua ikon tersebut baru-baru ini menyuarakan harapan agar Neymar segera pulih secara fisik demi meyakinkan Ancelotti akan nilai pentingnya di dalam skuad.

Di sisi lain, Ancelotti tetap bergeming dengan metodologi pembangunan skuadnya dengan tekanan dari media dan publik Brasil terus mengalir deras. Ia mengaku tetap mendengarkan masukan namun memegang teguh otoritasnya.

“Saya mengamati segalanya, saya mendengarkan segalanya. Namun, peran saya adalah mengambil keputusan. Wajar jika setiap orang memiliki opini, karena sepak bola bukanlah universitas atau sains yang pasti,” ujar Ancelotti kepada wartawan saat menanggapi polemik pemanggilan pemain.