Gelandang Timnas Inggris Phil Foden memiliki hobi unik yaitu memancing, salah satu tangkapannya adalah ikan mas berukuran besar ini. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Manchester, Inggris
Dibandingkan dengan pemain sepak bola kelas dunia lainnya, hobi Foden mungkin terdengar sederhana. Bahkan tidak lazim bagi seorang pesepak bola muda yang hidup di era glamor sepak bola modern.
Phil Foden dikenal sebagai salah satu gelandang kreatif paling berbakat di generasinya. Bersama Manchester City dan Timnas Inggris, pemain kelahiran Stockport, Inggris, 28 Mei 2000 ini terbiasa menghadapi tekanan besar: pertandingan penting, ekspektasi publik, hingga persaingan di level tertinggi.
Namun, ketika peluit akhir berbunyi dan jadwal latihan memberi sedikit ruang bernapas, Foden memilih cara yang jauh dari hiruk-pikuk sepak bola modern. Duduk tenang di tepi danau dengan sebatang pancing di tangan.
Dibandingkan dengan pemain sepak bola kelas dunia lainnya, hobi Foden mungkin terdengar sederhana. Bahkan tidak lazim bagi seorang pesepak bola muda yang hidup di era glamor sepak bola modern.
Tetapi bagi Foden, memancing justru menjadi cara terbaik untuk menenangkan diri. Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports, ia menggambarkan betapa santainya aktivitas tersebut.
“Memancing itu sangat santai. Kegiatan itu membuat kaki dan pikiranmu rileks,” ujarnya. Kalimat singkat itu menggambarkan alasan mengapa memancing menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Usai pertandingan yang melelahkan, duduk diam menunggu ikan menyambar umpan menjadi cara Foden memulihkan tubuh sekaligus pikirannya.
Kecintaan Foden terhadap memancing ternyata bukan sesuatu yang baru. Hobi itu sudah melekat sejak masa kecilnya. Ia pertama kali mengenalnya dari sang ayah, yang sering mengajaknya pergi ke danau ketika masih kecil.
Foden kemudian mengenang bagaimana kebiasaan itu perlahan berubah dari sekadar kegiatan keluarga menjadi kegemaran yang serius. “Ketika saya berusia sekitar lima tahun, ayah saya selalu mengajak saya memancing, dan sejak saat itu saya langsung menyukainya,” Foden menuturkan.
Seiring waktu, pengalaman memancingnya pun berkembang. Dari menangkap ikan kecil di masa kanak-kanak, ia mulai mengejar tangkapan yang lebih besar seperti ikan mas dan ikan lele. Bahkan ketika karier sepak bolanya makin sibuk, Foden tetap berusaha meluangkan waktu untuk pergi memancing tiap kali ada kesempatan.
Yang menarik, hobi ini justru membuatnya berbeda dibanding banyak rekan setimnya. Dalam dunia sepak bola yang lebih identik dengan hiburan malam atau liburan mewah, memancing mungkin terdengar tidak biasa. Foden sendiri menyadari hal itu.
“Mungkin sekitar 95 persen pemain sepak bola tidak menikmati kegiatan ini,” kata Foden. Meski begitu, bagi Foden justru di situlah letak keistimewaannya. Ia merasa memancing adalah cara paling efektif untuk menjauh sejenak dari dunia sepak bola yang penuh tekanan.
“Menurut saya ini adalah hobi yang sempurna untuk mengistirahatkan kaki dan mendapatkan waktu untuk benar-benar bersantai,” ujar Foden.
Menariknya, kecintaan Foden terhadap memancing bukan sekadar duduk santai di tepi danau. Dalam beberapa kesempatan, ia juga berhasil mendapatkan tangkapan yang mengesankan.
Salah satu yang paling mencuri perhatian terjadi ketika ia memancing di Spanyol dan berhasil menangkap seekor ikan mas berukuran besar seberat hampir 59 kilogram. Tangkapan tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah didapatkan Foden selama menjalani hobinya.
Foden sendiri sebenarnya cukup merendah ketika berbicara tentang kemampuannya memancing. Ketika disinggung mengenai hal tersebut, ia mengatakan, “Saya bukan ahli memancing, tetapi saya tetap sering berhasil mendapatkan ikan.”
Namun, pengalaman menangkap ikan seberat puluhan kilogram menunjukkan bahwa hobinya bukan sekadar iseng. Bagi Foden, momen seperti itu menghadirkan sensasi tersendiri, perpaduan antara ketenangan alam dan adrenalin saat ikan besar akhirnya menyambar umpan.
Kecintaan terhadap memancing bahkan membuatnya bercanda tentang masa depan setelah pensiun dari sepak bola. Alih-alih menjadi pelatih atau komentator seperti banyak mantan pemain, Foden pernah membayangkan membuat konten khusus tentang hobinya tersebut.
“Inilah yang akan saya lakukan ketika pensiun nanti: membuat vlog tentang memancing,” ujarnya seraya tertawa. Kisah ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap dunia sepak bola modern, ada sisi sederhana dari seorang pemain bintang.
Foden mungkin terbiasa bermain di stadion besar di depan puluhan ribu penonton, tetapi ketenangan sejati baginya justru ditemukan di tempat yang jauh lebih sunyi di tepi danau, dengan sebatang pancing di tangan.
Jauh dari sorotan kamera dan tekanan pertandingan, Phil Foden bukan hanya seorang pesepak bola elite. Ia hanyalah seorang pemuda yang menikmati kesunyian alam, menunggu umpan pancingnya bergerak, dan menemukan ketenangan yang tidak selalu bisa diberikan oleh sepak bola.
Dari Akademi Manchester City Menuju Piala Dunia 2026
Terlepas dari hobinya memancing, Foden memang merupakan salah satu talenta terbaik yang pernah dihasilkan akademi Manchester City. Ia telah mencatatkan karier yang fenomenal dengan raihan enam gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan trofi Liga Champions sebagai bagian dari keberhasilan treble pada musim 2022/2023.
Hingga Maret 2026, koleksi 17 trofi mayor di level klub menegaskan statusnya sebagai pemain kunci dalam skema taktik Pep Guardiola, yang diperkuat dengan raihan gelar individu seperti Premier League Player of the Season 2023/2024.
Pada level internasional, pemain yang kini berusia 25 tahun tersebut telah mengantongi lebih dari 47 caps dan menjadi andalan Timnas Inggris sejak debutnya pada 2020.
Meskipun performanya di bawah asuhan Thomas Tuchel sempat mengalami pasang surut akibat rotasi dan persaingan ketat, kreativitas Foden di posisi sentral tetap menjadikannya aset vital bagi The Three Lions.
Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026, Foden diprediksi akan menjadi figur sentral dalam misi Inggris meraih kejayaan di tanah Amerika Utara.
Kematangannya dalam mengatur tempo permainan dan insting golnya diharapkan mampu membawa tim melangkah lebih jauh dari sekadar posisi runner-up dalam dua edisi Piala Eropa terakhir.