Davide Ancelotti (kiri) asisten dari pelatih Brasil, Carlo Ancelotti Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Rio de Janeiro, Brasil
Davide Ancelotti menyatakan Brasil bukan hanya memburu gelar melainkan juga harus bermain indah di Piala Dunia 2026.
Davide Ancelotti menggambarkan bagaimana Tim Samba akan bermain dalam Piala Dunia 2026. Anak dari pelatih Brasil Carlo Ancelotti ini menekankan pentingnya bermain indah yang sudah menjadi identitas sepak bola Negeri Samba. Identitas itu pula yang akan ditampilkan Brasil asuhan Carlo Ancelotti dalam Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
"Orang Brasil mencintai sepak bola, mereka suka bermain indah (joga bonito), tetapi mereka juga suka kemenangan," kata Davide Ancelotti yang merupakan asisten pelatih Timnas Brasil, kepada BBC Sports, Senin (4/5/2026).
Belakangan ini, Davide Ancelotti sering muncul ke permukaan. Dia bertindak sebagai suara ayahnya dalam memberikan keterangan atau menanggapi isu tertentu seputar Timnas Brasil. April lalu contohnya, Davide Ancelotti memberikan pernyataan tentang Neymar.
Saat itu, pria yang baru berusia 36 tahun ini menegaskan bahwa masalah Neymar hanyalah tentang kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen. Pernyataan tersebut seperti memberikan titik terang ketika saat itu pembahasan tentang Neymar semakin besar, baik oleh media maupun di sejumlah media sosial.
Davide Ancelotti juga sebelumnya memberikan pernyataan tentang Estevao pada awal April lalu. "Estevao bisa menjadi kejutan dari Brasil dalam Piala Dunia 2026," kata Davide Ancelotti ketika itu. Namun sayang Estevao mengalami cedera dan kini terancam tidak dapat tampil di Piala Dunia.
Sebagai pelatih kepala, Carlo Ancelotti memang membutuhkan sosok seperti Davide Ancelotti, yang menjadi suaranya kepada publik sepak bola Brasil maupun dunia. Namun, bukan hanya itu tentunya karena Davide Ancelotti dibutuhkan sebagai asisten untuk bagian teknik. Dalam hal ini, pengetahuannya sebagai pelatih modern semakin memperkuat posisi Carlo Ancelotti, pelatih yang berasal dari masa lalu.
Apalagi, sebagai pelatih, Carletto termasuk pelatih yang menyukai permainan bertahan meski bukan pertahanan yang ekstrem. Dengan Davide Ancelotti di sampingnya, akan ada keseimbangan dalam permainan Brasil yang sudah dikenal memainkan sepak bola menyerang.
Sebelum mendapatkan lisensi kepelatihan Pro UEFA pada Juli 2023 lalu, dia mengambil lisensi kepelatihan di Jerman bertepatan dengan tugas Carlo Ancelotti saat itu yang melatih Bayern Munchen. Davide Ancelotti juga lulus dalam bidang Ilmu Olahraga di Italia, ilmu yang fokus pada motorik pemain sepak bola, 2012 lalu.
Dengan modal itu pula, dia akan membantu ayahnya untuk membawa Brasil juara Piala Dunia. Meski Brasil sebagai salah satu tim favorit peraih gelar namun Davide Ancelotti mengingatkan bahwa Brasil tidak hanya sekadar meraih gelar melainkan memperlihatkan permainan yang indah yang sudah menjadi tradisi dari negeri ini.
"Jika Anda menganalisis situasi terkini Brasil, ada pemain bertahan yang sangat bagus, beberapa yang terbaik di dunia, lalu pemain transisi yang sangat bagus pula, mereka adalah pemain sayap, pemain nomor 10, dan juga penyerang," kata Davide Ancelotti. Dengan barisan pemain seperti inilah, pelatih dan staf pelatih akan mencoba membentuk tim yang kuat tapi juga tidak menghilangkan ciri khas dari tim ini.
Saat ini, Brasil memiliki Marquinhos sebagai pemimpin tim ini sekaligus juga sebagai bek berpengalaman. Lalu ada Gabriel Magalhaes, Vitor Reis, Douglas Santos, atau gelandang dengan karakter bertahan seperti Casemiro, hingga Bruno Guimaraes.
Untuk pemain sayap, Brasil memiliki cukup banyak pemain di posisi tersebut. Raphinha, Matheus Cunha, Rayan, atau Gabriel Martinelli. Vinicius Junior, Endrick, Vitor Roque, hingga Richarlison adalah pemain yang memiliki kekuatan dan Teknik sepak bola yang tinggi.
Davide Ancelotti sendiri tidak menegaskan tentang pola atau sistem permainan Brasil Carlo Ancelotti. Namun demikian, dari 10 pertandingan Brasil di bawah asuhan Carletto, tim ini bermain dengan pola empat bek dengan berbagai fariasi: 4-2-3-1, 4-4-2, hingga 4-3-3.
"Dengan semua pemain tersebut, memberi Anda gambaran tentang jenis sepak bola yang dapat Anda mainkan, tetapi kemudian ada budaya bangsa, untuk memainkan sepak bola menyerang, sepak bola yang menang, dan bermain dengan senyum. Anda harus mempertimbangkan itu," kata Davide Ancelotti, tentang timnas Brasil.
"Anda perlu memiliki identitas yang jelas tetapi juga beradaptasi. Anda harus mampu menyeimbangkan ide-ide dengan karakteristik para pemain dan kemudian identitas bangsa," Davide Ancelotti yang sebelumnya pernah menangani Botafogo menambahkan.
Di sisi lain, fakta bahwa Brasil sudah lama tidak meraih gelar Piala Dunia sejak 2002 silam memberikan tekanan tersendiri bagi Carlo Ancelotti, pelatih sarat pengalaman yang telah memenangkan sejumlah gelar di level klub seperti bersama AC Milan, Real Madrid, Chelsea, atau Bayern Munchen. "Ini bukan pekerjaan mudah, karena selain bermain indah kami juga harus memenangkan Piala Dunia," kata Davide Ancelotti menegaskan.