Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Mexico City, Meksiko
Gianni Infantino menegaskan, kontroversi apa pun terkait visa tidak membuatnya menyesal memilih Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela penanganan masalah visa dan kebijakan harga tiket menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Berbicara dalam konferensi pers sehari sebelum laga pembuka antara Meksiko melawan Afrika Selatan, Rabu (10/6/2026) waktu setempat di ruang konferensi pers Estadio Azteca, Meksiko City, Infantino menegaskan bahwa FIFA terus berupaya mencari solusi atas berbagai kendala yang muncul.
Tetapi, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengesampingkan keputusan pemerintah suatu negara.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah kasus wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang ditolak masuk ke Amerika Serikat meski memiliki visa yang sah. Otoritas AS menyatakan Artan tidak diizinkan masuk karena diduga memiliki hubungan dengan individu yang dicurigai terkait organisasi teroris.
“Itu sangat disayangkan yang terjadi pada wasit dari Somalia,” kata Infantino dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2026). “Kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat penegak hukum. Kami adalah organisasi olahraga,” ia menambahkan.
Kasus tersebut memicu kekhawatiran mengenai tantangan imigrasi selama turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Meski demikian, Infantino menegaskan FIFA tetap bekerja di balik layar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.
“Kami selalu berusaha menemukan solusi. Terkadang langsung berteriak dan memprotes justru memiliki efek sebaliknya terhadap upaya menemukan solusi,” ujarnya.
Saat ditanya apakah kontroversi terkait visa membuatnya menyesal memilih Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Infantino menjawab tegas bahwa dirinya tidak memiliki penyesalan apa pun.
“Ada berbagai masalah, dan itu normal untuk ajang sebesar ini. Sebagian berasal dari Amerika Serikat, sebagian dari Kanada, sebagian dari Meksiko. Kami menangani semuanya,” kata pria Swiss-Italia tersebut.
Infantino juga menyinggung partisipasi Iran di turnamen kali ini. Menurutnya, keberhasilan memastikan Iran tampil di Piala Dunia meski terdapat berbagai ketegangan geopolitik menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menjembatani perbedaan.
“Banyak orang mengatakan Iran tidak akan bisa datang ke Piala Dunia. Saya berjanji kepada mereka bahwa mereka akan datang,” ujar Infantino.
Ia berharap pertandingan yang melibatkan Iran dapat berlangsung dalam suasana positif.
“Ketika Iran bermain, stadion akan penuh dan saya berharap atmosfernya positif karena ini adalah sepak bola. Kami ingin mempersatukan dunia.”
Tema persatuan menjadi pesan utama yang berulang kali disampaikan Infantino. Menurutnya, Piala Dunia dapat menjadi momen yang menyatukan masyarakat global di tengah berbagai konflik dan ketidakpastian yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Selain isu visa, Infantino juga membela kebijakan harga tiket yang menuai kritik dari sebagian suporter. Beberapa penggemar menilai biaya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung terlalu mahal.