Pemain Timnas Iran ketika merayakan kemenangan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Teheran, Iran
Dalam sejarah Piala Dunia, ada lima negara yang pernah menarik diri dalam keikutsertaan mereka.
Iran sudah menyatakan diri bahwa mereka tidak akan tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyampaikan pengumuman tersebut pada Rabu (11/3/2026) petang waktu setempat.
Sikap Iran untuk tidak mengirim tim nasional mereka ke Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 11 Juni 2026 nanti, karena konflik yang terjadi saat ini. Iran saat ini tengah berperang dengan Amerika Serikat-Israel. Karena serangan Amerika Serikat menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak saat itulah, status Timnas Iran sebagai peserta Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya besar. Dalam hal ini, Iran menyatakan tidak mungkin bagi mereka untuk tampil di turnamen yang justru digelar di Amerika Serikat. Di sisi lain, Amerika Serikat juga melakukan pembatasan atau pelarangan visa bagi sejumlah pemain serta pentinggi sepak bola Iran.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami. Karena itulah dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Ahmad Donyamali kepada televisi pemerintah Iran, IRIB Sports Network.
“Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memicu dua perang terhadap kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat berpartisipasi dalam kondisi (Iran) seperti itu.”
FIFA sendiri belum memberikan respons terkait sikap Iran ini. Namun, keputusan Iran menarik diri karena situasi perang menjadi hal baru dalam sejarah digelarnya Piala Dunia sejak 1930 silam. Sebelumnya, pengunduran diri sebuah negara dari Piala Dunia memang pernah terjadi tapi tidak dengan kondisi yang dihadapi Iran saat ini.
Berikut ini, TVRI menampilkan lima negara yang pernah menarik diri dari keikutsertaan mereka di Piala Dunia, empat di antaranya bahkan terjadi di Piala Dunia 1950 silam yang digelar di Brasil:
1. Austria (1938)
Timnas Austria lolos ke Piala Dunia 1938 yang digelar di Prancis. Namun, Austria memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam turnamen tersebut karena negara itu diambil atau dikuasai oleh Nazi Jerman justru mendekati ajang Piala Dunia tahun itu berlangsung.
Tepatnya pada 12 Maret 1938, Austria kehilangan kedaulatan mereka. Dengan situasi tersebut, Timnas Austria pun dibubarkan dan para pemainnya dipaksa untuk bergabung dengan Timnas Jerman. Sejumlah bintangnya, seperti Matthias Sindelar, menolak bermain untuk Nazi.
2. Skotlandia (1950)
Timnas Skotlandia lolos ke Piala Dunia 1950 yang bergulir di Brasil. Tiket lolos tersebut mereka raih setelah ada di posisi kedua runner-up Kejuataan Britania (British Home Championshop). FIFA ketika itu memang menetapkan dua peringkat terbaik di ajang ini lolos ke Piala Dunia.
Namun demikian, sebelum Kejuaraan Britania bergulir, Asosiasi Sepak Bola Skotlandia sudah menyatakan bahwa mereka hanya akan tampil di Piala Dunia 1950 itu jika berhasil keluar sebagai juara. Inggris lalu yang tampil sebagai juara dan Skotlandia "menepati" janji mereka untuk tidak tampil di Piala Dunia.
3. Prancis (1950)
Pada Piala Dunia 1950 pula, ada Timnas Prancis yang menolak untuk berpartisipasi. Saat itu, Prancis berstatus sebagai undangan dari FIFA untuk menggantikan Skotlandia dan Turki yang menarik diri. Namun, pada akhirnya Les Bleus menolak dengan alasan jarak tempat pertandingan yang satu ke lainnya yang sangat jauh, mencapai 2.000 mil.
Jadwal saat itu memang sangat berat, khususnya di fase grup dengan kota yang berbeda, yaitu antara Porto Alegre dan Recife. Karena itulah, Prancis menolak untuk mengambil tawaran tersebut dengan alasan jarak serta biaya yang menurut mereka saat itu tidak masuk akal.
4. Turki (1950)
Pada Piala Dunia 1950, Timnas Turki juga menarik diri karena alasan yang sama. Namun, saat itu, status mereka bukan sebagai undangan melainkan sudah lolos kualifikasi setelah mengalahkan Siria dengan skor 7-0. Pemerintahan Turki memutuskan untuk tidak mengirim tim mereka karena alasan biaya yang besar.
FIFA kemudian menawarkan posisi Turki kepada sejumlah negara termasuk Portugal. Namun Portugal ketika itu juga menolak karena faktor biaya. Perjalanan menuju Amerika Selatan ketika itu memang sangat mahal.
5. India (1950)
India juga menjadikan ekonomi sebagai alasan menarik diri dari Piala Dunia 1950, meskipun ada juga versi yang beredar bahwa mereka menolak untuk berpartisipasi karena mereka dilarang bermain tanpa alas kaki.
Menempuh jarak 14.766 km yang memisahkan India dan tuan rumah Piala Dunia FIFA 1950, Brasil, berarti Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF) harus membayar saat itu sekitar 1 ribu Rupee untuk mendanai perjalanan tersebut.
Meskipun AIFF saat itu kekurangan dana, berbagai asosiasi sepak bola negara bagian siap membantu. Namun, pemerintah India tetap menolak. Saat itu, faktor Olimpiade ajang lebih besar dibandingkan dengan Piala Dunia juga menjadi pertimbangan India.
Kasus Lainnya
Dalam sejarah Piala Dunia, sejumlah tim nasional juga pernah menolak berpartisipasi meskipun penolakan terjadi sebelum mereka lolos kualifikasi. Uruguay, juara tahun 1930, menolak untuk mempertahankan gelar mereka pada tahun 1934 di Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Italia di bawah kepemimpinan Benito Mussolini, sebagai balasan atas rendahnya partisipasi tim-tim Eropa empat tahun sebelumnya (1930).
Uruguay juga menolak untuk berpartisipasi dalam turnamen 1938 sebagai protes terhadap FIFA, yang memberikan hak penyelenggaraan kepada Prancis alih-alih mempertahankan rotasi benua dan memberikannya kepada negara Amerika Selatan. Argentina, yang sudah berharap menjadi tuan rumah Piala Dunia tersebut, juga menolak untuk berpartisipasi.
Afrika memboikot babak kualifikasi Piala Dunia 1966 di Inggris setelah FIFA memutuskan untuk tidak memberikan tempat langsung kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika, hanya memberikan setengah tempat di turnamen tersebut, yang harus diperebutkan melawan perwakilan dari Asia.
Korea Utara menolak untuk berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia 1970 di Meksiko karena alasan politik. Demikian pula Uni Soviet menolak untuk memainkan pertandingan play-off Piala Dunia 1974 di Jerman melawan Cili setelah kudeta militer Augusto Pinochet.