Stadion Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Madrid, Spanyol
Presiden Dewan Olahraga Tinggi Spanyol, Jose Manuel Rodriguez Uribes, menilai Spanyol memiliki infrastruktur, konektivitas, hingga keamanan lebih baik dibanding dua negara tuan rumah Piala Dunia 2030 lainnya.
Presiden Dewan Olahraga Tinggi (CSD) Spanyol, Jose Manuel Rodriguez Uribes, berpendapat bahwa final Piala Dunia 2030 seharusnya digelar di Spanyol. Ia menilai bahwa Stadion Santiago Bernabeu yang selama ini menjadi markas Real Madrid akan menjadi stadion yang sangat baik, meskipun keputusan akhir akan diambil oleh FIFA pada 2029.
“Saya sudah mengatakannya 80 kali. Saya ingin final digelar di Spanyol, tetapi bukan saya yang memutuskan. Yang memutuskan adalah FIFA, kapan? Pada 2029," ujar Uribes dikutip dari AS, Minggu (26/4/2026).
"Negara mana dari tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2030 yang memiliki posisi paling menonjol? Spanyol! Itu karena infrastruktur, konektivitas, keamanan publik, ketertiban umum, dan itu memungkinkan Spanyol menjadi tuan rumah final (Piala Dunia 2030)," ia menambahkan.
"Semoga Spanyol juga akan menjadi finalis, kami akan memperjuangkannya. Santiago Bernabeu akan menjadi stadion yang sangat baik, tetapi Barcelona juga menginginkannya dan itu menunjukkan adanya minat,” ujar Uribes.
Berbicara di hadapan Komisi Pendidikan, Pelatihan Profesional, dan Olahraga Kongres Deputi Spanyol, Rodriguez Uribes juga membela agar semua kota di Spanyol yang saat ini ingin menjadi tuan rumah ajang empat tahunan itu dimasukkan dalam daftar calon, merujuk pada Kota Vigo dan Valencia.
Ia menegaskan bahwa komisi antarkementerian yang dibentuk musim panas lalu bertujuan untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2030 mendatang.
“Kami akan memperjuangkan agar Spanyol memiliki semuanya. Dari sekarang hingga 2030 kita tidak tahu apakah ada kota yang akan memutuskan mundur, seperti yang terjadi dengan Malaga," kata Uribes.
"Sejak awal saya telah membela agar semua kota Spanyol yang saat ini menginginkannya harus ada, saya merujuk pada Vigo dan Valencia. Tampaknya di Valencia sudah ada kejelasan terkait stadion baru Mestalla dengan kesepakatan dari pemerintah kota," ia menuturkan.
"Kami tidak membiayai stadion mana pun, itu adalah syarat ‘sine qua non’ (mutlak), dan meskipun demikian, kami memiliki 12 kota yang ingin menjadi tuan rumah. Kami memberikan dukungan khusus kepada Kota Las Palmas karena makna insularitas negara kami,” Uribes menegaskan.
Pria yang juga menjabat Sekretaris Negara Spanyol tersebut memastikan bahwa penunjukan Piala Dunia berarti “ada kepercayaan pada Spanyol” untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2030 bersama Portugal dan Maroko, yang merepresentasikan dua benua dan budaya yang berbeda.
“Sepak bola sebagai cara untuk memproyeksikan keragaman budaya antarnegara tetangga. Saya paham hal ini mungkin tidak akan disukai oleh Anda,” katanya sebagai tanggapan kepada anggota parlemen Vox, Jacobo Gonzalez-Robatto, yang oleh Rodriguez Uribes dikritik karena ingin “kembali ke rezim lama.”
Piala Dunia 2030 sendiri dijadwalkan berlangsung pertengahan tahun 2030 (sekitar Juni–Juli) dan akan diselenggarakan secara bersama oleh tiga negara utama, yaitu Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Keunikan edisi ini terletak pada konsep lintas benua (Eropa dan Afrika) yang mencerminkan kolaborasi budaya yang jarang terjadi dalam sejarah turnamen.
Selain itu, sebagai bagian dari peringatan 100 tahun sejak edisi pertama Piala Dunia 1930, beberapa pertandingan pembuka juga direncanakan digelar di Uruguai (penghormatan sebagai penyelenggara Piala Dunia pertama), Argentina, dan Paraguai.