TVRINews - Dallas, Amerika Serikat

Tambahan dua gol tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak sejarah Piala Dunia dengan koleksi 18 gol, melampaui rekor Klose.

Lionel Messi, tampil sangat brilian saat menginspirasi kemenangan Argentina atas Austria pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium pada Selasa (23/6/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan keunggulan Tim Tango lewat skor 2-0.

Sepasang gol kemenangan skuad asuhan Lionel Scaloni dalam laga krusial ini seluruhnya diborong oleh penyerang asal Inter Miami tersebut. Hasil poin penuh tersebut sekaligus memastikan langkah sang juara bertahan untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Catatan dua gol ke gawang Austria tersebut menobatkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen akbar empat tahunan ini. La Pulga itu kini resmi mengemas total 18 gol di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Torehan impresif tersebut membuat Messi sukses melampaui rekor gol yang selama ini dipegang oleh penyerang legendaris Jerman, Miroslav Klose. Ia tercatat unggul dua gol dari mantan striker tajam Bayern München itu.

Menariknya, keberhasilan bersejarah Messi sempat diwarnai drama kegagalan eksekusi penalti pada babak pertama. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Argentina setelah penyerang Lautaro Martinez dilanggar keras oleh barisan pertahanan Austria.

Messi yang maju sebagai eksekutor utama justru gagal mengonversi peluang emas tersebut menjadi sebuah gol pembuka bagi timnya. Sepakan keras kaki kirinya melenceng ke sisi kanan gawang Alexander Schlager dan membuat papan skor belum berubah.

Namun, kegagalan pada menit-menit awal tersebut sama sekali tidak menurunkan mentalitas bertanding Messi di atas lapangan. Skuad Argentina justru terus meningkatkan intensitas gempuran untuk membongkar lini pertahanan kokoh yang digalang David Alaba.

Berdasarkan data statistik pertandingan, Messi menunjukkan efisiensi luar biasa dengan mencatatkan performa yang sangat dominan di lini depan. Ia tercatat sukses melepaskan persentase sebesar 75 persen operan akurat di sepanjang jalannya laga.

Akurasi umpan yang sangat tinggi ini menjadi motor utama hidupnya kreativitas serangan yang dibangun oleh lini tengah Argentina. Setiap aliran bola yang mengalir dari kaki Messi terbukti selalu menyulitkan barisan bertahan Austria.

Tidak hanya dominan dalam mendistribusikan bola, pergerakan dengan bola dan daya jelajah Messi juga tercatat sangat impresif. Daya hancur tusukan yang dilakukannya sering kali memaksa barisan belakang lawan melakukan pelanggaran taktis.

Total jarak pembawaan bola yang dilakukan oleh pemilik 8 gelar Ballon d'Or ini mencapai angka sejauh 263.7 meter. Catatan itu membuktikan determinasi dan kondisi fisik Messi masih berada di level tertinggi meski usianya sudah menginjak 38 tahun.

Keunggulan fisik dan kecerdasan posisi Messi juga terbukti melalui efektivitasnya saat terlibat dalam situasi perebutan bola dengan pemain lawan. Sifat pantang menyerah yang ditunjukkannya berhasil mengangkat moral bertanding seluruh penggawa skuad juara bertahan.

Pemain bernomor punggung sepuluh ini tercatat berhasil memenangi duel lapangan sebanyak 9 kali dari total 15 kali percobaan. Statistik tersebut menegaskan Messi tidak hanya fokus menyerang tetapi juga aktif memenangi perebutan bola.

Kombinasi performa individu yang matang dan kematangan taktik tersebut pada akhirnya sukses meruntuhkan lini pertahanan disiplin Austria. Dua gol yang tercipta pada babak pertama dan masa injury time paruh kedua menjadi bukti sahih kehebatan Messi.

Kemenangan itu membuat Argentina kini nyaman memimpin klasemen sementara Grup J dengan koleksi enam poin penuh dari dua laga. Tim Tango tinggal menunggu laga pemungkas untuk menentukan status mereka sebagai juara grup seutuhnya.