Gelandang Jerman, Nadiem Amiri. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Toronto, Kanada
Dalam laga Jerman lawan Pantai Gading, Nadiem Amiri masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan dampak signifikan.
Nadiem Amiri menyebut dirinya sangat bersyukur setelah memainkan peran penting sebagai pemain pengganti dalam kemenangan dramatis Jerman 2-1 atas Pantai Gading pada Sabtu (20/6/2026) lalu waktu setempat.
Gelandang serang berusia 29 tahun itu mengaku momen tersebut terasa “sangat besar” dalam perjalanan kariernya di ajang Piala Dunia, sekaligus berharap bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dalam laga yang digelar di Toronto Stadium itu, Amiri masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan dampak signifikan. Ia mengirimkan umpan silang yang berujung pada gol penyeimbang yang dicetak striker Deniz Undav. Gol tersebut membalikkan momentum pertandingan sebelum Jerman akhirnya memastikan kemenangan 2-1 di menit-menit akhir.
Hasil itu memastikan Jerman mengamankan posisi puncak Grup E dan tiket ke fase gugur lebih cepat, meski masih menyisakan satu pertandingan melawan Ekuador. Dalam klasemen, Jerman kini berada di posisi nyaman dengan enam poin, unggul atas Pantai Gading, Ekuador, dan Curacao yang masih bersaing untuk posisi berikutnya.
“Setiap pemain tentu ingin memulai turnamen dengan baik. Saya tidak kecewa tidak bermain sejak awal melawan Curacao. Saya tidak membutuhkan banyak menit untuk masuk ke dalam permainan, dan laga melawan Pantai Gading adalah contoh yang sempurna. Itu momen yang sangat besar bagi saya,” ujar Amiri, dikutip dari Reuters.
Amiri menegaskan bahwa meski belum menjadi starter reguler, dirinya siap kapan pun dibutuhkan. Ia juga berharap performa positifnya bisa membuka peluang lebih besar untuk tampil sejak menit awal di laga berikutnya.
“Saya berharap mendapat lebih banyak waktu bermain, tetapi saya siap dimainkan sesuai keputusan pelatih,” ia menambahkan.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, disebut akan melakukan beberapa rotasi pemain jelang laga terakhir fase grup. Kondisi ini dipengaruhi oleh cedera bek tengah Nico Schlotterbeck, serta munculnya perdebatan mengenai performa gelandang muda Jamal Musiala yang dinilai belum tampil maksimal dalam laga sebelumnya.
Meski sudah lolos, Amiri menegaskan bahwa laga melawan Ekuador pada Kamis, 25 Juni waktu setempat (Jumat, 26 Juni WIB) tetap akan diperlakukan seperti final.
Jerman sendiri sedang dalam performa impresif dengan catatan 11 kemenangan beruntun di level internasional, membuat mereka menjadi salah satu tim yang diunggulkan di turnamen ini.
“Ekuador memiliki tim yang sangat bagus meski tidak memulai dengan baik. Kami harus siap, menjaga momentum, dan kami akan turun dengan intensitas maksimal. Ini pertandingan yang sangat penting, dan kami akan menghadapinya seperti final,” kata Amiri.
Dengan kepercayaan diri yang meningkat, Amiri berharap momen asis melawan Pantai Gading menjadi awal dari kontribusi lebih besar di panggung dunia.