TVRINews - Winston-Salem, Amerika Serikat

Schlotterbeck memohon ruang privasi seraya membakar semangat para suporter agar terus bersatu di belakang Die Mannschaft.

Bek tim nasional Jerman, Nico Schlotterbeck, akhirnya memutuskan untuk buka suara ke publik untuk pertama kalinya. Langkah ini diambil setelah munculnya konfirmasi medis yang sangat memilukan terkait cedera parah yang ia alami di Piala Dunia 2026.

Schlotterbeck harus menerima kenyataan pahit mengenai kondisi cedera yang menimpanya. Ia divonis harus menepi dari lapangan hijau setidaknya selama dua bulan ke depan akibat mengalami kerusakan ligamen medial yang cukup parah pada pergelangan kaki kirinya.

Cedera tersebut secara otomatis langsung mengubur impian besar Schlotterbeck untuk berjuang bersama rekan-rekannya di sisa laga Piala Dunia 2026. Harapannya untuk bisa membantu Jerman melangkah jauh dalam turnamen bergengsi empat tahunan tersebut tak lagi dapat dilakukan.

Nasib nahas tersebut didapatkan Schlotterbeck saat Jerman bersua Pantai Gading pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026. Duel tersebut dimenangkan Der Panzer dengan skor 2-1 di Toronto Stadium, Minggu (21/6/2026).

Pada awalnya, Schlotterbeck sempat menunjukkan spirit petarung dengan mencoba memaksakan diri untuk terus melanjutkan pertandingan. Namun, ia akhirnya terpaksa ditarik keluar saat turun minum setelah rasa sakit yang luar biasa yang tak lagi kuat ditahannya.

Tim medis bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan mendalam melalui pemindaian MRI sesaat setelah pertandingan tersebut usai. Hasil dari pemindaian itu kemudian memastikan adanya kerusakan ligamen yang sangat parah, sehingga tim kepelatihan harus mencoret namanya dari sisa turnamen.

Melalui sebuah unggahan pesan yang sangat emosional di akun media sosial pribadinya, Schlotterbeck mencoba menyapa para pendukung setianya. Dalam pernyataan tertulis itu, ia secara terbuka meminta waktu dan ruang privasi dari publik demi bisa menenangkan diri serta menerima situasi sulit ini.

Di samping curahan hati tentang kondisi personalnya, Schlotterbeck juga menyelipkan sebuah pesan penting yang ditujukan kepada seluruh pencinta sepak bola Jerman. Ia mendesak para suporter untuk tidak larut dalam kesedihan dan meminta mereka tetap memberikan dukungan total kepada Jamal Musiala dan kawan-kawan.

"Halo para penggemar, saya masih butuh sedikit waktu untuk memproses semua ini dan akan menceritakannya nanti. Oleh karena itu, belum ada kata-kata mendalam dari saya untuk saat ini," tulis Schlotterbeck dalam akun Instagram miliknya.

"Yang terpenting sekarang adalah tim. Mereka layak mendapatkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Jerman. Mari bersatu dan tunjukkan bahwa kita berdiri di belakang tim Jerman ini, baik dalam masa senang maupun sulit, serta mendukung mereka dalam perjalanan menuju gelar juara Piala Dunia. Terima kasih atas pengertiannya," lanjut pernyataan tersebut.

Meski harus menerima pukulan telak karena tak bisa melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia 2026, Schlotterbeck mengambil sebuah keputusan yang tergolong tidak biasa bagi pemain yang cedera. Ia memilih untuk menolak pulang lebih awal dengan tetap bertahan bersama skuad di markas latihan yang terletak di Amerika Serikat.

Keputusan berani yang diambil oleh Schlotterbeck ini langsung menuai banjir pujian dari jajaran tim kepelatihan Jerman. Keberadaannya dinilai tetap memberikan dampak yang positif sebagai figur pemimpin yang berpengaruh di ruang ganti, meskipun ia sudah tidak bisa berkontribusi dalam pertandingan.

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengungkapkan atmosfer di dalam kamp latihan saat ini dipenuhi rasa solidaritas yang tinggi. Seluruh elemen tim dikabarkan sedang berupaya melakukan segala hal yang memungkinkan demi menjaga mentalitas dan kegembiraan Schlotterbeck agar tidak ambruk.

"Kami semua telah mencoba untuk membangkitkan semangatnya. Untungnya, dia adalah pria yang sangat positif dan sudah mulai menatap ke depan," ujar Nagelsmann.