Laga semifinal Prancis vs Spanyol, menampilkan bintang seperti Kylian Mbappe (kiri) dan Lamine Yamal. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Paris, Prancis
Prancis mendapat hukuman penalti usai Lucas Digne melanggar penyerang Spanyol, Lamine Yamal.
Kekalahan 0-2 Prancis dari Spanyol dalam semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Amerika Serikat pada Rabu (15/7/2026) diwarnai penalti. Wasit Ivan Barton menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan Lucas Digne terhadap Lamine Yamal.
Wasit asal El Salvador tersebut tanpa ragu meniupkan peluitnya dan menunjuk titik putih setelah Digne menenang paha Yamal saat hendak melakukan sapuan. Namun, ada sejumlah pertanyaan di balik keputusan tersebut.
Ada yang menganggap pelanggaran yang dilakukan Digne terjadi setelah bola menyentuh tangan Yamal. Dengan begitu, Prancis yang harusnya mendapat tendangan bebas, bukan hukuman penalti yang berujung gol pada menit ke-22 melalui sepakan Mikel Oyarzabal.
Untuk menguji ulang keputusan Barton, L'Equipe menghubungi mantan wasit internasional Said Ennjimi. Baginya, keputusan memberi hukuman penalti kepada Prancis sudah tepat.
"Lamine Yamal memalingkan wajah karena takut terkena bola dan tidak secara artifisial mengulurkan lengannya. Posisinya alami, dan lengannya dekat dengan tubuhnya," kata Ennjimi.
Mantan wasit lainnya, Bruno Derrien, juga memberi penilaian senada. Pernyataan tersebut menguatkan tidak ada yang dapat digugat dari hukuman penalti yang diberikan Barton kepada skuad asuhan Didier Deschamps.
"Lengan dekat dengan tubuhnya. Tidak ada peningkatan luar permukaannya," ujar pria kelahiran Brest, Prancis tersebut.
Gol pembuka keunggulan Spanyol tersebut membuat Prancis dalam keadaan sulit. Meski beberapa kali berhasil menciptakan peluang, Kylian Mbappe dan kawan-kawan gagal memaksimalkannya menjadi peluang.
Justru gawang mereka yang kembali dibobol oleh Spanyol ketika pertandingan memasuki menit ke-58. Pedro Porro yang menguasai bola dengan bebas di dalam kotak penalti melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Prancis, Mike Maignan.
Hasil pertandingan tersebut membuat impian Prancis untuk menembus final Piala Dunia ketiga kalinya secara beruntun sirna. Mereka gagal menyamai capaian Jerman Barat dan Brasil.
Usai pertandingan, Deschamps meluapkan rasa kecewa terhadap kinerja Barton sebagai wasit utama. Ia mempertanyakan kelayakan sang pengadil untuk memimpin laga sebesar semifinal Piala Dunia 2026.
“Saya hanya ingin bertanya kepada Anda semua, apakah dia memang memiliki level yang pantas untuk memimpin semifinal Piala Dunia?" ujar Deschamps.