TVRINews - Vancouver, Kanada

Sebelum turnamen Piala Dunia 2026 dimulai, Zico lebih sering dianggap sebagai pemain pelapis. Namun, dalam waktu singkat ia mampu mengubah pandangan tersebut

Penyerang Timnas Mesir, Mostafa "Zico" Mohamed, mengaku nyaris menghabiskan masa liburan musim panas di pesisir utara Mesir sebelum panggilan mendadak ke tim nasional mengubah seluruh rencananya. 

Kesempatan yang datang secara tidak terduga itu kini justru mengantarkannya menjadi salah satu pemain paling bersinar bagi Mesir di ajang Piala Dunia 2026.

Zico tampil gemilang saat Mesir menaklukkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada Minggu (21/6/2026) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, ia mencetak satu gol sekaligus menyumbang satu asis, membantu timnya meraih kemenangan perdana sepanjang sejarah keikutsertaan Mesir di putaran final Piala Dunia.

"Saya sudah cukup lama jauh dari tim nasional dan, sejujurnya, sama sekali tidak mengharapkan panggilan ini," kata Zico kepada para wartawan, dikutip dari Reuters, Selasa (23/6/2026).

"Pelatih Hossam Hassan memanggil saya ketika saya sedang berada di pesisir utara. Saya sudah bersiap pergi berlibur, tetapi tiba-tiba saya justru mendapati diri saya berada di Piala Dunia," penyerang Pyramids FC itu menambahkan.

Sebelum turnamen dimulai, Zico lebih sering dianggap sebagai pemain pelapis. Namun, dalam waktu singkat ia mampu mengubah pandangan tersebut lewat penampilan konsisten yang membuatnya menjadi salah satu sosok penting dalam skuad Mesir.

Julukan "Zico" yang disandangnya merupakan penghormatan kepada legenda sepak bola Brasil. Di Mesir sendiri, tradisi menggunakan nama panggilan yang terinspirasi dari bintang-bintang sepak bola dunia sudah berlangsung lama dan cukup lazim di kalangan para pemain.

Pemain serbabisa itu mampu beroperasi di kedua sisi sayap maupun sebagai penyerang tengah. Kepercayaan yang diberikan Hossam Hassan dibalas dengan performa impresif sejak laga-laga persahabatan menjelang Piala Dunia. 

Ia lebih dulu mencetak gol saat menghadapi Rusia dan Brasil, sebelum akhirnya membuka rekening golnya di Piala Dunia ketika melawan Selandia Baru di Vancouver.

Tak hanya mencetak gol, Zico juga memperlihatkan kualitas kreativitasnya melalui umpan tumit cerdik di dalam kotak penalti yang berhasil dimanfaatkan Mohamed Salah menjadi gol.

Kemenangan atas Selandia Baru membawa arti besar bagi Mesir. Selain menjadi kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah tampil di Piala Dunia, hasil tersebut juga menempatkan mereka di posisi yang sangat menguntungkan di Grup G menjelang laga terakhir melawan Iran.

Mesir kini memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur, sesuatu yang belum pernah mereka capai dalam sejarah partisipasi di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Zico menilai keberhasilan awal timnya tidak lepas dari kepercayaan yang terus diberikan oleh sang pelatih kepada seluruh pemain.

"Sejak menit pertama hingga sekarang, Hossam Hassan selalu memberikan kepercayaan diri kepada kami. Syukur kepada Tuhan, saya tidak mengecewakannya sedetik pun," kata Zico.

Meski berada dalam posisi yang menjanjikan, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak cepat puas dengan hasil yang sudah diraih.

"Kami belum mencapai apa pun. Mudah-mudahan kami bisa melangkah lebih jauh lagi," ujarnya.

Pemain berusia 29 tahun itu juga menunjukkan keyakinan tinggi terhadap kualitas timnya dibandingkan negara-negara Afrika lainnya.

"Kami adalah tim terkuat di Afrika. Mengapa kami tidak bisa melangkah sejauh mungkin di turnamen ini?" kata Zico.