TVRINews - Bagdad, Irak

Graham Arnold berhasil membawa Irak lolos ke Piala Dunia 2026, yang pertama setelah absen 40 tahun.

Butuh tujuh langkah bagi Graham Arnold untuk membawa Irak lolos ke Piala Dunia 2026. Tujuh langkah yang merupakan "tujuh keajaiban". Diawali dengan kekalahan dari Korea Selatan, menang atas Yordania dan Indonesia lalu imbang lawan Arab Saudi.

Hasil tersebut menempatkan Irak mengakhiri putaran keempat kualifikasi di posisi kedua Grup B di bawah Arab Saudi. Posisi tersebut membuat Irak masih memiliki peluang dengan tampil di putaran kelima. Mereka menghadapi Uni Emirates Arab dalam dua laga kandang dan tandang.

Imbang 1-1 di laga pertama yang digelar di Abu Dhabi, Irak kemudian menang 2-1 di pertandingan kedua yang digelar di kandang mereka di Basra. Namun, hasil ini tidak membuat Irak otomatis lolos ke Piala Dunia 2026 karena mereka harus duel lagi dalam laga final play-off interkontinental lawan Bolivia.

Pada pertandingan yang digelar di Meksiko, 31 Maret 2026 lalu, Irak menang 2-1 atas Bolivia lewat gol yang diciptakan Ali Al Hamadi dan Aymen Hussein. Kemenangan ini membuat tim berjulukan Lions of Mesopotamia akhirnya lolos ke Piala Dunia 2026.

Ketika itu pula, Graham Arnold mencatat sejarah bagi sepak bola Irak. Dia berhasil membawa kembali tim ini tampil di Piala Dunia setelah absen selama 40 tahun sejak kali terakhir tampil di turnamen ini pada Piala Dunia 1986 silam.

Korea Selatan, Yordania, Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirates Arab (dua kali), dan Bolivia. Tujuh langkah yang merupakan tujuh keajaiban dan yang terakhir atau yang ketujuh bukanlah laga yang mudah karena dilakukan di Meksiko, dalam perjalanan ke sana, mereka melalui konflik perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Dari Juni 2025 hingga Maret 2026, 10 bulan merupakan pertarungan "Piala Dunia" yang menembus batas teritorial, melintasi zona tidak aman, wilayah perang, dan itu dilakukan untuk sebuah impian rakyat Irak. Kini, Piala Dunia yang menantikan kehadiran Irak di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

"Saya tidak ingin hanya berbicara tentang bagaimana kami lolos kualifikasi," kata Graham Arnold, dalam konferensi pers pada Sabtu (16/5/2026) lalu di Bagdad, Irak. "Yang penting adalah apa yang kami raih di sana. Hal terpenting adalah kami mempersiapkan diri dengan sempurna dan bekerja keras agar rakyat Irak bangga dengan apa yang kami berikan."

Irak berada di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal. Grup yang tidak mudah bahkan masuk dalam kategori "grup neraka". Prancis, menurut Graham Arnold adalah tim terbaik dunia, Norwegia punya taktik yang bagus, sementara Senegal memiliki pengalaman.

"Kekuatan tim nasional Irak terletak pada semua orang yang bersatu sebagai satu keluarga yaitu pemain, penggemar, dan pers," kata Graham Arnold lagi. "Sebuah pertandingan dimulai dengan 11 lawan 11. Setelah itu, apapun bisa terjadi."

Dapat bermain di panggung dunia seperti Piala Dunia setelah absen selama 40 tahun menjadi pencapaian tersendiri bagi negeri ini. Karena itu, di mana pun langkah terakhir Irak di Piala Dunia 2026 nanti, Graham Arnold telah mencatatkan sejarah bagi sepak bola negeri ini.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, Presiden Asosiasi Sepak Bola Irak, Adnan Dirjal, mengucapkan terima kasih kepada Graham Arnold atas kontribusinya kepada negara dan mendoakan "kesuksesan dan kemakmuran yang berkelanjutan" baginya di Piala Dunia FIFA 2026, yang kurang dari sebulan.

"Satu tahun penuh telah berlalu, dan hari ini kita memasuki tahun kedua, dan kami sangat bangga padamu," kata Adnan Dirjal. "Sungguh, dan alhamdulillah, kamu telah mewujudkan impian jutaan warga Irak, lebih dari 46 juta warga Irak. Kamu dan semua pemuda heroik yang telah memberikan penampilan terhormat meskipun menghadapi semua tantangan dari keadaan sebelumnya selama empat puluh tahun."

Dari deretan laga kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut, Irak mencetak tujuh gol dan kemasukan lima gol bersama Graham Arnold. Pelatih berusia 62 tahun ini menggunakan dua pola yaitu 4-2-3-1 dan 4-4-2 dalam menghadapi laga-laga tersebut.

Orientasi serangan lini depan tidak hanya bertumpu kepada satu pemain. Penyerang seperti Ali Al Hamadi, Aymen Hussein, Mohanad Ali, atau Sherko Karim dan Amir Al Ammari, merupakan motor permainan dan serangan Irak sepanjang kualifikasi dan play-off.

Dua Kali Bawa Timnas Lolos ke Piala Dunia

Ini menjadi kedua kalinya Graham Arnold membawa sebuah negara lolos ke Piala Dunia. Negara pertama tentu saja negeri kelahirannya, Australia. Dia membawa Timnas Australia lolos ke Piala Dunia 2022. Pada Piala Dunia itu pula dia menjadi pelatih kelahiran Australia pertama yang mencapai 16 besar Piala Dunia. 

Graham Arnold melatih Australia dalam dua periode yaitu 2006 hingga 2007 lalu 2018 hingga 2024 sebelum kemudian mundur dan menerima tawaran dari Irak. Dalam dua periode menangani Timnas Australia, Graham Arnold membawa Socceroos tampil dalam 72 laga dengan meraih 43 kemenangan.

Tim asuhan Graham Arnold menekankan fleksibilitas taktis dan gaya permainan menekan yang tinggi. Graham Arnold lahir di Sydney pada 3 Agustus 1963. Dalam sepak bola, dia merupakan penyerang dan bermain di sejumlah klub Eropa seperti di Belgia bersama Roda JC dan Liege, lalu Charleroi.

Graham Arnold sempat bermain di Belanda bersama NAC Breda, lalu menjajal Liga Jepang dengan Sanfrecce Hiroshima, sebelum Kembali ke Australia bermain di Spirit FC dan kemudian gantung sepatu pada 2000. Kariernya di level timnas senior dimulai pada 1985 hingga 1997. Dia bermain untuk Timnas Australia dalam 56 laga dengan mencetak 19 gol.

Biodata Graham Arnold

Nama: Graham James Arnold
Kelahiran: Sydney, 3 Agustus 1963, Australia

Karier bermain:
Cantebury-Marrickville (1980-1981)
Sydney United (1981-1990)
Roda JC (1990-1992)
Liege (1992-1994)
Charleroi (1994-1995)
NAC Breda (1995-1997)
Sanfrecce Hiroshima (1997-1998)
Northern Spirit (1998-2000)

Karier melatih:
Sydney United (1989-1990)
Northern Spirit (1998-2000)
Australia (2006-2007)
Australia U-23 (2007-2008)
Central Mariners (2010-2013)
Vegalta Sendai (2014)
Sydney FC (2014-2018)
Australia U-23 (2018-2021)
Australia (2018-2024)
Iral (2025-kini)

Prestasi sebagai pemain:
Juara Piala Liga Nasional 1987

Prestasi sebagai Pelatih:
Juara Liga Australia Championship (A-League 2013, 2017)
Juara Liga Australia Premiership (A-League 2016-2017, 2017-2018)
Piala Australia 2017
Juara Piala Raja (Kings Cup) 2025