TVRINews - Glasgow, Skotlandia

Steve Clarke sebut skor 4-1 tidak mencerminkan kekuatan Curacao yang harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.

Timnas Skotlandia menutup laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-1 atas sesama kontestan ajang akbar tersebut, Curacao, di Hampden Park, Sabtu (30/5/2026) waktu setempat. Namun, pelatih Steve Clarke menilai skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan yang sempat berjalan sulit bagi timnya.

Skotlandia bahkan sempat tertinggal lebih dulu lewat gol spektakuler Tahith Chong sebelum akhirnya bangkit dan mencetak empat gol balasan melalui Findlay Curtis, dua gol Lawrence Shankland, dan Ryan Christie dari titik penalti.

Clarke mengakui dirinya tidak puas dengan penampilan anak asuhnya pada awal pertandingan. "Saya harus jujur, saya tidak senang dengan awal pertandingan," kata Clarke dikutip dari The Guardian, Minggu (31/5/2026). Menurutnya, Curacao tampil lebih baik daripada yang tercermin dalam skor akhir.

"Pertandingan ini tidak mencerminkan seberapa baik Curacao sebenarnya bermain. Skor akhirnya sedikit terlalu jauh dari mereka. Saat masih 11 lawan 11, kami punya cukup banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ia menambahkan.

Curacao memang harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama setelah Jurgen Locadia menerima kartu merah karena menyikut Aaron Hickey. Setelah unggul jumlah pemain, Skotlandia mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan membalikkan keadaan.

Meski demikian, Clarke menegaskan ia sebenarnya lebih ingin melihat timnya menghadapi tantangan dalam situasi yang seimbang. "Saya pikir saya lebih suka jika pertandingan tetap berlangsung 11 lawan 11, tetapi kemenangan tetaplah kemenangan."

Pelatih berusia 62 tahun itu juga menjelaskan bahwa rotasi pemain memengaruhi ritme permainan timnya pada awal laga.

"Kami harus memberi banyak pemain kesempatan bermain lagi karena cukup banyak yang minim menit bermain pada paruh kedua musim. Saya pikir itu terlihat pada awal pertandingan."

Kemenangan ini sekaligus menjadi laga terakhir Skotlandia sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk menjalani putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli mendatang.

Clarke berharap pengalaman gagal lolos dari fase grup dalam turnamen besar sebelumnya bisa menjadi motivasi tambahan bagi skuadnya.

"Para pemain marah kepada diri mereka sendiri karena gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar dan karena penampilan kami di Jerman (Piala Eropa 2024). Semoga mereka bisa menggunakan itu sebagai bahan bakar untuk memberi diri kami peluang besar lolos dari fase grup," ia menambahkan.

Meski menang meyakinkan, Skotlandia menerima kabar buruk terkait gelandang Billy Gilmour. Pemain tersebut mengalami cedera lutut saat pertandingan dan kemudian dipastikan absen dari Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli 2026.

Sebelum diagnosis resmi keluar, Clarke sempat berharap cedera itu tidak serius. "Kami belum tahu seberapa parah cedera Billy Gilmour saat ini. Dia akan diperiksa semalaman. Semoga saja pemain kecil itu baik-baik saja."

Dick Advocaat Kritik Wasit tapi Akui Kehebatan Skotlandia

Dari kubu Curacao, pelatih Dick Advocaat menilai timnya tampil sangat baik sebelum kartu merah mengubah jalannya pertandingan. "Cara kami bermain di babak pertama sangat bagus. Sampai saat kami bermain dengan 10 orang, semuanya berjalan baik."

Pelatih veteran berusia 78 tahun itu mengakui perbedaan kualitas mulai terlihat setelah timnya kehilangan satu pemain.

"Setelah itu situasinya menjadi sangat sulit dan Anda bisa melihat perbedaan kualitas antara kedua tim." Meski kecewa dengan hasil akhir, mantan pelatih Rangers tersebut tetap melihat sejumlah hal positif dari penampilan timnya.

"Kami melihat beberapa hal yang baik, juga beberapa hal yang buruk. Yang terpenting adalah kami belajar dari pertandingan ini."

Advocaat juga mengomentari kartu merah Locadia yang menjadi titik balik laga. "Saya tidak melihat insiden itu dengan jelas, tetapi saya mendengar itu bisa diberikan kartu merah atau juga tidak."

Ia bahkan mengkritik kepemimpinan wasit asal Georgia, Goga Kikacheishvili. "Menurut saya wasit tidak terbiasa memimpin pertandingan seperti ini."

Meski kalah telak, Advocaat tetap realistis melihat kekuatan lawan. "Bahkan dalam situasi 11 lawan 11, kami tetap bisa kalah 1-4 dari tim seperti Skotlandia," ujar Advocaat.

Rekaman Pertandingan

SKOTLANDIA 4-1 CURACAO

Tempat: Hampden Park, Skotlandia

Waktu: 31 Mei 2026 (WIB)

Wasit: Goga Kikacheishvili (Georgia)

Gol: 0-1 (Tahith Chong 17'), 1-1 (Findlay Curtis 45'), 2-1 (Lawrence Shankland 59'), 3-1 (Lawrence Shankland 64'), 4-1 (Ryan Christie 81' pen.)

Statistik Pertandingan

Tembakan: 17-4

Tembakan ke gawang: 11-3

Penguasaan bola: 67%-33%

Sepak pojok: 8-2

Off-side: 2-2

Pelanggaran: 17-11

Kartu kuning: 2-2

Kartu merah: 0-1

Susunan Pemain

SKOTLANDIA (4-4-2): 21-Craig Gordon (12-L. Kelly 77'); 2-A. Hickey (22-N. Patterson 46'), 15-J. Souttar (5-G.Hanley 46'), 26-S. McKenna (16-D. Hyam 46'), 3-A. Robertson (24-T.Raltson 77'); 17-B. G. Doak (4-T. Fletcher 46'), 8- B. Gilmour (25-F. Curtis 42'), 23-K. McLean, 11-R. Christie; 20-L. Shankland (10-J. Wilson 77'), 18-G. Hirst (9-L. Dykes 46')

Pelatih: Steve Clarke

CURACAO (3-4-3): 1-E. Room; 18-A. Obispo, 23-R. Bazoer (19-G. Kastaneer 46'), 3-J. Gaari; 24-D. Fonville, 8-L. Comenencia (13-T. Noslin 60'), 10-L. Bacuna (6-G. Roemeratoe 55'), 5-S. Floranus; 7-J. Bacuna (11-J. Antonisse 60'), 9-J. Locadia, 21-T. Chong

Pelatih: Dick Advocaat