Timnas Australia akan tampil di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - California, Amerika Serikat
Laga uji coba melawan Meksiko juga menunjukkan betapa pentingnya peran pemain senior Socceroos seperti Harry Souttar dan Jackson Irvine.
Australia memang harus mengakui keunggulan Meksiko dengan skor 0-1 Minggu (31/5/2026) pagi WIB dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli mendatang.
Namun, di balik hasil tersebut, The Socceroos pulang dengan modal yang tidak kalah penting, yakni kepercayaan diri bahwa mereka mampu bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.
Bertanding di Rose Bowl Stadium, California, di hadapan 78.479 penonton yang mayoritas mendukung Meksiko, pasukan Tony Popovic sempat berada di bawah tekanan sepanjang babak pertama.
Meski demikian, Australia mampu bangkit pada paruh kedua dan menciptakan beberapa peluang berbahaya yang nyaris menghasilkan gol penyeimbang.
Kekalahan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa margin kesalahan Australia di Piala Dunia akan sangat tipis. Dengan skuad yang tidak dipenuhi pemain kelas dunia, Popovic dituntut membuat keputusan tepat saat mengumumkan skuad final pada Senin (1/7/2026).
Dalam pertandingan ini, tidak ada debut bagi Cristian Volpato setelah pergantian kewarganegaraannya yang mengejutkan pekan lalu. Pemain yang baru dipanggil itu tidak masuk daftar skuad pertandingan, bersama Brandon Borrello, Tete Yengi, dan kiper Joe Gauci. Situasi tersebut makin menambah spekulasi mengenai empat pemain terakhir yang akan dicoret dari skuad menuju Piala Dunia.
Bek andalan Harry Souttar, yang bermain penuh selama 90 menit, mengaku belum ingin merayakan peluangnya tampil di turnamen tersebut karena masih ada rekan-rekannya yang terancam tersingkir.
"Akan ada beberapa pemain yang kecewa karena tidak ikut berangkat. Itu jelas situasi yang sulit," kata Souttar dikutip dari The Guardian, Minggu (31/5/2026). "Ini sangat disayangkan, tetapi begitulah sepak bola," pemain jangkung berpostur 2 meter itu menambahkan.
Laga melawan Meksiko juga menunjukkan betapa pentingnya peran pemain senior seperti Souttar dan Jackson Irvine. Keduanya sempat diragukan karena masalah kebugaran menjelang turnamen, tetapi kini tampak siap menjadi bagian utama tim.
Popovic juga membuat kejutan dengan menurunkan Lucas Herrington yang baru berusia 18 tahun sebagai bek kiri dalam formasi tiga bek, menggeser Cam Burgess yang lebih berpengalaman. Sementara itu, Connor Metcalfe dan Mathew Leckie dipercaya mengisi posisi gelandang serang, sedangkan Nestory Irankunda memulai laga dari bangku cadangan.
Gol Sederhana Meksiko dari Johan Vasquez
Pendekatan hati-hati Australia terlihat jelas pada babak pertama. Meksiko menguasai bola hampir 75 persen dan mendominasi jalannya pertandingan, tetapi tidak banyak menciptakan peluang bersih. Ironisnya, gol pembuka justru lahir dari situasi bola mati.
Gol semata wayang Meksiko dicetak Johan Vasquez melalui sundulan tipis hasil sepak pojok. Bola sempat mengenai tiang dekat Mat Ryan sebelum memantul melewati garis gawang. Gol yang sederhana itu menjadi bukti bahwa detail kecil bisa sangat menentukan di level tertinggi.
Meski tertinggal, Australia sempat mendapatkan peluang emas menjelang turun minum. Kesalahan lini belakang Meksiko membuat Mo Toure memperoleh kesempatan mencetak gol ke gawang yang hampir kosong, tetapi penyelesaiannya melenceng dari sasaran.
Toure menebus kegagalannya dengan penampilan lebih baik pada babak kedua. Ia menjadi pusat serangan Australia dan membantu tim menciptakan sejumlah peluang. Salah satunya terjadi ketika tembakan Aiden O'Neill memaksa kiper senior Meksiko, Guillermo Ochoa, melakukan penyelamatan penting.
Peluang terbaik Australia kemudian hadir melalui Ajdin Hrustic dan Kai Trewin yang saling menciptakan kesempatan lewat serangan balik cepat. Meski gagal berbuah gol, penampilan agresif tersebut menunjukkan Socceroos tidak akan menjadi lawan mudah di Grup D Piala Dunia 2026.
Setelah laga ini, Australia akan menuju markas latihan mereka di Oakland sebelum menjalani laga uji coba terakhir melawan Swis di San Diego pekan depan.
"Setiap hari sekarang terasa semakin dekat, semuanya terasa semakin nyata," ujar Souttar. "Hasil malam ini memang mengecewakan, tetapi ada begitu banyak hal positif yang bisa kami bawa ke depan," pemain milik Leicester City itu menambahkan.
Rekaman Pertandingan
MEKSIKO 1-0 AUSTRALIA
Tempat: Rose Bowl Stadium, California, Amerika Serikat
Waktu: 31 Mei 2026 (WIB)
Gol: 1-0 (Johan Vasquez 28')
Statistik Pertandingan
Tembakan: 10-5
Tembakan ke gawang: 4-2
Penguasaan bola: 65%-35%
Sepak pojok: 5-3
Off-side: 2-1
Pelanggaran: 8-8
Kartu kuning: 1-1
Kartu merah: 0-0
Susunan Pemain
MEKSIKO (4-2-3-1): 1-R. Rangel (G. Ochoa 46'); 2-J. Sanchez (I. Reyes 46'), 4-E. Alvarez (C. Montes 60'), 5-J. Vasquez (J. Gomez 74'), 20-M. Chavez (J. Gallardo 80'); 7-L. Romo (O. Vargas 74'), 24-L. Chavez (E. Lira 60'); 17-O. Pineda (C. Huerta 46'), 8-A. Fidalgo (G. Mora 60'), 10-A. Vega (J. Quinones 60'); 22-G. Martinez (S. Gimenez 46')
Pelatih: Javier Aguirre
AUSTRALIA (5-4-1): 1-M. Ryan; 5-J. Bos (A. Behich 80'), 26-L. Herrington (C. Burgess 90'), 19-H. Souttar, 3-A. Circati, 23-J. Italiano (K. Trewin 67'); 8-C. Metcalfe (N. Velupillay 67'), 22-J. Irvine (A. Mabil 90'), 13-A. O'Neill (P. Okon-Engstler 67'), 7-M. Leckie (A. Hrustic 67'); 9-M. Toure (N. Irankunda 80')
Pelatih: Tony Popovic