Para pemain tim nasional sepak bola Curacao merayakan keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menuturkan bahwa turnamen ini bukan sekadar hiburan atau pelipur lara, melainkan memiliki tujuan besar dalam pengembangan sepak bola global.
Banyak yang mengira FIFA Series 2026 (yang digelar akhir Maret 2026) hanyalah "panggung pelipur lara" bagi tim nasional yang gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Di tengah jeda internasional ini, lima negara yang sudah memastikan tiket ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko justru memilih turun gelanggang dalam ajang ini.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga menuturkan bahwa turnamen ini bukan sekadar hiburan atau pelipur lara, melainkan memiliki tujuan besar dalam pengembangan sepak bola global.
“FIFA Series bertujuan untuk membuka potensi pengembangan bagi pemain, pelatih, dan penggemar, sekaligus mempromosikan universalitas dan keberagaman sepak bola melalui pertandingan yang bermakna,” kata Infantino, dikutip dari Reuters.
Lalu mengapa tim sekelas Australia atau Selandia Baru mau bermain di turnamen yang sifatnya pengembangan ini, bahkan menjadi tuan rumah seperti Indonesia? Berikut adalah ulasannya:
1. Australia
Jadwal dan lokasi: 25–31 Maret 2026 di Australia
Australia menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series 2026. Mereka tergabung dalam seri yang dimainkan di Australia dan menghadapi tim-tim dari berbagai konfederasi seperti Kamerun, Tiongkok, dan Curacao.
Meski sudah lolos ke Piala Dunia, Australia memanfaatkan FIFA Series sebagai ajang persiapan menghadapi lawan dengan gaya bermain berbeda. Pelaksana Tugas CEO Football Australia, Heather Garriock, menyambut positif rencana FIFA Series ini.
“Pertandingan-pertandingan ini akan memainkan peran penting dalam mempersiapkan Socceroos menghadapi Piala Dunia FIFA 2026, sekaligus meningkatkan daya saing internasional kami secara keseluruhan,” kata Garriock.
2. Selandia Baru
Jadwal dan lokasi: 25–31 Maret 2026 di Selandia Baru
Selandia Baru tampil sebagai tuan rumah di seri yang juga menghadirkan Tanjung Hijau (Cape Verde), Cili, dan Finlandia. Sebagai wakil Oseania yang jarang menghadapi tim dari luar konfederasi, FIFA Series menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas pertandingan internasional mereka. Turnamen ini memang dirancang untuk membuka peluang “intercontinental matches” yang sebelumnya sulit didapat.
3. Uzbekistan
Jadwal dan lokasi: 25–31 Maret 2026 di Uzbekistan
Uzbekistan juga menjadi tuan rumah dan menghadapi Gabon, Trinidad dan Tobago, serta Venezuela. Sebagai tim Asia yang sedang berkembang, Uzbekistan memanfaatkan FIFA Series untuk menguji kekuatan melawan tim dari Amerika Selatan dan Afrika. Ajang ini memberi pengalaman taktis yang sangat berguna sebelum tampil di Piala Dunia.
4. Tanjung Hijau (Cape Verde)
Jadwal dan lokasi: 25–31 Maret 2026 di Selandia Baru
Tanjung Hijau ikut serta dalam seri di Selandia Baru bersama tim tuan rumah, Cili, dan Finlandia. Alasan mereka ikut serta, sebagai negara kecil yang baru berkembang di level global, Tanjung Hijau tetap membutuhkan jam terbang internasional. FIFA Series memberi mereka akses pertandingan lintas konfederasi yang sulit didapat melalui jadwal biasa.
5. Curacao
Jadwal dan lokasi: 25–31 Maret 2026 di Australia
Curacao bermain di seri Australia bersama tuan rumah, Kamerun, dan Tiongkok. Meski sudah lolos ke Piala Dunia 2026, Curaçao tetap berada di kategori tim berkembang. FIFA Series menjadi kesempatan penting untuk mengasah kualitas tim dan memperluas pengalaman menghadapi gaya permainan berbeda sebelum tampil di panggung terbesar.
Kesimpulannya, secara konsep, FIFA Series memang ditujukan untuk tim yang tidak lolos Piala Dunia atau minim eksposur internasional. Namun dalam praktiknya, beberapa tim peserta Piala Dunia tetap ikut karena beberapa alasan.
Dari minimnya laga uji coba berkualitas melawan tim lintas konfederasi, persiapan taktis menghadapi variasi gaya bermain global, adanya dukungan FIFA (biaya perjalanan dan logistik) yang membuat partisipasi lebih mudah, hingga pengembangan pemain dan tim sebagai bagian dari program global FIFA.
Hal ini membuat FIFA Series bukan sekadar “hiburan”, tetapi juga alat penting dalam pemerataan kualitas sepak bola dunia.