TVRINews - Monterrey, Meksiko

Salah satu dari dua tempat terakhir di Piala Dunia 2026 tampak mengarah ke Bolivia.

Final play-off Piala Dunia 2026 antarkonfederasi Jalur 2 mempertemukan Irak dan Bolivia. Partai penentuan ini akan digelar di Estadio BBVA atau Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, pada Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) pukul 03.00 WIB.

Bolivia melangkah ke final usai menundukkan wakil Concacaf, Suriname, dengan skor 2-1 di semifinal play-off pekan lalu. La Verde atau Si Hijau, julukan Bolivia, akan berhadapan dengan Irak yang sudah menanti di final.

Irak langsung ke final play-off setelah menyingkirkan Uni Emirat Arab secara dramatis melalui dua leg play-off ronde kelima kualifikasi zona Asia. Pasukan asuhan Graham Arnolod itu mengukir agregat 3-2 pada November silam. Kelolosan dipastikan secara dramatis melalui penalti di menit ke-17 injury time babak kedua. 

Namun, Niat Irak tampil di play-off nanti terusik tensi geopolitik yang melibatkan tetangga mereka, Iran, dengan Amerika Serikat dan Israel. Graham Arnold sampai memunculkan pikiran untuk menunda pertandingan.   

Menatap laga lepas melawan Bolivia, Usood al-Rafidayn atau Singa Mesopotamia, julukan Irak, mesti menaikkan kembali kemampuan kompetitif mereka. Kiprah Irak di FIFA Arab Cup 2025, ajang pada Desember lalu setelah memastikan tiket ke play-off, menunjukkan penurunan performa. Setelah menang di dua laga pertama grup, Irak dua kali kalah termasuk di perempat final dari Yordania.

Bolivia memastikan jatah ke play-off antarkonfederasi ini usai finis di peringkat ketujuh kualifikasi zona Amerika Selatan. Si Hijau memastikan tempat usai menekuk juara dunia lima kali, Brasil.

Kemenangan atas Suriname di semifinal lalu menghentikan pula catatan kurang meyakinkan Bolivia selepas kualifikasi Conmebol. La Verde hanya bisa dua kali menang dan sekali imbang di tujuh uji coba selepas kualifikasi tersebut, termasuk kemenangan atas Yordania pada Oktober. Sebelum semifinal play-off yang juga digelar di Estadio Monterrey, Bolivia menang atas Trinidad dan Tobago untuk meyakinkan kembali para pendukung. 

Ketika Bolivia sudah kembali ke momentum kemenangan, Irak sebaliknya. Dua kekalahan di Arab Cup lalu diikuti dengan catatan Singa Mesopotamia tidak mencetak gol. Repotnya, Graham Arnold tidak membawa pencetak dua gol ke gawang Sudan di Piala Arab tersebut, Amjad Attwan, ke dalam skuad yang dibawa ke Meksiko.


Kelebihan Amerika Selatan Lagi

Secara keseluruhan, Bolivia terlihat lebih siap dibandingkan dengan Irak. Gambaran besarnya, Amerika Selatan tampak masih lebih superior daripada Asia.

Angin terasa bertiup ke arah Bolivia. Tempat gelarannya, Estadio Monterrey, menjadi kurang netral sesuai statusnya. Bolivia mendapatkan keuntungan sudah tampil di sana dan bisa semakin percaya diri karena menang di sana kendati kerap mengandalkan laga di dataran tinggi. 

Bolivia bersiap pula menampilkan kelebihan mereka. Kekuatan defensif yang semakin baik dalam beberapa tahun terakhir ini melengkapi kelebihan dalam sejumlah aspek serangan seperti kecepatan dan kombinasi ofensif. Bolivia dapat menyodorkan transisi tersebut untuk memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di Amerika Utara pada 11 Juni-19 Juli.

Meski bukan tim kuat di Amerika Selatan, Bolivia bisa dikatakan memiliki materi yang lebih baik daripada Irak. Sebagian besar pemain lokal cukup menunjang keinginan arsitek tim, Oscar Villegas. Legiun ekspor seperti Miguel "Miguelito" Terceros tambahan besar pada kekuatan Si Hijau. Pemain yang merumput di Santos itu telah mencetak tujuh gol di kualifikasi.

Tak kurang, partai final nanti bakal menarik. Irak akan mencoba memakai kelebihan kebugaran fisik untuk mengatasi kekurangan soal kedalaman skuad. Singa Mesoptamia siap mewujudkan reputasi sebagai tim petarung. Lebih lanjut, transisi cepat bisa membuat Irak meraup ambisi tampil untuk kali kedua setelah Piala Dunia 1986.

Dengan tim yang belum teruji lagi dalam tiga bulan terakhir, Irak boleh jadi akan tampil lebih bertahan untuk memapar kelemahan Bolivia seperti akurasi operan dan produktivitas yang kurang tinggi walau punya pemain seperti Terceros.

Hanya, konsentrasi yang sudah terjaga di dua partai terakhir akan mengirim Bolivia ke utara benua Amerika. Apalagi, fokus dan kedisiplinan merupakan dua segi kelemahan Irak. Bolivia akan kembali ke putaran final setelah terakhir kali merasakannya pada 1994.


Perkiraan formasi: 

IRAK (4-5-1): Talib; H. Ali, Tahseen, Younis, Doski; Farji, Iqbal, Al-Ammari, Sher, Jasim; Hussein.

Cadangan: Basil, Al-Rekabe, Sulaka, Putros, Hashim, Maknzi, Bayesh, Abdulkareem, Yakob, Amyn, Gwargis, Ismail, M. Ali, Al-Hamadi, Yousif. 

Pelatih: Graham Arnold (Aus).

BOLIVIA (4-3-3): 23-Viscara; 3-Medina Roman, 4-Haquin, 5-Morales, 17-Fernandez; 14-Robson Matheus, 13-Paniagua, 15-Villamil; 7-Miguelito Terceros, 9-Monteiro, 10-Vaca.

Cadangan: 1-Lampe, 12-Govea, 2-Arroyo, 6-Cuellar, 8-Villarroel, 11-Nava, 16-Vaca Moreno, 18-Godoy, 19-Gomez Miranda, 20-Melgar, 21-Macazaga, 22-Torrez. 

Pelatih: Oscar Villegas.


Data-Fakta


Pertemuan Terakhir

20/11/2018; Irak vs Bolivia 0-0 - Uji coba


5 Laga Terakhir Irak

12/12/2025; Yordania vs Irak 1-0 - Piala Arab 2025

10/12/2025; Aljazair vs Irak 2-0 - Piala Arab 2025

6/12/2025; Sudan vs Irak 0-2 - Piala Arab 2025

3/12/2025; Irak vs Bahrain 2-1 - Piala Arab 2025

18/11/2025; Irak vs Uni Emirat Arab 2-1 - Kualifikasi PD 2026


5 Laga Terakhir Bolivia

18/11/2025; Bolivia vs Suriname 2-1 - Kualifikasi PD 2026 (Play-off)

15/11/2025; Bolivia vs Trinidan dan Tobago 3-0 - Uji coba

12/10/2025; Bolivia vs Meksiko 0-1 - Uji coba

9/10/2025; Bolivia vs Panama 1-1 - Uji coba

9/9/2025; Peru vs Bolivia 2-0 - Uji coba