Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Munchen, Jerman
Julian Nagelsmann mengakui kesalahannya karena terlalu berlebihan saat menjawab pertanyaan terkait Deniz Undav.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, meminta maaf setelah membuat kehebohan dengan pernyataannya tentang Deniz Undav. Ia mendapat banyak kritik karena dinilai tidak menghargai pemain.
Kontroversi bermula ketika Nagelsmann memberikan komentar yang dianggap terlalu dingin saat ditanya soal peluang Undav masuk skuad Jerman di Piala Dunia 2026. Ia mengisyaratkan bahwa kontribusi sang penyerang belum cukup untuk menjamin tempat di tim utama.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi negatif dari publik karena Undav sedang tampil impresif di Bundesliga bersama Stuttgart. 18 gol dan lima asis ia sumbangkan dari 25 pertandingan.
Torehan tersebut menjadikan Undav sebagai pemain Jerman dengan jumlah gol terbanyak di Bundesliga. Dengan ucapannya, Nagelsmann dianggap telah bersikap berlebihan.
Sebagian kritik juga menyoroti gaya komunikasi Nagelsmann yang dianggap terlalu blak-blakan di ruang publik. Ia seolah tak menghargai pemain yang sedang dalam momentum positif di level klub.
Hal ini memunculkan anggapan bahwa ia kurang memberi dukungan moral kepada pemain yang berpotensi memperkuat tim nasional. Ini berpotensi membuat skuad menjadi tidak solid menuju Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 38 tahun tersebut akhirnya mengakui telah berbuat kesalahan. Ia menyebut ucapannya terlalu blak-blakan karena frustrasi menghadapi pertanyaan yang sama berulang kali.
"Itu tidak benar dan cara penyampaiannya terlalu blak-blakan untuk publik. Itu komentar yang tidak perlu dan saya meminta maaf langsung kepada Deniz keesokan harinya," kata Nagelsmann saat berbicara dengan Magenta TV, Jumat (17/4/2026).
"Untungnya ia menerima permohonan maaf saya. Kini, semuanya baik-baik saja di antara kami. Saya sedikit tersinggung karena banyak pertanyaan berulang tentang topik yang sama," tambahnya.
Nagelsmann juga mengungkapkan bahwa dorongan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka datang dari sang istri, Lena. Ia harus mengakui kesalahan agar situasi kembali kondusif.
Saatnya Menghentikan Polemik Kiper
Sebelumnya, Nagelsmann juga dikritik karena dianggap tidak menghargai Manuel Neuer. Jawabannya ketika ditanya soal kemungkinan membujuk kiper Bayern Munchen kembali dari masa pensiun untuk membela Jerman terkesan ketus.
Hal tersebut membuat publik mempertanyakan gaya kepemimpinan Nagelsmann di dalam tim. Jika yang seperti ini dipertahankan, bukan tidak mungkin skuad Jerman di Piala Dunia 2026 akan terpecah.
Mantan pemain Jerman, Sami Khedira, turut angkat bicara perihal masalah ini. Menurutnya, kontroversi seputar siapa kiper yang layak memperkuat tim berjuluk Der Panzer di Piala Dunia 2026 ini harus dihentikan.
Kemampuan Neuer memang tak perlu diragukan lagi. Akan tetapi, dengan terus mengangkat namanya dan menepikan Oliver Baumann yang dalam beberapa pertandingan terakhir jadi andalan justru akan memberi dampak negatif.
"Kita sedang menghancurkan Oli Baumann saat ini. Saya percaya ini tidak membantu Nagelsmann, Jerman, atau Oli sendiri. Kita merugikan manusia, seorang pemain yang seharusnya menjadi nomor satu dalam dua bulan ke depan. Ini sama sekali tidak benar. Ini tidak baik," tuturnya.