TVRINews – Jakarta

Produsen dan eksportir pupuk terbesar di dunia terlibat dalam pendanaan sepak bola Maroko.

Keberhasilan Maroko menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026 menegaskan statusnya sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan. Mereka berpeluang meneruskan catatan baik melangkah hingga semifinal di edisi sebelumnya.

Kebangkitan sepak bola Maroko ini tak lepas dari dukungan Raja Mohammed VI yang mengarahkan pemerintah untuk berinvestasi dalam infrastruktur sepak bola nasional, termasuk lapangan, akademi pelatihan usia muda, stadion, dan pelatih profesional pada 2009.

Kebijakan tersebut berdampak positif kepada perkembangan sepak bola Maroko. Mereka mulai mendatangkan pemain diaspora untuk memperkuat tim nasional, dan terbukti mampu berbicara banyak di level internasional.

Dalam beberapa tahun mendatang, sepak bola Maroko diprediksi akan semakin baik. OCP Group, produsen dan eksportir pupuk fosfat terbesar di dunia memutuskan untuk terlibat melalui dana nasional pelatihan sepak bola yang dimulai pada 2024.

Dana tersebut dibentuk melalui kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) serta pendana swasta. Tujuan ialah membawa tim nasional ke tingkat yang lebih tinggi.

"Kami memiliki komitmen terhadap pembangunan negara. Ada investasi besar dari OCP untuk fasilitas-fasilitas pelatihan. Kami juga memiliki kemitraan dengan FIFA," ujar Hicham El Habti, selaku anggota komite strategis OCP untuk inovasi dan pembelajaran, dikutip dari Reuters, Sabtu (4/7/2026).

Bagi El Habti, penggunaan dana negara untuk berinvestasi di sepak bola telah menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Ia melihat sendiri bagaimana euforia masyarakat ketika tim berjuluk Atlas Lions berprestasi di Piala Dunia 2022.

Energi seperti itu kembali terlihat begitu Achraf Hakimi dan kawan-kawan berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Belanda. Harapannya, langkah Maroko terus berlanjut dan melebihi capaian sebelumnya.

"Anda akan melihat setiap wajah tersenyum. Ini mengingatkan kami pada tahun 2022. Maroko menjadi negara yang sangat bahagia selama dua bulan setelah Piala Dunia berakhir. Sekarang saya merasakan energi dan semangat yang persis sama," ujarnya.

Kekayaan fosfat yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Maroko kini juga dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan sepak bola nasional, mulai dari akademi, fasilitas latihan hingga pembinaan pemain muda.