TVRINews – Mexico City, Meksiko

Jadwal pertandingan Meksiko vs Inggris sempat akan dimajukan guna menghindari cuaca buruk.

FIFA memastikan pertandingan babak 16 besar Meksiko vs Inggris yang berlangsung di Estadio Azteca tidak mengalami perubahan jadwal. Belakangan beredar kabar ada kemungkinan jam pertandingan diubah karena ancaman cuaca buruk.

Seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa FIFA tetap mempertahankan jadwal pertandingan Meksiko vs Inggris pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat pukul 18.00 atau Senin (6/7/2026) pagi WIB pukul 07.00.

Sempat ada gagasan untuk memajukan pertandingan tersebut menjadi pukul 12.00 waktu setempat, merujuk prakiraan cuaca di Meksiko. Akan tetapi, hal tersebut dapat berdampak ke jadwal pertandingan lainnya, yakni Brasil vs Norwegia yang digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat.

Juru Bicara Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyampaikan, pertandingan melawan Norwegia kemungkinan akan diundur satu jam, dari yang awalnya pukul 16.00 waktu setempat, jika Meksiko vs Inggris dimajukan.

Melihat ada dampak terhadap kelangsungan pertandingan lainnya, FIFA kemudian menetapkan jadwal pertandingan Meksiko vs Inggris akan berjalan sesuai dengan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kekhawatiran terhadap cuaca tetap ada. Sebab, pada laga babak 32 besar melawan Ekuador awal pekan ini, pertandingan Meksiko sempat tertunda akibat hujan deras.

Duel Meksiko melawan Inggris sangat dinantikan. Sebagai tuan rumah, tim asuhan Javier Aguirre diharapkan dapat meraih hasil positif. Sementara Inggris yang memiliki sejumlah pemain bintang merupakan kandidat juara Piala Dunia 2026.

Bermain di hadapan puluhan ribu penggemar tuan rumah akan memberi tekanan tersendiri bagi tim berjuluk The Three Lions. Pelatih Thomas Tuchel dituntut tak hanya mempersiapkan taktik, tetapi juga mental para pemain.

Selain menghadapi dukungan puluhan ribu suporter tuan rumah, Inggris juga harus beradaptasi dengan kondisi Estadio Azteca yang berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut.

Profesor Mike Tipton dari Extreme Environments Laboratory di Universitas Portsmouth mengatakan dalam ketinggian seperti itu, para pemain Inggris kemungkinan tidak dapat menyerap oksigen seefisien biasanya. Karena, tekanan udara di Estadio Azteca akan 23 persen lebih rendah dibanding tekanan udara standar di permukaan laut.

" Performa fisik yang mengandalkan sistem aerobik menurun sekitar 10 persen, sementara waktu pemulihan dan tingkat kelelahan meningkat sekitar 15 persen karena tubuh lebih mengandalkan sumber energi anaerobik (tanpa oksigen) yang memiliki keterbatasan waktu jauh lebih besar," kata Tipton, dikutip dari Mirror.

Kondisi tersebut bukan hanya berpotensi membuat pemain Inggris lebih cepat mengalami kelelahan, tetapi juga menurunkan kemampuan pengambilan keputusan di lapangan akibat berkurangnya pasokan oksigen. “Kemampuan kognitif yang kompleks juga dapat menurun,” ujar Tipton.